Amerika Serikat kembali membuka kemungkinan untuk menghidupkan lini produksi pesawat angkut strategis C-17 Globemaster III, lebih dari satu dekade setelah produksi pesawat tersebut dihentikan pada 2015. Namun, rencana ini bukan perkara sederhana karena biaya untuk membuka kembali fasilitas produksinya diperkirakan sangat besar. (more…)
Manufaktur drone tempur asal Amerika Serikat, General Atomics, resmi memperkenalkan Wildfire, sebuah UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) modular jarak jauh terbaru yang dirancang untuk bersaing dalam program Massed Modular Aircraft (MMA) milik Angkatan Udara AS (USAF). (more…)
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan sedang berada dalam tahap diskusi awal untuk kembali membeli jet tempur F-16 Fighting Falcon rakitan baru. Langkah ini menandai potensi kembalinya pengadaan F-16 oleh Pentagon setelah jeda lebih dari dua dekade. (more…)
Jet tempur F-22 Raptor, selama ini dikenal sebagai salah satu monster langit paling mematikan berkat kemampuan siluman (stealth) yang membuatnya nyaris tidak terlihat oleh radar musuh. Di balik performa superior tersebut, jet tempur ini diselimuti oleh warna cat abu-abu khas yang mendominasi hampir seluruh bodi pesawat. (more…)
Tepat pada hari ini, 30 Juni 1968, sejarah penerbangan militer dunia mencatat sebuah pencapaian fenomenal ketika pesawat angkut berat terbesar milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), Lockheed C-5 Galaxy, sukses melaksanakan penerbangan perdana (first flight). Mengambil tempat di fasilitas pabrik Lockheed di Marietta, Georgia, raksasa besi ini mengudara ke langit untuk pertama kalinya guna membuktikan kemampuan desain radikalnya. (more…)
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan tengah memulai langkah radikal yang akan menjungkirbalikkan doktrin pertempuran udara jarak jauh (Beyond Visual Range) global. Melalui program ambisius bertajuk Air Force Long Range Weapon (AFLRW), pentagon kini sedang memburu desain rudal udara-ke-udara mutakhir yang mampu menghantam target pada jarak ekstrem, sedikitnya 1.000 mil laut atau setara dengan 1.852 kilometer. (more…)
Insiden jatuhnya pesawat pembom strategis B-52H Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Edwards Air Force Base baru-baru ini kembali membuka diskusi hangat di kalangan pencinta aviasi militer. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul pasca-kecelakaan maut tersebut adalah mengapa sistem keselamatan darurat pesawat tidak mampu menyelamatkan para kru. (more…)
Angkatan Udara AS (USAF) secara resmi telah memperbarui regulasi mereka dengan melarang penggunaan kacamata pintar (smart glasses) bagi personel yang sedang bertugas. Kebijakan ini merupakan respons proaktif terhadap ledakan teknologi wearable komersial yang, meski tampak praktis bagi warga sipil, menyimpan celah keamanan fatal di lingkungan militer yang serba rahasia. (more…)
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) belum lama menggelar uji coba amunisi terbaru, Extended Range Attack Munition (ERAM). Pada 21 Januari 2026, senjata ini berhasil membuktikan kemampuannya melalui uji coba dengan hulu ledak tajam (live warhead) di Pangkalan Udara Eglin, Florida, menandai lahirnya kategori baru dalam teknologi rudal jelajah. (more…)
Angkatan Udara AS (USAF) mengonfirmasi bahwa mereka terpaksa menembak jatuh salah satu drone tempur (UCAV) MQ-9 Reaper mereka sendiri di lepas pantai Korea Selatan. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah darurat dan sesuai protokol keselamatan setelah drone tersebut mengalami kegagalan teknis yang serius dan tak dapat diperbaiki. (more…)