Setelah Rehat 20 Tahun, USAF Pertimbangkan Beli F-16 Baru untuk Tambah Armada Tempur Garis Depan

F-16C Block 70 Viper Slovakia.

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan sedang berada dalam tahap diskusi awal untuk kembali membeli jet tempur F-16 Fighting Falcon rakitan baru. Langkah ini menandai potensi kembalinya pengadaan F-16 oleh Pentagon setelah jeda lebih dari dua dekade.

Baca juga: Alami Masalah Pasca Lepas Landas, Dua Jet Tempur F-16V Block 70 Taiwan Terpaksa Return to Base di Hawaii

Dalam rencana anggaran tahun anggaran 2028 (Fiscal Year 2028), USAF melirik potensi varian terbaru yang ditingkatkan, yang kemungkinan bakal diberi kode F-16G, dengan memanfaatkan lini produksi aktif Lockheed Martin di Greenville, South Carolina.

Saat ini, USAF masih mengoperasikan sekitar 826 unit F-16 yang usianya makin menua, dengan hanya 484 unit di antaranya yang disiagakan aktif dalam unit tempur utama. Di tengah lambatnya laju pengiriman dan peningkatan populasi jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II, pimpinan Angkatan Udara AS membutuhkan solusi pesawat tempur yang terjangkau secara operasional untuk menjalankan misi-misi harian non-siluman, seperti patroli udara (air policing), pertahanan wilayah udara domestik, hingga pelatihan penerbang.

Dilema efisiensi biaya dan jumlah armada (combat mass) menjadi alasan utama munculnya wacana ini. Pihak pendukung rencana menilai penambahan unit F-16 generasi anyar dapat menyuplai kuantitas armada tempur secara cepat tanpa menguras anggaran operasional yang membengkak.

Di sisi lain, para kritikus dan pihak skeptis mempertanyakan keputusan dialokasikannya kembali anggaran untuk pesawat generasi keempat di saat AS tengah berinvestasi besar-besaran pada program F-35 serta pengembangan sistem tempur masa depan (Next Generation Air Dominance/NGAD).

F-16G dikategorikan berada di atas standar F-16 Block 70/72 (Viper), atau sering disebut sebagai standar Block 70+ / Advanced Block. Varian ini dikembangkan berbasis platform F-16V ekspor namun disesuaikan khusus (customized) untuk memenuhi doktrin tempur khusus USAF.

Jantung avioniknya mengandalkan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) AN/APG-83 SABR yang dipadu dengan mission computer berkecepatan tinggi, kokpit Center Pedestal Display (CPD) beresolusi tinggi, serta sistem data-link Link 16 yang ditingkatkan untuk interoperabilitas mutlak dengan F-35 dan F-22 Raptor.

Di Tengah Krisis Industri Pertahanan, AS Buka Kompetisi Sengit untuk Mesin Baru F-15EX dan F-16

Selain pembaruan sistem sensor, F-16G dibekali perbaikan struktur badan (airframe) yang memberikan usia pakai hingga 12.000 jam terbang—hampir dua kali lipat dibanding F-16 era awal. Varian ini juga dirancang untuk mengusung tangki bahan bakar konformal (Conformal Fuel Tanks / CFT) guna memperjauh jarak jelajah tanpa mengorbankan titik gantung senjata (hardpoint).

Untuk keselamatan dan daya tahan di medan tempur, F-16G mengintegrasikan sistem Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto GCAS), perangkap elektronik Digital Radio Frequency Memory (DRFM) jammer, serta kemampuan membawa munisi presisi generasi terbaru seperti AIM-120D AMRAAM, AGM-158 JASSM, hingga integrasi skema uji coba untuk beroperasi berdampingan dengan drone pengawal (Collaborative Combat Aircraft/CCA).

Jika terealisasi dalam anggaran 2028, pengadaan F-16G ini akan menjadi strategi penyeimbang antara kesiapan tempur jangka pendek dan modernisasi jangka panjang armada udara AS. (Gilang Perdana)

Northrop Grumman Kirim Radar AESA APG-83 ke-1.000 untuk Armada Jet Tempur F-16

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *