PT PAL Gelar Upacara First Steel Cutting Kapal Selam Scorpene Evolved Besok 7 Agustus 2026

Proyek pembangunan kapal selam Scorpene Evolved untuk Angkatan Laut Republik Indonesia (TNI AL) memasuki babak baru yang sangat penting. Mengacu pada siaran pers resmi Kedutaan Besar Perancis di Indonesia, upacara pemotongan pelat baja pertama (first steel cutting) kapal selam tipe Scorpene Evolved dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di fasilitas galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur.
Baca juga: PT PAL Percepat Dua Bulan Jadwal First Steel Cutting Kapal Selam Scorpene Evolved
Acara bersejarah ini direncanakan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertahanan RI, Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, serta para mitra industri pertahanan yang terlibat dalam proyek strategis ini.
Pembangunan dua unit kapal selam Scorpène Evolved ini merupakan kelanjutan dari kontrak kerja sama pertahanan yang telah berlaku efektif sejak 23 Juli 2025. Keseluruhan proses manufaktur dan perakitan kedua Alutsista modern ini dilakukan secara lokal di Surabaya melalui skema transfer teknologi (Transfer of Technology/ToT) serta kolaborasi produksi antara PT PAL Indonesia dan mitra utama asal Perancis, Naval Group. Langkah ini didukung penuh oleh kesiapan para teknisi dan insinyur Indonesia yang sebelumnya telah menyelesaikan program pelatihan intensif di Perancis, sehingga kini siap memimpin proses rancang bangun kapal selam di dalam negeri.
Sebagai tahapan awal dalam metodologi pembentukan kapal militer, pemotongan pelat baja pertama menandai dimulainya fabrikasi fisik struktur tekannya. Setelah tahapan first steel cutting ini selesai, proses manufaktur akan berlanjut ke pengerjaan fabrikasi dan pembentukan sub-blok serta blok kompartemen lambung tekan (pressure hull).
Masuk Tahap Pra-Produksi, PT PAL dan Naval Group Garap Kapal Selam Scorpene Evolved
Setelah blok-blok struktur terbentuk dan diuji keandalannya, tahapan penting berikutnya adalah meletakkan lunas pertama (keel laying) yang secara resmi menandai tanggal lahir fisik kapal selam. Dari sana, galangan akan melangkah ke proses penyambungan antarblok (hull joining), dilanjutkan dengan pengintegrasian sistem propulsi baterai lithium-ion, sistem sensor canggih, serta instalasi sistem manajemen tempur (Combat Management System/CMS).
Setelah seluruh kompartemen internal terpasang sempurna, kapal selam akan melalui proses peluncuran ke air (launching), diikuti serangkaian pengujian darat (harbor acceptance trials/HAT) dan pengujian laut (sea acceptance trials/SAT) sebelum akhirnya diserahterimakan kepada TNI AL.
Bedah SUBTICS: ‘Otak’ Kapal Selam Scorpene yang Pangkas Awak Hingga Sisa 30-an Personel
Kapal selam Scorpene Evolved sendiri dirancang sebagai aset strategis bernilai tinggi bagi TNI AL karena dilengkapi dengan teknologi siluman (stealth) mutakhir, sensor inovatif, serta sistem persenjataan lengkap. Keunggulan utama dari varian Evolved ini terletak pada pengaplikasian baterai lithium-ion (Li-Ion) generasi terbaru yang memberikan daya tahan operasional (endurance) jauh lebih lama serta kemampuan menghindar dari deteksi sonar musuh yang sangat tinggi. Kombinasi fitur teknis tersebut akan meningkatkan secara signifikan kapabilitas pangkalan dan patroli bawah laut Indonesia dalam menjaga kedaulatan maritim nasional.
Pelaksanaan pemotongan pelat baja pertama ini tidak hanya menandai tonggak sejarah baru dalam aliansi industri pertahanan antara Indonesia dan Perancis, tetapi juga mempertegas penguatan kemitraan strategis kedua negara. Momentum ini sejalan dengan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Paris pada 28 Mei 2026 lalu, di mana Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa penguatan kedaulatan kedua bangsa merupakan inti dari hubungan bilateral ini, yang kini telah ditingkatkan statusnya menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. (Gilang Perdana)


