Category: Rudal Hanud

Mengapa Indent Rudal Patriot Sangat Lama? Mengupas Kerumitan dan Waktu Produksi Varian PAC-3 MSE

Baterai (kompi) sistem pertahanan udara (hanud) MIM-104 Patriot (Surface-to-Air Missile/SAM) hingga kini tetap menjadi salah satu alutsista yang paling diburu dan dinantikan penggelarannya oleh berbagai negara di dunia. Di balik reputasi tempurnya yang tinggi, tersimpan satu fakta krusial yang kerap memusingkan para perencana militer, yaitu waktu produksinya yang teramat lama. (more…)

Ketar-ketir Hadapi Oreshnik Rusia: Konsorsium Eropa Luncurkan Proyek Rudal Pencegat Balistik Luar Angkasa “Bliksem EXO”

Lima raksasa industri pertahanan Eropa—Airbus Defence and Space, Destinus, MBDA Deutschland, Safran Electronics & Defense, dan Thales—secara resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mendirikan Konsorsium Bliksem EXO. Langkah masif ini menandai dimulainya program mandiri (sovereign) pertama Eropa untuk mengembangkan sistem rudal pencegat luar angkasa (exo-atmospheric upper-layer interceptor) guna menangkal ancaman rudal balistik jarak menengah. (more…)

Abaikan Isu Malaysia: Keuntungan Kongsberg Justru Meroket 50 Persen Berkat Laris Manisnya Rudal JSM dan NASAMS

Raksasa teknologi pertahanan asal Norwegia, Kongsberg Gruppen, membuktikan bahwa dinamika politik regional tidak menggoyahkan posisi mereka di pasar global. Di tengah pusaran isu negatif domestik terkait kebijakan pembatasan ekspor pemerintah Norwegia yang berujung pada pembatalan pesanan rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile) untuk Malaysia, kinerja finansial perusahaan ini justru mencatat lonjakan luar biasa. (more…)

Rahasia Hukum Re-Ekspor Senjata Global, Alasan Turki Tak Bisa Asal Jual Sistem Hanud S-400

Rencana spekulatif Turki untuk menjual sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak jauh S-400 buatan Rusia ke salah satu negara di Timur Tengah telah memicu riak kontroversi besar di panggung geopolitik global. Langkah nekat Ankara ini disinyalir sebagai upaya pragmatis untuk mencairkan hubungannya dengan Washington, sekaligus membuka kembali pintu akses yang sempat terkunci menuju program jet tempur siluman F-35 Lightning II. (more…)

‘Digertak’ SLBM Cina, Mengapa Australia Malah Pilih Rudal SM-2 Berbasis Darat Ketimbang Sistem Patriot?

Langkah Australian Defence Force (ADF) yang menguji coba prototipe sistem pertahanan udara berbasis darat menggunakan rudal Standard Missile-2 (SM-2) memicu pertanyaan menarik di kalangan pengamat militer global. Mengapa Canberra lebih memilih mengembangkan sistem mandiri berbasis rudal hanud kapal perang tersebut ketimbang membeli MIM-104 Patriot—yang notabene adalah sistem hanud dan rudal paling populer buatan AS yang telah teruji dalam berbagai medan laga? (more…)

Buntut Peluncuran SLBM Cina di Pasifik, Australia Respons Cepat Lewat Uji Tembak Rudal Pencegat SM-2 

Hanya berselang beberapa hari setelah uji coba rudal balistik berbasis kapal selam (Submarine Launched Ballistic Missile/SLBM) oleh Cina di Pasifik Selatan, otoritas pertahanan Australia langsung mengambil langkah responsif. Australian Defence Force (ADF) merilis rekaman video dari uji coba sistem pertahanan udara berbasis darat mereka, sebuah momentum yang dinilai sebagai jawaban langsung terhadap unjuk kekuatan Beijing. (more…)