Alami Masalah Pasca Lepas Landas, Dua Jet Tempur F-16V Block 70 Taiwan Terpaksa Return to Base di Hawaii

Dua unit pertama jet tempur F-16V Block 70 pesanan Angkatan Udara Taiwan (ROCAF) terus dihadapkan pada serangkaian hambatan dalam penerbangan penyeberangan (ferry flight) dari Amerika Serikat. Setelah sempat tertahan lama akibat dinamika cuaca Pasifik, dua pesawat berkode ekor 6727 dan 6728 tersebut dilaporkan mendadak putar balik (return to base) dan mendarat kembali di Pangkalan Udara Hickam, Hawaii, tak lama usai lepas landas.

Baca juga: Dilengkapi Conformal Fuel Tank, Dua Jet Tempur F-16V Viper Block 70 Pertama Taiwan Transit di Guam

Sebagaimana dihimpun dari laporan Taiwan News dan Taipei Times, insiden ini menegaskan bahwa penyelesaian perakitan di pabrik hanyalah awal dari proses panjang pengadaan alutsista yang kompleks.

Berdasarkan prosedur standar pengiriman lintas benua, memboyong F-16 dari fasilitas manufaktur Lockheed Martin di Greenville menuju Taiwan membutuhkan dukungan logistik presisi. Rute ini memerlukan sedikitnya 19 kali pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling) serta transit penting di Hawaii dan Guam.

Rute penerbangan dari Hawaii menuju Guam sendiri memakan waktu sekitar 8 jam 20 menit, disusul rute Guam–Taiwan selama 4 jam 40 menit. Kendati varian Block 70 telah dilengkapi tangki bahan bakar konformal (Conformal Fuel Tanks/CFT) untuk memperjauh jarak jelajah, keputusan penerbang untuk kembali ke Hawaii mengindikasikan adanya kendala teknis atau indikasi sistem yang membutuhkan pemeriksaan mendalam demi keselamatan penyeberangan samudra.

Sebelumnya, sempat beredar laporan lokal yang menyebutkan bahwa kedua jet tempur tersebut telah tiba di Guam pada akhir Agustus. Namun, perkembangan terbaru dan laporan pemantauan penerbangan mengonfirmasi bahwa klaim tersebut prematur; kedua pesawat faktanya belum pernah mendarat di Guam akibat tertahan lebih lama di Hawaii hingga akhirnya mengalami insiden return to base.

Di luar kendala logistik penerbangan, program pembelian 66 unit F-16C/D Block 70 senilai US$7,7 miliar di bawah proyek Feng Hsiang (Peace Phoenix Soaring) ini juga dibayangi perdebatan kelengkapan subsistem. Parlemen Taiwan sempat mempertanyakan kepatuhan dan kelengkapan sistem perang elektronik (Electronic Warfare) internal AN/ALQ-254 Viper Shield pada unit yang dikirim. Meskipun Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo menegaskan sistem tersebut telah sesuai standar operasional varian Block 70 global, kepastian integrasi perangkat internal pada dua unit pertama ini tetap menjadi sorotan pengamat militer.

Berkat ‘Sniper Pod’ Pasif, F-16V Taiwan Sukses Intip Nomor Serial Jet Tempur J-16 Cina dari Jarak 187 Km

Secara kualifikasi teknis, 66 unit rakitan baru F-16C/D Block 70 ini memiliki perbedaan fundamental mendasar dibanding 139 unit F-16A/B milik ROCAF yang sebelumnya diungkit kemampuannya (upgrade) ke standar F-16V Block 20 melalui proyek Feng Chan (Peace Phoenix Rising). Varian rakitan baru Block 70 membawa struktur airframe baru dengan usia pakai lebih panjang, radar AESA AN/APG-83, serta sistem avionik yang dirancang khusus untuk menghadapi kerapatan ancaman udara modern di Selat Taiwan.

Nantinya, armada baru ini akan ditempatkan di Pangkalan Udara Chihhang, Kabupaten Taitung, di bawah kendali Sayap Tempur Taktis ke-7 ROCAF untuk memperkuat garis pertahanan di wilayah timur Taiwan. Pengadaan yang mulanya ditargetkan rampung pada 2026 ini kini diproyeksikan bergeser hingga rentang 2027–2028 akibat penyesuaian ulang lini produksi dan rantai pasok.

Bagi Angkatan Udara Taiwan, pendaratan fisik di Taitung nantinya baru menjadi permulaan, sebelum dilanjutkan dengan tahap uji serah terima teknis (acceptance test), integrasi datalink, serta latihan konversi penerbang menuju status kesiapan operasional penuh. (Gilang Perdana)

KC-10 Extender: Serba Serbi Pesawat Tanker ‘Pendukung’ Ferry Flight F-16 TNI AU

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *