Dalam dunia penerbangan, teknik mendaratkan pesawat saat angin kencang bertiup menyamping (crosswind landing) merupakan salah satu ujian keterampilan paling krusial bagi seorang pilot. Pada umumnya, jet tempur maupun pesawat angkut taktis akan menerapkan teknik wing-low atau crab landing dengan mengoreksi posisi kemudi ekor (rudder) dan memiringkan sayap di detik-detik terakhir jelang menyentuh landasan. (more…)
Sinyal darurat dari aset strategis milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) mendadak memicu kegemparan di kawasan Teluk Persia pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pesawat kendali dan peringatan dini (Airborne Warning and Control System/AWACS) berbasis Boeing E-3B Sentry dengan nomor registrasi 79-0002 dilaporkan memancarkan kode darurat umum (squawk 7700) saat melintas di koridor udara antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar. (more…)
Di tengah restriksi ketat dan narasi ancaman keamanan nasional yang digaungkan Washington, Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) justru mengambil langkah pragmatis yang memicu sorotan. Skuadron Operasi Keamanan Rudal ke-90 (90th Missile Security Operations Squadron) yang bertugas mengamankan pangkalan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM) Minuteman III di F.E. Warren Air Force Base, Wyoming, mengajukan pengadaan unit drone komersial buatan perusahaan asal Cina, SZ DJI Technology Co., Ltd. (more…)
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) tampaknya belum akan memensiunkan salah satu pilar penangkal nuklir udara paling veteran miliknya dalam waktu dekat. Pada 30 Juni 2026, Boeing resmi menerima kontrak tunggal senilai US$49,5 juta dari Air Force Nuclear Weapons Center yang berbasis di Tinker Air Force Base, Oklahoma. Kontrak ini ditujukan untuk memproduksi ulang komponen elektronik krusial serta perangkat uji demi memperpanjang masa operasional rudal jelajah nuklir AGM-86B Air Launched Cruise Missile (ALCM) hingga Juni 2033. (more…)
Jet tempur F-22 Raptor, selama ini dikenal sebagai salah satu monster langit paling mematikan berkat kemampuan siluman (stealth) yang membuatnya nyaris tidak terlihat oleh radar musuh. Di balik performa superior tersebut, jet tempur ini diselimuti oleh warna cat abu-abu khas yang mendominasi hampir seluruh bodi pesawat. (more…)
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penampakan fisik dari rudal balistik antarbenua (ICBM) masa depan Amerika Serikat, LGM-35A Sentinel, akhirnya terungkap ke publik. Northrop Grumman selaku kontraktor utama sukses menyelesaikan tahap krusial validasi struktural pada bagian depan (integrated front end) rudal nuklir strategis tersebut di Large Acoustic Test Facility milik mereka di Redondo Beach, California. (more…)
Tepat pada hari ini, 30 Juni 1968, sejarah penerbangan militer dunia mencatat sebuah pencapaian fenomenal ketika pesawat angkut berat terbesar milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), Lockheed C-5 Galaxy, sukses melaksanakan penerbangan perdana (first flight). Mengambil tempat di fasilitas pabrik Lockheed di Marietta, Georgia, raksasa besi ini mengudara ke langit untuk pertama kalinya guna membuktikan kemampuan desain radikalnya. (more…)
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan tengah memulai langkah radikal yang akan menjungkirbalikkan doktrin pertempuran udara jarak jauh (Beyond Visual Range) global. Melalui program ambisius bertajuk Air Force Long Range Weapon (AFLRW), pentagon kini sedang memburu desain rudal udara-ke-udara mutakhir yang mampu menghantam target pada jarak ekstrem, sedikitnya 1.000 mil laut atau setara dengan 1.852 kilometer. (more…)
Mayoritas jet tempur generasi keempat dan kelima dirancang untuk beroperasi secara optimal pada ketinggian di bawah 50.000 kaki (sekitar 15 kilometer). Namun, ada satu penempur yang mampu melenggang dengan sangat mudah di lapisan stratosfer ekstrem, menembus ketinggian di atas 60.000 kaki (lebih dari 18 kilometer). Pesawat tersebut adalah Lockheed Martin F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS (USAF). (more…)
General Atomics FQ-42 (atas) dan Anduril FQ-44 (bawah).
Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force/USAF) resmi mengumumkan langkah revolusioner dalam modernisasi kekuatan udara mereka dengan memberikan kontrak manufaktur dan produksi awal untuk program Collaborative Combat Aircraft (CCA). Dalam pengumuman, USAF resmi menunjuk dua kontraktor utama, yaitu General Atomics dengan platform FQ-42 dan Anduril Industries melalui platform FQ-44. (more…)