Memasuki Fase Akhir Pengujian, Putin Tegaskan Torpedo Nuklir Poseidon Segera Siaga Tempur

Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa pengembangan Unmanned Underwater Vehicle (UUV) alias drone bawah laut bertenaga dan berhulu ledak nuklir, Poseidon, telah memasuki tahap akhir dan akan segera ditempatkan dalam status siaga tempur (combat alert).
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Putin di St. Petersburg saat menggelar pertemuan resmi dengan para prajurit Angkatan Laut Rusia (Russian Navy). Pengumuman ini menjadi sinyal kuat bahwa salah satu alutsista paling strategis dan transformatif milik Moskow tersebut kini benar-benar siap diintegrasikan ke dalam doktrin pencegahan nuklir (nuclear deterrence) Rusia.
Poseidon—yang di kalangan NATO dijuluki sebagai Kanyon—merupakan platform torpedo raksasa otonom yang dirancang dengan sistem propulsi reaktor nuklir mini. Kombinasi pendorong nuklir dan desain hidrodinamika canggih ini memberikan Poseidon jangkauan jelajah yang praktis tak terbatas (unlimited range) melebihi 10.000 kilometer, sehingga mampu melintasi Samudra Atlantik atau Pasifik langsung dari perairan teritorial Rusia.
🚨Putin: Russia is finalizing Poseidon nuclear underwater vehicle for service entry
Operating at depths over 1 km, speeds up to 70 knots, and carrying a 2-megaton warhead with unlimited range from its nuclear power plant, Poseidon has no global equal and cannot be intercepted. pic.twitter.com/JTf5ysJGMY
— Sputnik (@SputnikInt) July 26, 2026
Di samping daya jelajahnya yang ekstrem, UUV ini mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter—berada jauh di luar batas jangkauan tembak mayoritas torpedo anti-kapal selam konvensional Barat. Dari segi kecepatan, Poseidon dibekali dua mode operasional: mode jelajah senyap berkecepatan 35–55 km/jam untuk menghindari pangkalan sonar bawah laut lawan, serta kemampuan melesat hingga kecepatan maksimum 100–130 km/jam (54–70 knot) pada fase akhir yang membuatnya hampir mustahil dicegat oleh kapal selam maupun torpedo penghancur milik NATO.
Rusia Mulai Produksi Set Pertama Torpedo Nuklir Poseidon untuk Kapal Selam Belgorod
Dengan membawa hulu ledak termonuklir berskala megaton, Poseidon dirancang khusus untuk mampu menembus sistem pertahanan anti-rudal dan menghancurkan infrastruktur pesisir pantai strategis lawan maupun gugus tempur kapal induk (Carrier Strike Group) melalui ledakan bawah laut yang memicu gelombang tsunami radioaktif yang dahsyat.
Pengembangannya yang hampir rampung ini sekaligus menandai kesiapan platform pembawa utamanya, seperti kapal selam nuklir khusus K-329 Belgorod class (Proyek 09852) dan Khabarovsk class (Proyek 09851) yang memang dibangun sebagai armada pengangkut UUV raksasa tersebut.
Masuknya Poseidon ke status siaga tempur mempertegas pergeseran peta kekuatan militer di domain maritim global, di mana Rusia semakin mengandalkan sistem otonom berdaya hancur tinggi untuk mengimbangi keunggulan armada permukaan Barat sekaligus memaksa Amerika Serikat dan sekutunya merombak total doktrin peperangan bawah air (underwater warfare) serta sistem peringatan dini mereka. (Bayu Pamungkas)
Korea Utara Pamerkan “Haeil”: Torpedo Raksasa Bertenaga Nuklir yang Mirip Poseidon Rusia


