Perkuat Pasukan Khusus NATO, Thales dan Leonardo Pasok Sistem Komunikasi Taktis Generasi Terbaru

Merespon dinamika perang modern (modern warfare) yang kian kompleks, NATO Communications and Information Agency (NCIA) secara resmi telah memilih konsorsium raksasa pertahanan Eropa, Thales dan Leonardo, untuk mendesain dan mengirimkan sistem informasi dan komunikasi taktis generasi terbaru.

Baca juga: Empat Negara NATO Jadi Korban ‘Sabotase’ di Laut Baltik, Terduga adalah “Yi Peng 3” Bulk Carrier Berbendera Cina

Sistem canggih yang dapat digelar dengan cepat (deployable communication and information system) ini dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional komando pasukan khusus tertinggi sekutu, Allied Special Operations Forces Command (SOFCOM). Proyek perdana ini menjadi bagian awal dari program skala besar NATO untuk memodernisasi infrastruktur siber dan komunikasi taktis regional demi memperkuat ketahanan kolektif aliansi.

Di bawah kontrak yang disepakati, konsorsium pertahanan asal Perancis dan Italia ini akan mengirimkan sekaligus memberikan pelatihan untuk enam unit markas komando portabel yang dikenal dengan istilah Deployable Points of Presence for Special Operations Component Commands (DPOP SOCC). Modul DPOP ini akan menjadi tulang punggung bagi sistem komunikasi dan informasi masa depan NATO yang terintegrasi pada jaringan terklasifikasi, tahan gangguan (resilient), serta memiliki tingkat keamanan siber yang sangat tinggi.

Sistem ini mengadopsi solusi pos komando berbasis kontainer/tempat berlindung (shelter) yang modular dan dapat diperluas sesuai kebutuhan di lapangan, hasil dari integrasi sistem (system integrator) yang dikembangkan matang oleh Leonardo.

Sebagai perangkat yang didedikasikan untuk unit elite pasukan khusus, sistem informasi taktis terbaru ini membawa sejumlah lompatan teknologi yang radikal. Di antaranya adalah infrastruktur IT Zero-day deployable yang memungkinkan sistem langsung aktif beroperasi sesaat setelah digelar di garis depan, kemampuan komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing), serta kemampuan komunikasi tangguh yang didesain dengan jejak fisik dan pancaran elektromagnetik seminimal mungkin agar tidak mudah terendus oleh deteksi intelijen lawan. Sistem ini juga menciptakan lingkungan multi-domain yang aman untuk pertukaran data misi antarunsur tempur di darat, laut, maupun udara.

Salah satu fitur paling revolusioner yang pertama kali diterapkan dalam konteks operasi NATO adalah kemampuan berbagi video bergerak secara real-time atau Full Motion Video (FMV) lintas sistem taktis yang berbeda. Kehadiran teknologi FMV ini dipastikan akan mendongkrak kesadaran situasional (situational awareness) dan efektivitas operasional pasukan khusus secara instan saat mengeksekusi misi-misi berisiko tinggi.

Guna menyukseskan proyek strategis berskala pan-Eropa ini, Thales dan Leonardo tidak hanya mengandalkan fasilitas produksi di Perancis dan Italia, melainkan juga turut menggandeng serta mengintegrasikan aset industri pertahanan dan teknologi kunci dari Inggris dan Jerman. (Gilang Perdana)

Mengenal BMS Personnel: Teknologi ‘Mata dan Otak’ Prajurit Infanteri Modern, Buatan Dalam Negeri!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *