ArianeGroup Singkap Konsep B-Strike Naval, Bakal Jadi Rudal Balistik Anti Kapal (ASBM) Pertama Eropa

Pada ajang pameran pertahanan Euronaval 2026, produsen kedirgantaraan asal Perancis, ArianeGroup, memperkenalkan konsep rudal yang berpotensi menjadi rudal balistik anti-kapal (Anti-Ship Ballistic Missile/ASBM) pertama milik Eropa. Rudal ini merupakan varian adaptasi maritim dari B-Strike 1000, rudal balistik berbasis darat yang saat ini sedang dikembangkan dengan dukungan Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis.
Sistem rudal berbasis laut (navalized) ini dirancang untuk menjangkau sasaran hingga kisaran 1.000 kilometer. Rudal dilengkapi hulu ledak MaRV (Maneuvering Reentry Vehicle) yang mampu melakukan koreksi manuver pada fase akhir jelajah. Kemampuan ini tidak hanya menjamin akurasi tinggi—dengan tingkat presisi deviasi di bawah 10 meter dari sasaran—tetapi juga memungkinkan rudal melakukan manuver mengelak guna menembus sistem pertahanan udara kapal perang lawan.
Dalam tayangan visual yang dirilis ArianeGroup, data penargetan sasaran laut akan dipandu melalui jejaring konstelasi satelit pendeteksi frekuensi radio di laut, yang mirip dengan teknologi milik start-up asal Prancis, Unseenlabs. Sementara untuk fase terminal (terminal guidance), hulu ledak MaRV akan dipandu oleh pemandu bawaan (seeker) internal.
🇫🇷🚀 Europe’s first anti-ship ballistic missile?
At the #EURONAVAL naval expo, @ArianeGroup is unveiling what could become Europe’s first anti-ship ballistic missile (ASBM). It is a navalized version of its B-STRIKE 1000, a land-based ballistic missile currently under development with the support of the French Ministry of the Armed Forces.
The vehicle would have a range of approximately 1,000 km and is equipped with a MaRV maneuvering warhead, enabling both trajectory corrections to achieve accuracy of less than ten meters at impact, while performing maneuvers to defeat the terminal defense systems of adversary ships.
The company’s video shows that targeting data would be provided by a satellite constellation resembling those of the French start-up Unseenlabs, which specializes in the radio-frequency detection of ships at sea. Terminal guidance of the MaRV would be provided by a seeker.
The missile would retain its capability against land infrastructure targets, including hardened ones, thanks to a multi-function warhead (airburst or delayed detonation). It could be launched from the future 25-inch vertical launch silos or from a launcher derived from that of the land-based version, replacing the one dedicated to EXOCET anti-ship missiles.
It could also be launched from hydrofoil naval drones (USV), which can be deployed discreetly and rapidly, particularly in littoral zones. This capability could be of interest to certain Nordic states.
The “naval B-STRIKE” is reminiscent of the Chinese YJ-20, unveiled during the September 3, 2025 parade in Beijing and equipping the Type 052D destroyers and Type 055 cruisers of the Chinese Navy.
It is worth noting that MBDA is also presenting naval employment scenarios for its deep-strike weapons at the show, in particular with the DELUGE (one-way effector) / NCM (Naval Cruise Missile) and STRATUS-RS (supersonic cruise missile) trio — which I unfortunately couldn’t see.
All of these systems from the two companies are complementary and would be of a great value to mount complex attacks against highly defended targets, as evidenced by similar projects in China (YJ-15, YJ-17, YJ-19 and YJ-20). However, the completion of some or all of these projects in France will depend on the significant budgetary constraints weighing on French military programs.
— Etienne Marcuz (@Etienne_Marcuz) November 5, 2026
Meskipun dioptimalkan untuk menyasar target permukaan laut, B-Strike Naval tetap mempertahankan kemampuan untuk menghancurkan target infrastruktur darat yang diperkuat (hardened targets). Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan hulu ledak multifungsi yang dapat diatur untuk peledakan di udara (airburst) maupun peledakan tertunda (delayed detonation) setelah menembus sasaran. Terkait platform peluncuran, rudal ini dirancang adaptable:
Silo Peluncur Vertikal (VLS)
Dapat diintegrasikan pada peluncur vertikal masa depan berukuran 25 inci di kapal perang utama.
Peluncur Permukaan
Dapat diluncurkan melalui tabung peluncur turunan varian darat, menggantikan kontainer peluncur rudal jelajah anti-kapal EXOCET yang ada saat ini.
Drone Laut (USV)
Rudal ini juga dirancang untuk dapat diusung oleh kapal tanpa awak berkecepatan tinggi jenis hydrofoil. Platform USV ini menawarkan penyebaran taktis yang diskret dan cepat, khususnya di kawasan perairan pantai (littoral zones)—sebuah opsi yang dinilai menarik minat negara-negara di kawasan Nordik.
Kemunculan konsep B-Strike versi maritim ini mengingatkan pada keberadaan rudal balistik anti-kapal Cina, seperti YJ-20, yang diperlihatkan pada parade militer di Beijing pada September 2025 dan menjadi persenjataan utama kapal perusak Type 052D serta kapal penjelajah Type 055 milik Angkatan Laut Cina (PLAN).
Di pameran yang sama, pabrikan MBDA juga memamerkan skenario penggunaan senjata penyerang jarak jauh (deep-strike) versi maritim melalui kombinasi trio Deluge (one-way effector), NCM (Naval Cruise Missile), dan rudal jelajah supersonik Stratus-RS.
ArianeGroup Tampilkan Mockup Rudal Balistik Darat Jarak Menengah dengan Hulu Ledak Hipersonik
Sistem persenjataan yang ditawarkan oleh ArianeGroup dan MBDA ini saling melengkapi. Kombinasi rudal balistik dan rudal jelajah tersebut menawarkan nilai taktis yang sangat tinggi untuk melancarkan serangan kompleks terhadap Gugus Tugas Kapal Induk atau armada laut yang dilindungi sistem pertahanan berlapis, serupa dengan doktrin doktrin penyerangan Cina yang mengombinasikan serangkaian rudal seri YJ (seperti YJ-15, YJ-17, YJ-19, dan YJ-20).
Meski demikian, realisasi penuh dari program rudal balistik maritim Eropa ini diperkirakan tetap bergantung pada komitmen anggaran militer Perancis dan negara-negara Eropa lainnya yang saat ini menghadapi tantangan keterbatasan finansial pada program-program pertahanan utama. (Gilang Perdana)
Cina Rilis NOTAM: Rudal Balistik Anti Kapal Hipersonik YJ-20 Diuji di Dekat Taiwan


