Lima raksasa industri pertahanan Eropa—Airbus Defence and Space, Destinus, MBDA Deutschland, Safran Electronics & Defense, dan Thales—secara resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendirikan Konsorsium Bliksem EXO. Langkah masif ini menandai dimulainya program mandiri (sovereign) pertama Eropa untuk mengembangkan sistem rudal pencegat luar angkasa (exo-atmospheric upper-layer interceptor) guna menangkal ancaman rudal balistik jarak menengah. (more…)
MBDA Deutschland resmi meluncurkan inovasi alutsista terbarunya yang diberi nama Air Launched Effect (ALE). Persenjataan ini hadir sebagai amunisi presisi ringan berkonsep modular yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pertempuran modern. Memiliki fleksibilitas operasional yang tinggi, ALE tidak hanya dapat dilepaskan dari helikopter dan pesawat nirawak (drone), melainkan juga dapat diintegrasikan pada platform kapal perang permukaan. (more…)
MBDA menggebrak panggung pameran dirgantara ILA Berlin 2026 dengan meluncurkan sistem pertahanan udara (hanud) hibrida yang diberi label DEFENDAIR-DEWS-L. Sistem ini dirancang khusus dengan pendekatan komprehensif untuk menghadapi ancaman kawanan drone yang kian meresahkan di medan perang modern. (more…)
Lampu hijau yang diberikan Jerman bagi Turki untuk mengakuisisi jet tempur Eurofighter Typhoon tidak terjadi begitu saja. Di balik kesepakatan bersejarah ini, terdapat peran krusial Spanyol sebagai “broker” diplomatik. (more…)
Setelah diperkenalkan pada Pameran Dirgantara Internasional (ILA) 2024 di Berlin, kini pengembangan rudal anti drone yang disebut Small Anti Drone Missile (SADM) telah memasuki babak baru, setelah pada 8 November 2025, Parlemen Jerman (Bundestag) memberikan persetujuan untuk proyek SADM dengan estimasi anggaran sekitar €490 juta (US$565 juta). (more…)
Kemampuan serangan jarak jauh secara presisi adalah penentu dalam peperangan modern, termasuk dalam skenario di Semenjang Korea, maka Korea Selatan akan sangat bertumpu pada kemampuan dari rudal jelajah jarak jauh yang dimiliki. Dan bicara tentang hal tersebut, maka kesiapan tempur Angkatan Udara Korea Selatan tak bisa dilepaskan dari aset strategis berupa rudal jelajah Taurus buatan Jerman. (more…)
Infanteri Angkatan Darat Jerman tak lama lagi akan mendapatkan jenis senjata ringan anti tank generasi baru, yakni Enforcer yang diproduksi MBDA Deutschland. Enforcer juga dirancang sebagai rudal anti permukaan (anti perkubuan) yang ringkas dengan desain kompak serta mudah dillucurkan dari bahu seorang prajurit. (more…)
Perang di Ukraina telah memperlihatkan betapa pentingnya drone kamikaze. Dan Jerman sebagai negara yang amat khawatir terdampak konflik, telah mengucurkan anggaran militer 100 miliar euro pada tahun 2022. Selain pengadaan rudal hanud jarak jauh dan jet tempur stealth F-35A Lightning II, Jerman juga telah memutuskan untuk memproduksi drone kamikaze (loitering munition) di wilayahnya. (more…)