Gunakan Peluncuran Dingin Tanpa Jejak Termal, MBDA Deutschland Perkenalkan Amunisi Presisi ALE

MBDA Deutschland resmi meluncurkan inovasi alutsista terbarunya yang diberi nama Air Launched Effect (ALE). Persenjataan ini hadir sebagai amunisi presisi ringan berkonsep modular yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pertempuran modern. Memiliki fleksibilitas operasional yang tinggi, ALE tidak hanya dapat dilepaskan dari helikopter dan pesawat nirawak (drone), melainkan juga dapat diintegrasikan pada platform kapal perang permukaan.

Baca juga: MBDA Deutschland dan IAI (Israel) Sepakat Bangun Basis Produksi Drone Kamikaze di Jerman

Berbeda dari rudal konvensional yang langsung menyalakan motor roket saat keluar dari peluncur, ALE mengadopsi mekanisme pelepasan yang sangat unik dan taktis. Amunisi ini dilontarkan dari tabung peluncur (launch tube) menggunakan sistem kantong udara (airbag system).

Metode pelontaran dingin (cold launch) ini memastikan ALE tidak meninggalkan jejak termal (thermal signature) sama sekali di titik peluncuran, sehingga posisi platform peluncur tetap tersembunyi dari radar atau sensor infra-merah musuh. Setelah keluar dari tabung dan berada di udara, ALE baru akan membentangkan bilah baling-balingnya dan melanjutkan penerbangan menggunakan unit penggerak bertenaga listrik.

Dari spesifikasi, ALE membawa dimensi yang sangat ringkas namun mematikan. ALE dirancang dengan diameter tabung 120 mm dan bobot total yang sangat ringan, yaitu tidak lebih dari 12 kg. Meski kompak, sistem penggerak listriknya mampu mendorong amunisi ini mencapai kecepatan jelajah hingga 350 km/jam dengan jangkauan operasional yang terhitung jauh, yaitu mencapai 50 kilometer.

Hadapi Ancaman Drone, Airbus dan Quantum Systems Integrasikan Rudal Pencegat C-UAS di Helikopter Militer

Fleksibilitas muatan modular pada ALE membuatnya mampu mengemban berbagai macam misi di kancah pertempuran. ALE dapat dikonfigurasi sebagai amunisi penyerang langsung untuk menghantam target statis maupun target bergerak.

Di luar fungsi sebagai loitering munition, ALE juga dapat dibekali sensor elektro-optik untuk menjalankan misi pengintaian dan intelijen (ISR), atau dipasangi perangkat peperangan elektronik (electronic warfare decoy) guna mengecoh jaringan sistem pertahanan udara musuh.

Keunggulan terbesar dari ALE terletak pada kalkulasi efisiensi biaya produksinya. MBDA Deutschland dari Jerman merancang lini produksi ALE agar jauh lebih murah dibandingkan dengan harga manufaktur rudal tradisional. Biaya yang ekonomis ini membuka peluang bagi doktrin militer modern untuk menggelar simulasi serangan massal (mass deployment) serta taktik kawanan (swarming), yang siap menguras kegunaan dan logistik sistem pertahanan udara mahal milik lawan di medan perang masa depan. (Bayu Pamungkas)

Airbus Resmi Perkenalkan U145, Helikopter Tanpa Awak Multi-Misi Berbasis Platform H145

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *