CN-235 Perancis di Super Garuda Shield 2026: Jejak Rakitan CASA dan Bedanya dengan Milik Indonesia

Keterlibatan Angkatan Udara Perancis (Armée de l’Air et de l’Espace) dalam ajang latihan gabungan Super Garuda Shield 2026 pada 31 Agustus hingga 11 September 2026 di Baturaja, Sumatera Selatan, menarik untuk dicermati. Melalui unggahan resmi Kedutaan Besar Perancis di Indonesia, dikonfirmasi bahwa kontingen Perancis menerjunkan pesawat angkut sedang CASA CN-235, pasukan terjun payung, serta tim medis.
Baca juga: AU Perancis Upgrade Armada CN-235, Diproyeksi Mengudara Hingga 2040
Kehadiran pesawat angkut bermesin ganda ini menjadi penanda nyata komitmen diplomasi militer Perancis di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus mempertemukan kembali platform udara legendaris hasil kolaborasi historis Indonesia dan Spanyol tersebut di Tanah Air.
Di balik siluet kargonya yang khas, CN-235 yang dikerahkan Perancis bukan berasal dari daratan utama Eropa, melainkan armada yang disiagakan di wilayah seberang laut (Overseas Territories) Pasifik. Pesawat ini dioperasikan oleh unit Escadron de Transport 52 (ET 52) “Tontouta” yang berbasis di Pangkalan Udara 186 La Tontouta, Kaledonia Baru.
Penempatan CN-235 di kawasan Pasifik Barat Daya sangat krusial bagi Perancis untuk menjalankan misi kedaulatan, bantuan kemanusiaan (HADR), evakuasi medis (MEDEVAC), serta dukungan logistik antar-pulau. Kemampuan mendarat di landasan pendek dan tak diperkeras (Short Take-Off and Landing/STOL) menjadikan CN-235 sebagai “tulang punggung” mobilitas taktis Perancis di wilayah kepulauan Pasifik.
View this post on Instagram
Meskipun pesawat ini berbasis pada rancangan awal yang dikembangkan oleh Airtech (konsorsium IPTN Indonesia dan CASA Spanyol), seluruh armada CN-235 milik Angkatan Udara Perancis merupakan hasil rakitan lini produksi CASA di Sevilla, Spanyol.
Perancis mulai mengoperasikan tipe ini sejak 1991 untuk menggantikan pesawat Nord Noratlas dan mengisi celah operasional di bawah kapasitas C-130 Hercules. Secara keseluruhan, Perancis mengumpulkan 27 unit CN-235 yang terdiri dari varian seri 200 dan seri 300. Pembelian dari Spanyol ini mematuhi aturan pembagian wilayah pemasaran (market allocation) Airtech kala itu, sekaligus memenuhi standarisasi ketat kelayakan terbang dan sistem militer NATO.
AU Perancis Rayakan 30 Tahun Pengabdian Pesawat Angkut Turboprop CN-235
Jika dibandingkan dengan CN-235 yang dioperasikan oleh TNI AU maupun TNI AL, armada CN-235 Perancis memiliki sejumlah perbedaan spesifikasi teknis dan “jeroan” avionik yang signifikan. Sebagai bagian dari kekuatan NATO, CN-235 Perancis dilengkapi dengan sistem komunikasi terenkripsi frequency-hopping, transponder IFF (Identification Friend or Foe) Mode 5/S, serta navigasi taktis TACAN.
Selain itu, CN-235 Perancis telah menjalani program modernisasi berkala (Mid-Life Upgrade) berupa peningkatkan kokpit menjadi Glass Cockpit modern oleh Thales/Airbus yang tersertifikasi navigasi presisi tinggi (P-RNAV) di ruang udara Eropa.
Perbedaan menonjol lainnya terletak pada kelengkapan proteksi mandiri (Defensive Aids Sub-System/DASS). CN-235 Perancis yang kerap ditugaskan ke wilayah konflik dilengkapi dengan Radar Warning Receiver (RWR) serta pelontar suar (Chaff/Flare Dispensers) untuk memotong ancaman rudal pencari panas.
Rahasia Operasi Absolute Resolve: Pesawat Intai CN-235 USAFSOC Jadi ‘Mata-mata’ Penentu di Venezuela
Sementara itu, varian angkut kargo dan personel milik TNI AU umumnya mengusung konfigurasi standar (clean configuration), walau di sisi lain Indonesia memiliki keunggulan berupa varian khusus Maritime Patrol Aircraft (MPA) milik TNI AL dan TNI AU yang dilengkapi radar pengawas laut Ocean Master, sensor FLIR, serta Tactical Management System modern rakitan PT Dirgantara Indonesia.
Kehadiran CN-235 Perancis dalam Super Garuda Shield 2026 pun tidak hanya mempererat interoperabilitas taktis antar-kontingen, tetapi juga memamerkan ketangguhan platform CN-235 yang terus beradaptasi memenuhi standar militer negara maju. (Bayu Pamungkas)
Related Posts
-
Hanwha K-MPV: Fire Support Vehicle Turunan K-21 yang Dirancang ‘Terobos’ Medan di Korea Utara
1 Comment | Oct 24, 2023 -
KIA KM420 Utility Vehicle: Jip “Lapis Baja” Infanteri Marinir TNI AL
2 Comments | Aug 30, 2015 -
Angkatan Laut Singapura Resmikan Dua Unit Kapal Selam Type 218SG (Invincible Class)
3 Comments | Sep 25, 2024
-
Inilah “Harpy,” Drone Kamikaze yang Sukses Hancurkan MBT T-72 dalam Perang Armenia versus Azerbaijan
No Comments | Sep 30, 2020


