Masa depan kemampuan serbu amfibi Korps Marinir Inggris (Royal Marines) yang sempat dipertaruhkan pasca rencana pensiun dan penjualan dua unit LPD (Landing Platform Dock) Albion class akhirnya menemui titik terang. Bertepatan dengan KTT NATO di Turki, pemerintah Inggris dan Belanda resmi mengonfirmasi kerja sama pengadaan kapal angkut amfibi baru dalam program raksasa senilai £2,4 miliar. (more…)
Melihat senapan mesin dipasang pada bagian luar kapal selam yang sedang berlayar di permukaan adalah pemandangan yang sangat langka di era modern. Hal ini tentu sangat berbeda dengan era Perang Dunia II, di mana kapal selam kala itu lazim dilengkapi dengan kanon dek (deck gun) atau meriam anti-serangan udara (AA gun) untuk menghadapi ancaman permukaan. (more…)
Militer Inggris mengambil langkah modernisasi armada tempurnya dengan menguji coba sistem drone kamikaze domestik bernama Nyan One-Way Effector (OWE) langsung dari atas kapal yang sedang melaju. Diproduksi oleh Callen-Lenz, sebuah entitas di bawah raksasa pertahanan BAE Systems, wahana tanpa awak berukuran kompak dengan rentang sayap 2,9 meter ini dirancang khusus untuk serangan presisi berbiaya murah. (more…)
Sebuah bocoran laporan mengenai Rencana Investasi Pertahanan (Defence Investment Plan) Inggris yang dijadwalkan meluncur pada hari Selasa besok, memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat militer global. Informasi rahasia yang pertama kali diungkap oleh The Sunday Times pada Minggu, 28 Juni 2026 ini membeberkan langkah radikal London yang bakal menghapus pendanaan untuk proyek kapal perusak masa depan Type 83 dan fregat Type 32. (more…)
Kabar mengejutkan datang dari kekuatan pemukul bawah air Angkatan Laut Imperium Inggris (Royal Navy). Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh media pertahanan global, Royal Navy saat ini berada dalam kondisi rentan yang mengkhawatirkan setelah dilaporkan tidak memiliki satu pun kapal selam serang bertenaga nuklir (SSTN) dari Astute class yang berada dalam status siap tempur (combat-ready). (more…)
Ketegangan di kawasan Teluk memasuki fase kritis seiring dengan keputusan Inggris yang seolah “terseret” lebih dalam oleh Amerika Serikat ke dalam pusaran konflik langsung dengan Iran. Pengerahan kapal perusak (destroyer) HMS Dragon (D35) ke wilayah Selat Hormuz bukan sekadar misi patroli rutin, melainkan pernyataan sikap London yang kini berdiri sejajar dengan Washington dalam menghadapi potensi ancaman dari Teheran di jalur logistik energi paling vital di dunia. (more…)
Di luar kelaziman, Inggris sebagai negara dengan kekuatan maritim besar, dikabarkan akan menerima hibah kapal perang. Persisnya, Inggris akan menerima hibah kapal perang dari Pakistan. Namun, berbeda dengan Indonesia yang pernah menerima hibah kapal perang, yang diterima Inggris adalah kapal perang dalam kondisi sudah pensiun alias purna tugas. (more…)
Sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di belahan selatan, Angkatan Laut Indonesia di masa lalu pernah mengoperasikan pesawat udara yang mampu melakukan misi intai dan penindakan di lautan, menjalankan peran anti kapal selam (AKS) – anti submarine warfare (ASW) hingga tahap eliminasi dengan penghancuran kapal selam lewat torpedo dan bom laut. Momen keemasan tersebut diwarnai dengan beroperasinya Fairey Gannet produksi Fairey Aviation Company. (more…)
Setelah penjualan HMS Albion dan HMS Bulwark ke Brasil, praktis Angkatan Laut Inggris kehilangan unsur kekuatan serbu amfibi, yang mana tidak ada lagi Landing Platform Dock (LPD) yang dioperasikan Royal Navy. Lantaran konsep serbuan amfibi tak dihilangkan, maka ada peluang bagi biro desain (perancang) kapal untuk menawarkan desain LPD masa depan untuk Angkatan Laut Inggris, namun yang ditawarkan adalah LPD plus. (more…)
Kapal perang docking dalam waktu sangat lama, rupanya bukan hanya terjadi di negara berkembang, yang umumnya menghadapi kasus kesulitan anggaran atau macetnya pembiayaan. Di Inggris, yang dikenal sebagai negara maju dengan angkatan laut kelas imperium, nyatanya ada kapal perang yang mengalami waktu docking sangat panjang, bahkan mencapai 3.000 hari. (more…)