Masuk Tahap Pra-Produksi, PT PAL dan Naval Group Garap Kapal Selam Scorpene Evolved

PT PAL Indonesia bersama dengan mitra strategis dari Perancis, Naval Group, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penguatan postur pertahanan nasional melalui pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved untuk TNI AL. Saat ini, proyek pembangunan kapal selam canggih tersebut dilaporkan telah resmi memasuki tahap pre-production (pra-produksi).
Tahapan ini menjadi bagian krusial dari rangkaian persiapan teknis sebelum proses pemotongan baja pertama (first steel cutting) dimulai, yang mencakup finalisasi kesiapan desain, sistem produksi, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga penyiapan infrastruktur pendukung di galangan Surabaya agar seluruh proses berjalan sesuai target dan standar kualitas internasional.
Sebagai kapal selam diesel-elektrik generasi terbaru, Scorpene Evolved membawa spesifikasi teknis dan performa yang sangat mematikan di kelasnya. Kapal selam ini memiliki panjang total sekitar 72 meter dengan bobot perpindahan saat menyelam (submerged displacement) mencapai 1.600 hingga 2.000 ton.
Keunggulan paling radikal dari varian Evolved yang dipilih Indonesia ini adalah adopsi teknologi Full Lithium-ion (Li-ion) Battery sebagai sistem propulsinya, menggantikan teknologi baterai asam-timbal konvensional maupun sistem AIP (Air-Independent Propulsion) generasi lama. Penggunaan baterai Lithium-ion ini memungkinkan Scorpene Evolved memiliki efisiensi energi yang luar biasa, mampu melaju dengan kecepatan maksimal saat menyelam hingga lebih dari 20 knot, dan memiliki daya tahan menyelam (endurance) ekstrem hingga 80 hari—di mana 24 hari di antaranya dapat dihabiskan dalam mode menyelam penuh tanpa perlu muncul ke permukaan untuk melakukan snorkeling.

Diawaki oleh hanya 31 personel berkat otomatisasi sistem yang tinggi, kapal selam ini dilengkapi dengan 6 tabung peluncur taktis kaliber 533 mm yang mampu memuntahkan kombinasi mematikan antara torpedo berat F21 Black Shark, rudal antikapal permukaan Exocet SM39, serta ranjau laut.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa kepercayaan pemerintah dalam memberikan ruang tumbuh bagi industri pertahanan dalam negeri menjadi faktor kunci dalam memperkuat kemandirian strategis nasional. Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan dunia di kawasan ASEAN, keberadaan industri pertahanan yang kuat menjadi daya tawar strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di regional.
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas nasional tersebut, puluhan engineer terbaik PT PAL Indonesia telah diberangkatkan ke Cherbourg, Perancis, untuk mengikuti program Transfer of Technology (ToT) dan penguatan keterampilan intensif bersama Naval Group. Program pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan tim PT PAL agar mampu memproduksi dan mengkualifikasi struktur pilot hull sub-section pertama sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fisik kapal selam modern ini. Proses fabrikasi untuk qualification section tersebut bahkan sudah dimulai dan ditandai secara resmi sejak 12 Desember 2025 di Surabaya.
Direktur Program SRI Naval Group, Vincent Vimont, turut menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PT PAL merupakan pilar penting dalam membangun kemampuan industri pertahanan nasional Indonesia secara berkelanjutan. Dengan bermitra dalam program transfer keterampilan yang ambisius ini, Indonesia bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat kemampuan ekosistem industrinya melalui galangan kapal yang sudah berpengalaman.
Pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved ini tidak hanya sekadar memperkuat otot pertahanan laut TNI AL di garda depan, tetapi juga menjadi momentum emas percepatan transformasi industri pertahanan nasional menuju industri yang lebih mandiri, maju, dan berdaya saing global di masa depan. (Haryo Adjie)


