
Menjawab kebutuhan mendesak akan sistem penangkis serangan udara yang tangguh namun tetap ekonomis, Lockheed Martin secara resmi memperkenalkan varian interseptor terbarunya yang diberi nama PAC-3 Adapted Capability Effector atau PAC-3 ACE. (more…)

Menjawab kebutuhan mendesak akan sistem penangkis serangan udara yang tangguh namun tetap ekonomis, Lockheed Martin secara resmi memperkenalkan varian interseptor terbarunya yang diberi nama PAC-3 Adapted Capability Effector atau PAC-3 ACE. (more…)

Baterai (kompi) sistem pertahanan udara (hanud) MIM-104 Patriot (Surface-to-Air Missile/SAM) hingga kini tetap menjadi salah satu alutsista yang paling diburu dan dinantikan penggelarannya oleh berbagai negara di dunia. Di balik reputasi tempurnya yang tinggi, tersimpan satu fakta krusial yang kerap memusingkan para perencana militer, yaitu waktu produksinya yang teramat lama. (more…)

Lima raksasa industri pertahanan Eropa—Airbus Defence and Space, Destinus, MBDA Deutschland, Safran Electronics & Defense, dan Thales—secara resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendirikan Konsorsium Bliksem EXO. Langkah masif ini menandai dimulainya program mandiri (sovereign) pertama Eropa untuk mengembangkan sistem rudal pencegat luar angkasa (exo-atmospheric upper-layer interceptor) guna menangkal ancaman rudal balistik jarak menengah. (more…)

Raksasa teknologi pertahanan asal Norwegia, Kongsberg Gruppen, membuktikan bahwa dinamika politik regional tidak menggoyahkan posisi mereka di pasar global. Di tengah pusaran isu negatif domestik terkait kebijakan pembatasan ekspor pemerintah Norwegia yang berujung pada pembatalan pesanan rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile) untuk Malaysia, kinerja finansial perusahaan ini justru mencatat lonjakan luar biasa. (more…)

Hubungan militer antara Paris dan Kiev memasuki babak baru, pada Senin, 13 Juli 2026, Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menandatangani dokumen peta jalan (road map) pengadaan alutsista strategis di Paris. (more…)

Setelah rencana produksi komponen sistem pertahanan udara (hanud) Iron Dome di Jerman dijegal oleh Qatar melalui pengaruh sahamnya di Volkswagen, raksasa pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems, langsung bergerak cepat mencari basis produksi alternatif. Tidak tanggung-tanggung, Israel kini mengalihkan fokus strategisnya ke Asia. (more…)

Berbeda dengan Iran yang memilih konfrontasi militer terbuka, Qatar menempuh jalur yang berbeda dalam menunjukkan sikap politiknya terkait eskalasi di Gaza. Melalui diplomasi ekonomi dan kekuatan finansial globalnya, negara kaya minyak ini baru saja mengambil langkah strategis yang mengejutkan panggung industri pertahanan Eropa. (more…)

Rencana spekulatif Turki untuk menjual sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh S-400 buatan Rusia ke salah satu negara di Timur Tengah telah memicu riak kontroversi besar di panggung geopolitik global. Langkah nekat Ankara ini disinyalir sebagai upaya pragmatis untuk mencairkan hubungannya dengan Washington, sekaligus membuka kembali pintu akses yang sempat terkunci menuju program jet tempur siluman F-35 Lightning II. (more…)

Langkah Australian Defence Force (ADF) yang menguji coba prototipe sistem pertahanan udara berbasis darat menggunakan rudal Standard Missile-2 (SM-2) memicu pertanyaan menarik di kalangan pengamat militer global. Mengapa Canberra lebih memilih mengembangkan sistem mandiri berbasis rudal hanud kapal perang tersebut ketimbang membeli MIM-104 Patriot—yang notabene adalah sistem hanud dan rudal paling populer buatan AS yang telah teruji dalam berbagai medan laga? (more…)

Hanya berselang beberapa hari setelah uji coba rudal balistik berbasis kapal selam (Submarine Launched Ballistic Missile/SLBM) oleh Cina di Pasifik Selatan, otoritas pertahanan Australia langsung mengambil langkah responsif. Australian Defence Force (ADF) merilis rekaman video dari uji coba sistem pertahanan udara berbasis darat mereka, sebuah momentum yang dinilai sebagai jawaban langsung terhadap unjuk kekuatan Beijing. (more…)