Militer Inggris mengambil langkah modernisasi armada tempurnya dengan menguji coba sistem drone kamikaze domestik bernama Nyan One-Way Effector (OWE) langsung dari atas kapal yang sedang melaju. Diproduksi oleh Callen-Lenz, sebuah entitas di bawah raksasa pertahanan BAE Systems, wahana tanpa awak berukuran kompak dengan rentang sayap 2,9 meter ini dirancang khusus untuk serangan presisi berbiaya murah. (more…)
Kabar mengejutkan datang dari kekuatan pemukul bawah air Angkatan Laut Imperium Inggris (Royal Navy). Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh media pertahanan global, Royal Navy saat ini berada dalam kondisi rentan yang mengkhawatirkan setelah dilaporkan tidak memiliki satu pun kapal selam serang bertenaga nuklir (SSTN) dari Astute class yang berada dalam status siap tempur (combat-ready). (more…)
Dinamika proyek jet tempur generasi keenam di Eropa kini tengah memasuki babak yang sangat krusial sekaligus penuh drama politik. Krisis anggaran dan ketidakpastian politik yang membayangi proyek Global Combat Air Programme (GCAP) bentukan Inggris, Italia, dan Jepang—sebagaimana telah diulas dalam artikel indomiliter.com sebelum ini—ternyata memiliki kemiripan nasib yang sangat kental dengan proyek rivalnya di daratan Eropa, yaitu Future Combat Air System (FCAS) yang digarap oleh Perancis, Jerman, dan Spanyol. (more…)
Ambisi besar Inggris untuk memimpin pengembangan teknologi udara masa depan melalui proyek jet tempur generasi keenam, Global Combat Air Programme (GCAP), kini tengah dihantam badai kritik tajam dan dinilai berpotensi menjadi salah satu bencana industri militer terbesar di era modern. (more…)
Meski pembangunannya diwarnai delay panjang dengan sejumlah polemik, fregat Angkatan Laut Malaysia Maharaja Lela class, rupanya dibekali persenjataan unik, yaitu pada haluan terpasang meriam Bofors 57 MK.3 L70 Naval Gun dengan Stealth Cupola, menjadikan Maharaja Lela kapal perang kedua yang mengadopsi Bofors MK110 dengan stealth cupola setelah korvet Visby class milik Angkatan Laut Swedia. (more…)
Memasuki penghujung tahun 2025, proyek jet tempur generasi 4.5 Korea Selatan, KF-21 Boramae, kembali mencatatkan tonggak sejarah penting. BAE Systems, raksasa pertahanan asal Inggris, baru saja merilis pengumuman terkait keberhasilan integrasi dan sertifikasi final sistem Identification Friend or Foe (IFF) untuk unit produksi massal KF-21. (more…)
Indonesia dan Filipina punya tantangan serupa dalam menghadapi kelompok separatis bersenjata, dan kedua negara juga sama-sama mengoperasikan pesawat serang ringan bermesin turboprop A-29 (aka – EMB-314) Super Tucano, untuk misi Close Air Support (CAS). Meski pesawatnya sama, untuk bekal persenjataan ternyata berbeda. (more…)
Setelah pengiriman Main Battle Tank (MBT) Challenger 2 , Inggris nampaknya belum lagi mengirimkan persenjataan berat kavaleri ke Ukraina. Sebut saja, meski stok ranpur Infantry Fighting Vehicle (IFV) Warrior milik Angkatan Darat Inggris (Royal Army) melimpah dan ada unit yang akan dipensiunkan, namun usulan untuk mengirim Warrior ke Ukraina telah ditolak. (more…)
Extra large autonomous underwater vehicle (XLAUV) atau drone bawah laut berukuran besar, menjadi fokus pengembangan pada sistem senjata di negara-negara besar. Dan terkait XLAUV ada kabar anyar datang dari Negeri Britania, Herne sebagai XLAUV otonom untuk misi militer dari BAE Systems telah berhasil diuji coba untuk pertama kalinya di pantai selatan Inggris. (more…)
Kabar yang satu ini bisa jadi kabar baik bagi negara pemburu alutsista bekas berkualitas. Persisnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris telah memtuskan untuk memensiunkan kapal serbu amfibi atau landing platform dock (LPD) Albion class dan kapal tanker Wave class. Keduanya telah dianggap ‘tua’ oleh Kemhan Inggris, meski sejatinya usia kapal-kapal ini masih relatif baru untuk ukuran negara berkembang. (more…)