Hadapi Ancaman Drone, Airbus dan Quantum Systems Integrasikan Rudal Pencegat C-UAS di Helikopter Militer

Dalam ajang pameran dirgantara ILA Berlin 2026, Airbus Helicopters menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Quantum Systems pada Rabu (10/6/2026). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi kemampuan sistem pencegat anti-drone (Counter-Unmanned Aerial Systems/C-UAS) milik Quantum Systems ke dalam jajaran helikopter militer buatan Airbus.
Baca juga: Airbus dan Diehl Defence Kerja Sama Dongkrak Kemampuan Rudal Hanud IRIS-T SLM
Sebagai langkah awal, integrasi sistem anti-drone ini akan diterapkan pada helikopter multi-peran H145M. Kemitraan strategis ini dibangun di atas komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pertahanan Eropa, sekaligus menyediakan solusi yang tangkas dan siap tempur bagi angkatan bersenjata dalam menghadapi ancaman udara asimetris modern.
Stefan Thomé, Executive Vice President Programmes Airbus Helicopters, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah krusial untuk memperluas spektrum operasional helikopter militer milik Airbus. Melalui integrasi ini, awak helikopter diharapkan dapat mengendalikan ruang udara secara efektif dari ancaman wahana tanpa awak.
“Helikopter H145M, dengan arsitektur sistem terbuka yang canggih serta potensi pengembangan yang luar biasa, menjadi platform peluncuran yang ideal untuk inisiatif bersama ini. Dengan menggabungkan portofolio helikopter militer kami yang luas dengan solusi C-UAS yang inovatif, kami berkomitmen melindungi personel dan aset, sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi serta kapabilitas pertahanan Eropa,” ujar Stefan Thomé.
Airbus Resmi Perkenalkan U145, Helikopter Tanpa Awak Multi-Misi Berbasis Platform H145
Sementara itu, Chief Revenue Officer Quantum Systems, Martin Karkour, menekankan pentingnya sinergi industri pertahanan di Eropa untuk menjawab tantangan operasional yang terus berkembang. Menurutnya, perkembangan konflik saat ini menunjukkan bahwa sistem udara membutuhkan jawaban nyata untuk menangkal ancaman drone.
Mengenal Sistem Pencegat C-UAS Quantum Systems
Berbeda dengan rudal pertahanan udara konvensional yang mengandalkan hulu ledak besar, sistem pencegat C-UAS dari Quantum Systems merupakan wahana otonom (drone pencegat) taktis yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman udara asimetris. Mengusung struktur bermaterial karbon yang ringan namun kokoh, sistem pencegat ini mampu melesat dengan kecepatan tinggi untuk mendeteksi, mengejar, dan melumpuhkan drone intai maupun drone kamikaze musuh secara kinetik pada jarak aman.
Dilengkapi dengan modul kamera ganda (siang/termal), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk penguncian target otomatis, serta integrasi radar, sistem interceptor ini menawarkan solusi pertahanan udara titik yang jauh lebih ekonomis, lincah, dan efektif untuk melindungi aset serta personel dari serangan kawanan drone (drone swarm).
Premiere des AIR LAUNCHED EFFECTOR Konzepts @ ILA
ALE wird Nutzern eine kostengünstige und schnell verfügbare Multi-Domain Air-Launched Fähigkeit bieten.
MBDA zeigt das modulare Konzept noch bis Sonntag am eigenen Stand und @AirbusHeli auf der @ILA_Berlin. pic.twitter.com/rcD9lYD9wl— MBDA Deutschland (@MBDADeutschland) June 10, 2026
Di ILA Berlin 2026, Airbus Helicopters juga memperkenalkan U145, yang merupakan versi tanpa awak (uncrewed) dari keluarga helikopter H145. Menariknya, pada area pameran statis Airbus, mockup helikopter U145 tersebut sudah ditampilkan lengkap dengan integrasi solusi C-UAS mutakhir lansiran Quantum Systems.
Langkah ini menandai babak baru dalam evolusi pertempuran udara, di mana helikopter serbu dan taktis tidak hanya berfungsi untuk menyerang sasaran di darat atau transportasi, tetapi juga berperan aktif sebagai platform pemburu drone di medan laga. (Bayu Pamungkas)
IRIS-T SLS MK4: Sistem Hanud “All-in-One” Pemburu Drone yang Bisa Menembak Sambil Berjalan


