Sistem pertahanan udara (hanud) di ibu kota Rusia kini semakin menyatu dengan lanskap dan tata kota sehari-hari. Dalam gelombang serangan drone jarak jauh Ukraina terbaru, militer Rusia terekam menyiagakan sistem pertahanan udara gabungan meriam-rudal Pantsir langsung di atas struktur jalan tol tersibuk di Moskow, yang berdekatan dengan area kilang minyak strategis. (more…)
Hujan amunisi pertahanan udara melintasi langit Yordania pada minggu kedua September 2026, ketika militer Amerika Serikat (AS) merilis gelombang tembakan rudal interceptor skala besar demi mengamankan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti. (more…)
Ancaman serangan udara bergelombang (saturation attack) berupa drone kamikaze Shahed dan rudal jelajah yang membayangi wilayah Eropa Timur mendorong Polandia mencari solusi pertahanan udara yang efisien secara finansial. (more…)
Temuan puing alutsista tingkat tinggi di kawasan perbatasan Yordania-Suriah kini memicu kekhawatiran besar bagi otoritas pertahanan Amerika Serikat. Sebuah rekaman video memperlihatkan perangkat penjejak inframerah (infrared seeker) dari bagian wahana pemukul kinetik (kinetic kill vehicle) rudal interseptor sistem anti-balistik THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) ditemukan dalam kondisi relatif utuh di padang pasir. (more…)
Pemerintah Australia melalui Departemen Pertahanan secara resmi mendeklarasikan status Final Operational Capability (FOC) bagi sistem pertahanan udara berbasis darat NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) milik Angkatan Darat Australia pada 9 September 2026. (more…)
Ukraina secara resmi memperagakan sistem rudal permukaan-ke-udara (surface-to-air missile/SAM) buatan dalam negeri terbaru bernama Koral dalam ajang pameran pertahanan internasional di Kielce, Polandia. Pengembangan alutsista ini menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan Ukraina yang terus berupaya melepaskan ketergantungan dari pasokan sistem pertahanan udara AS dan Barat. (more…)
Militer Pakistan terus memperkuat elemen pertahanan udaranya melalui adopsi alutsista modern buatan Cina, salah satunya sistem rudal pertahanan udara (surface-to-air missile/SAM) HQ-17. Dikembangkan sebagai sistem Hanud jarak pendek (Short-Range Air Defense/SHORAD) taktis dengan mobilitas tinggi, HQ-17 dirancang khusus untuk memberikan perlindungan jarak dekat (close protection) bagi konvoi militer dan aset strategis dari potensi ancaman udara di ketinggian rendah. (more…)
Jerman semakin mempertegas ketergantungannya pada teknologi pertahanan udara (air defense) buatan Israel untuk melindungi wilayahnya dari potensi ancaman militer Rusia. Setelah sebelumnya mengamankan kontrak raksasa pembelian sistem pertahanan rudal anti-balistik Arrow 3, Jerman kini mengambil langkah awal untuk mengakuisisi sistem penangkal roket dan amunisi presisi Iron Dome, buatan Rafael Advanced Defense Systems. (more…)
Pengalihan kapal induk ringan ITS Garibaldi dari Angkatan Laut Italia (Marina Militare) menjadi KRI Gajah Mada menandai era baru dalam sejarah armada maritim TNI AL. Di tengah kekaguman atas hadirnya kapal markas berkapasitas dek raksasa ini, pengamat alutsista disuguhkan pemandangan menarik: wadah peluncur delapan sel Mk 29 octuple launcher masih menempel kokoh di atas geladak kapal. (more…)
Rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh S-75 Dvina (kode NATO: SA-2 Guideline) dikenal dalam sejarah militer global sebagai sistem pertahanan statis yang bertumpu pada peluncur rel stasioner SM-63. Di berbagai negara pengguna seperti Uni Soviet, Vietnam, hingga Indonesia pada era 1960-an, penggelaran S-75 membutuhkan waktu penyiapan tempat yang lama serta proses penarikan menggunakan truk trailer bertipe semitrailer khusus. (more…)