Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) tampaknya belum akan memensiunkan salah satu pilar penangkal nuklir udara paling veteran miliknya dalam waktu dekat. Pada 30 Juni 2026, Boeing resmi menerima kontrak tunggal senilai US$49,5 juta dari Air Force Nuclear Weapons Center yang berbasis di Tinker Air Force Base, Oklahoma. Kontrak ini ditujukan untuk memproduksi ulang komponen elektronik krusial serta perangkat uji demi memperpanjang masa operasional rudal jelajah nuklir AGM-86B Air Launched Cruise Missile (ALCM) hingga Juni 2033. (more…)
Jet tempur F-22 Raptor, selama ini dikenal sebagai salah satu monster langit paling mematikan berkat kemampuan siluman (stealth) yang membuatnya nyaris tidak terlihat oleh radar musuh. Di balik performa superior tersebut, jet tempur ini diselimuti oleh warna cat abu-abu khas yang mendominasi hampir seluruh bodi pesawat. (more…)
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penampakan fisik dari rudal balistik antarbenua (ICBM) masa depan Amerika Serikat, LGM-35A Sentinel, akhirnya terungkap ke publik. Northrop Grumman selaku kontraktor utama sukses menyelesaikan tahap krusial validasi struktural pada bagian depan (integrated front end) rudal nuklir strategis tersebut di Large Acoustic Test Facility milik mereka di Redondo Beach, California. (more…)
Tepat pada hari ini, 30 Juni 1968, sejarah penerbangan militer dunia mencatat sebuah pencapaian fenomenal ketika pesawat angkut berat terbesar milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), Lockheed C-5 Galaxy, sukses melaksanakan penerbangan perdana (first flight). Mengambil tempat di fasilitas pabrik Lockheed di Marietta, Georgia, raksasa besi ini mengudara ke langit untuk pertama kalinya guna membuktikan kemampuan desain radikalnya. (more…)
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan tengah memulai langkah radikal yang akan menjungkirbalikkan doktrin pertempuran udara jarak jauh (Beyond Visual Range) global. Melalui program ambisius bertajuk Air Force Long Range Weapon (AFLRW), pentagon kini sedang memburu desain rudal udara-ke-udara mutakhir yang mampu menghantam target pada jarak ekstrem, sedikitnya 1.000 mil laut atau setara dengan 1.852 kilometer. (more…)
Mayoritas jet tempur generasi keempat dan kelima dirancang untuk beroperasi secara optimal pada ketinggian di bawah 50.000 kaki (sekitar 15 kilometer). Namun, ada satu penempur yang mampu melenggang dengan sangat mudah di lapisan stratosfer ekstrem, menembus ketinggian di atas 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer). Pesawat tersebut adalah Lockheed Martin F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS (USAF). (more…)
General Atomics FQ-42 (atas) dan Anduril FQ-44 (bawah).
Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force/USAF) resmi mengumumkan langkah revolusioner dalam modernisasi kekuatan udara mereka dengan memberikan kontrak manufaktur dan produksi awal untuk program Collaborative Combat Aircraft (CCA). Dalam pengumuman, USAF resmi menunjuk dua kontraktor utama, yaitu General Atomics dengan platform FQ-42 dan Anduril Industries melalui platform FQ-44. (more…)
Insiden jatuhnya pesawat pembom strategis B-52H Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Edwards Air Force Base baru-baru ini kembali membuka diskusi hangat di kalangan pencinta aviasi militer. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul pasca-kecelakaan maut tersebut adalah mengapa sistem keselamatan darurat pesawat tidak mampu menyelamatkan para kru. (more…)
Hanya sesaat setelah publik dikejutkan oleh kabar jatuhnya pengebom strategis supersonik Tu-22M3 milik Angkatan Udara Rusia di Siberia, insiden yang jauh lebih fatal menimpa pilar utama triad nuklir Amerika Serikat. Sebuah pesawat pengebom raksasa B-52H Stratofortress dilaporkan jatuh dan hancur menjadi puing sesaat setelah lepas landas dari Edwards Air Force Base (AFB) di California, Amerika Serikat. (more…)
USAF Air Mobility Command (AMC) dilaporkan tengah melakukan peningkatan kapabilitas komunikasi yang sangat masif dan radikal pada armada pesawat tanker legendaris KC-135 Stratotanker. Langkah darurat ini terendus setelah sebuah unit KC-135 tertangkap kamera fotografer penerbangan Alessandro Ledda di pangkalan udara RAF Mildenhall, Inggris—sebuah hub vital USAF yang kerap digunakan untuk menyokong operasi militer di Timur Tengah. (more…)