Airbus dan Diehl Defence Kerja Sama Dongkrak Kemampuan Rudal Hanud IRIS-T SLM

Dua raksasa industri pertahanan Eropa, Airbus Defence and Space dan Diehl Defence, secara resmi menandatangani kesepakatan strategis baru untuk kerja sama di bidang sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi (Integrated Air and Missile Defence – IAMD).

Baca juga: Prototipe Kedua KF-21 Boramae Luncurkan Rudal Udara ke Udara IRIS-T

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum pameran dirgantara bergengsi ILA Berlin Air Show 2026 yang berlangsung di Jerman pada hari ini, Rabu, 10 Juni 2026. Melalui aliansi terbaru ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk mengombinasikan keunggulan teknologi dan kapabilitas teknis masing-masing guna merespons dinamika ancaman udara global yang kian kompleks, sekaligus mengamankan pangsa pasar sistem pertahanan udara berbasis darat (Ground-Based Air Defence – GBAD) di kawasan Eropa dan sekitarnya.

Langkah penguatan kemitraan ini sejatinya berpijak pada rekam jejak kesuksesan kolaborasi jangka panjang kedua raksasa tersebut dalam melahirkan sistem rudal pertahanan udara jarak menengah andalan, IRIS-T SLM. Dalam ekosistem alutsista pelindung objek vital, infrastruktur sipil, dan target bernilai strategis tinggi ini, Airbus Defence and Space bertindak sebagai penyedia solusi sistem Komando dan Pengendalian (Command and Control – C2) berarsitektur tangguh yang telah teruji di medan tempur nyata (battle-proven).

Sementara itu, Diehl Defence memegang tanggung jawab penuh atas keseluruhan sistem GBAD, yang mencakup penyediaan rudal efektor serta kendaraan peluncur (launchers). Efektivitas kolaborasi ini telah tervalidasi secara nyata lewat performa tempur gemilang sistem IRIS-T SLM/SLS di palagan Ukraina dalam merontokkan berbagai ancaman udara, yang kemudian memicu gelombang adopsi massal oleh sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Bulgaria, Denmark, Estonia, Latvia, Slovenia, Swedia, hingga Swiss.

Berdasarkan pengalaman operasional yang solid tersebut, Diehl Defence dan Airbus Defence and Space kini membidik potensi peningkatan produk generasi berikutnya demi menyajikan kapabilitas yang lebih mumpuni serta fleksibilitas taktis yang lebih gesit bagi para pengguna. Salah satu langkah konkret yang direncanakan untuk mencapai target ambisius tersebut adalah pendirian sebuah laboratorium pengembangan bersama yang dinamakan Battle Lab.

Dengan mengintegrasikan lapisan sistem komando C2 masa depan buatan Airbus bersama rudal-rudal efektor andalan Diehl Defence, kemitraan ini berambisi untuk menciptakan perisai pertahanan udara yang tangguh, terhubung penuh dalam jaringan (fully networked), serta mampu disesuaikan secara mulus guna memenuhi standar operasional NATO dan cetak biru European Sky Shield Initiative (ESSI).

CEO Airbus Defence and Space, Michael Schoellhorn, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan pendorong utama sekaligus batu loncatan penting bagi perluasan inisiatif perisai udara ESSI karena menawarkan arsitektur sistem yang terbuka bagi pelanggan lama maupun baru.

Senada dengan hal tersebut, CEO Diehl Defence, Helmut Rauch, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian sistem GBAD bersama Airbus sejauh ini dan optimis bahwa integrasi teknologi cerdas ini akan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan taktis para pengguna di masa depan. Kolaborasi ini kian menegaskan dominasi aliansi industri pertahanan Jerman dan Eropa dalam memimpin inovasi teknologi payung udara taktis yang mandiri dan mematikan di tengah ketegangan geopolitik yang terus membayangi benua biru. (Gilang Perdana)

Indonesia Resmi Terbitkan LOI Beli Rudal Hanud Cheongung II (MSAM-II) Korea Selatan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *