Jet Tempur Shenyang J-15T “Flying Shark” Kini Mampu Beroperasi di Seluruh Kapal Induk Cina

Kekuatan penerbangan Angkatan Laut Cina (PLAN) baru saja mencatatkan pencapaian krusial yang akan mengubah peta kekuatan udara di kawasan Pasifik Barat. Jet tempur berbasis kapal induk terbaru mereka, J-15T—yang memiliki nama resmi “Feisha” (Flying Shark) dari pabrikan Shenyang—dilaporkan telah berhasil mencapai tingkat interoperabilitas penuh di seluruh armada kapal induk Cina.
Pada awalnya, varian J-15T dikembangkan secara khusus untuk beroperasi dari kapal induk terbaru dan tercanggih, Type 003 Fujian. Sematan huruf “T” pada varian ini merujuk pada kata “Tandanjia” yang berarti katapel, menandakan desainnya yang kompatibel dengan sistem peluncuran katapel elektromagnetik (EMALS – Electromagnetic Aircraft Launch System).
Namun, dalam uji coba terbaru, jet tempur mutakhir ini terbukti sukses dioperasikan dari dua kapal induk Cina terdahulu yang masih menggunakan sistem peluncuran konvensional peluncur ski (ski-jump), yaitu Liaoning dan Shandong.
🚨🇨🇳 China’s J-15T fighter achieves full carrier interoperability
The J-15T was initially developed for the newest carrier Fujian (with EMALS catapults), but has now been successfully tested on the older ski-jump carriers Liaoning and Shandong, giving the Chinese Navy… pic.twitter.com/GqY3t2uI9a
— Sputnik (@SputnikInt) July 4, 2026
Kemampuan J-15T untuk beroperasi lintas platform peluncuran ini memberikan fleksibilitas operasional yang belum pernah ada sebelumnya bagi Angkatan Laut Cina. Dengan pencapaian ini, armada jet tempur J-15T kini dapat dengan mudah dipindahkan atau dirotasi di antara ketiga kapal induk yang dimiliki Cina, tergantung pada jadwal perawatan kapal, rencana penyebaran kekuatan (deployment), maupun kebutuhan operasional di lapangan.
Keberadaan satu armada tempur tunggal yang seragam (common fighter fleet) secara otomatis menyederhanakan rantai logistik militer Beijing secara masif. PLAN tidak perlu lagi memisahkan suku cadang atau membuat program pelatihan pilot yang berbeda untuk setiap kapal induk, yang pada jangka panjang akan memangkas biaya operasional secara signifikan.
空母福建のカタパルト発進するJ-15Tと空母山東のスキージャンプ発進するJ-15の比較 pic.twitter.com/2SrUkIZdU8
— OedoSoldier (@OedoSoldier) September 22, 2025
Dari sisi teknis, varian “Catapult Flying Shark” ini membawa peningkatan yang sangat radikal dibandingkan dengan varian J-15 standar pendahulunya. Jet tempur ini dilengkapi dengan sistem avionik canggih, radar modern jenis AESA, sistem kendali terbang (flight controls) mutakhir, serta peningkatan struktur rangka pesawat (structural upgrades) yang sangat kokoh.
Penguatan struktur, terutama pada bagian roda pendaratan depan (nose gear), dirancang khusus agar pesawat mampu menahan tekanan ekstrem saat ditarik oleh katapel elektromagnetik, sekaligus tetap fleksibel saat melesat mandiri melalui ski-jump. Interoperabilitas teknis ini memastikan bahwa setiap kapal induk Cina kini dapat menerbangkan gugus udara yang mematikan tanpa harus dibatasi oleh varian pesawat tertentu.
Dengan memastikan jet tempur utamanya mampu beroperasi di dua sistem peluncuran yang berbeda jauh—katapel dan ski-jump— maka Cina terbukti sedang membangun kekuatan penerbangan kapal induk yang jauh lebih terintegrasi, adaptif, dan hemat biaya. Langkah taktis ini tidak hanya mempercepat kesiapan tempur armada lautnya, tetapi juga secara langsung memperkuat kemampuan proyeksi kekuatan militer Beijing secara masif di sepanjang wilayah Pasifik Barat hingga ke luar kawasan regional. (Bayu Pamungkas)


