Naval Group Tampilkan Konsep Fregat FDI XL, Usung 50 Cell VLS dan Peluncur 336 Drone Kamikaze

Galangan kapal perang asal Perancis, Naval Group, secara resmi memperkenalkan konsep fregat FDI XL (Frégate de Défense et d’Intervention Extra Large) dalam ajang pameran pertahanan maritim Euronaval 2026 di Paris.

Baca juga: Susul Yunani, Swedia Resmi Borong Empat Fregat FDI Belharra dari Perancis untuk Proyek Lulea Class

Peluncuran varian kapal perang permukaan ini dirancang khusus untuk merespons pelajaran berharga dari pertempuran maritim terkini, khususnya ancaman serangan saturasi drone dan rudal jelajah di Laut Merah serta operasi kapal tanpa awak (USV) di Laut Hitam yang dengan cepat menguras stok amunisi pencegat pada fregat konvensional.

Secara teknis, FDI XL mengalami perpanjangan lambung (hull extension) sekitar 10 meter pada bagian tengah kapal, tepatnya di antara tiang terintegrasi (PSIM) dan cerobong asap. Perubahan arsitektural ini meningkatkan panjang total kapal dari 122 meter pada varian standar menjadi 132 meter, sementara bobot benam (displacement) membengkak dari 4.500 ton menjadi kisaran 5.300 hingga 5.500 ton.

Perluasan kapasitas ini memungkinkan penambahan 18 cell peluncur vertikal (VLS) baru, sehingga total amunisi rudal pertahanan udara yang dapat diusung meningkat drastis dari 32 cell pada konfigurasi standar menjadi 50 cell.

Penambahan 18 posisi peluncur vertikal pada FDI XL memiliki konfigurasi visual yang berbeda dari modul Sylver A50 di bagian depan. Kompartemen tambahan ini dioptimalkan untuk menampung rudal pertahanan udara jarak pendek hingga menengah seperti VL MICA NG (jangkauan 40 km). Integrasi ini menciptakan doktrin pertahanan udara berlapis yang lebih efisien, di mana rudal Aster 30 (jangkauan di atas 100 km) dapat dihemat khusus untuk menghadapi ancaman jarak jauh atau rudal balistik, sementara ancaman jarak pendek dieksekusi oleh amunisi sekunder.

Selain peningkatan kapasitas rudal udara, area misi tengah FDI XL menawarkan fleksibilitas modularitas yang sangat tinggi. Kapal ini dapat dikonfigurasi untuk membawa 16 unit rudal anti-kapal Exocet MM40 Block 3C—dua kali lipat dari muatan standar FDI yang hanya 8 unit.

AL Perancis Uji Peluncuran Perdana Rudal Anti Kapal Exocet MM40 Block 3c

Opsi alternatifnya adalah mengombinasikan 8 unit Exocet dengan dua kontainer peluncur khusus yang mampu menampung hingga 336 unit amunisi bersirkulasi (loitering munitions) atau drone pencegat (interceptor drone). Kehadiran drone kamikaze dalam jumlah masif ini menjadi solusi ekonomis untuk menembak jatuh kawanan drone swarming murah tanpa harus membuang rudal Aster yang harganya jauh lebih mahal.

Meskipun ukurannya membengkak, FDI XL tetap mempertahankan ekosistem sensor utama dari varian standar, termasuk radar AESA Thales Sea Fire band-S dengan jangkauan 350 km, sistem manajemen tempur SETIS, sonar CAPTAS-4, serta meriam utama 76 mm Oto Melara.

Namun, penambahan bobot sebesar 800 hingga 1.000 ton diprediksi akan sedikit mengurangi rasio daya mesin empat unit MTU 16V 8000 M91L (32 MW) dari 7,11 kW per ton menjadi 5,82 kW per ton, yang membutuhkan kalkulasi hidrodinamika ulang untuk mempertahankan kecepatan maksimum di angka 27 knot.

Perbandingan spesifikasi langsung memperlihatkan perbedaan signifikan antara varian FDI standar dan konsep FDI XL terbaru. Dari segi dimensi fisik, FDI standar memiliki panjang 122 meter dengan bobot benam 4.500 ton, sedangkan FDI XL membengkak menjadi 132 meter dengan displacement mencapai 5.300 hingga 5.500 ton meski keduanya mempertahankan lebar lambung 18 meter.

Thales Sea Fire: Radar 4D AESA di Multi-Role Combat Vessel (MRCV) Singapura, Standar Radar pada Frigat FDI (Belharra class)

Peningkatan dimensi pada FDI XL paling terasa pada daya gempurnya; jika FDI standar hanya mampu membawa 16 hingga 32 cell peluncur vertikal Sylver A50, FDI XL melompat hingga 50 cell berkat penambahan 18 VLS baru di bagian tengah.

Meskipun ada lonjakan dimensi dan amunisi, kedua kapal tetap berbagi fondasi sensorik dan performa jelajah yang serupa, termasuk penggunaan radar AESA Thales Sea Fire, sistem manajemen tempur SETIS, kecepatan maksimum 27 knot, serta jarak jelajah ekonomis hingga 5.000 mil laut.

Dengan segala keunggulan arsitekturnya, konsep FDI XL menjadi opsi menengah yang sangat menarik di portofolio Naval Group. Ukurannya berada di antara fregat kelas FREMM (142 meter, 6.000 ton) dan Destroyer SCX26 (170 meter, 10.000 ton), namun menawarkan kerapatan amunisi pencegat dan fleksibilitas penangkal drone yang jauh lebih memadai untuk menghadapi kompleksitas peperangan laut modern. (Gilang Perdana)

Menjawab Era Perang Drone, Naval Group Singkap Konsep Kapal Perang Futuristik SCX26 di Euronaval 2026

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *