Gantikan ‘Silver Bullet’, AU AS Operasikan Kapsul Komando Bongkar-Pasang ROCC di C-17 Globemaster

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) secara resmi mengoperasikan sistem pusat komando seluler generasi terbaru berupa kapsul modular yang dirancang khusus untuk dipasang di ruang kargo pesawat angkut strategis C-17 Globemaster III. Modul canggih berjuluk Roll-On Conference Capsule (ROCC) ini resmi dioperasikan sejak Maret lalu di bawah pengawasan Direktorat Mobilitas Air Force Life Cycle Management Center (AFLCMC).
Baca juga: USAF Targetkan Pesawat Angkut Strategis Baru di 2040, Pengganti C-17 dan C-5
Kehadiran kapsul ROCC secara resmi memensiunkan sistem komando terbang legendaris berbasis trailer kamping Airstream yang dikenal dengan sebutan “Silver Bullet”.
Sifat utama dari kapsul ROCC ini adalah mobilitasnya yang tinggi dengan konsep roll-on/roll-off. Artinya, kontainer komando ini bersifat fleksibel dan dapat dilepas-pasang secara cepat dari satu armada C-17 ke pesawat C-17 lainnya sesuai kebutuhan misi, tanpa perlu mengubah struktur fisik pesawat.
Kapsul ini hadir untuk mengatasi keterbatasan standar keselamatan pada trailer “Silver Bullet” era 1990-an, di mana para pejabat tinggi AS tidak diizinkan berada di dalam trailer saat fase lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing). Sebaliknya, kapsul ROCC telah mengantongi sertifikasi kelaikan udara (airworthiness) penuh sehingga sangat aman dihuni personel dalam seluruh fase penerbangan.
🇺🇸 U.S. Air Force has fielded a new mobile command center designed specifically to roll onto a C-17 Globemaster III strategic transport aircraft. @usairforce
The new Roll-On Conference Capsule (ROCC) was fielded in March this year, under a program overseen by the Air Force Life… pic.twitter.com/uS8h7pJ1WD
— DefPost (@defpostmedia) July 25, 2026
Silver Bullet
During his inaugural foreign trip, the newly appointed United States Secretary of Defense, Pete Hegseth, was captured in an official photograph aboard a C-17 transport aircraft (second image). Notably, the photograph depicts Hegseth seated within the… pic.twitter.com/qwCx1eTgjj
— Koba (@Krieg2026) February 14, 2025
Secara fisik, satu set sistem ROCC terdiri dari dua kontainer/kapsul independen yang dimasukkan ke dalam ruang kargo C-17, disambungkan menjadi satu kesatuan, serta dihubungkan oleh pintu geser terintegrasi. Pembagian interiornya mencakup dua area utama: satu sisi berfungsi sebagai executive suite yang dilengkapi meja kerja pribadi, sofa yang dapat dijadikan tempat tidur, serta toilet. Sisi lainnya disiapkan sebagai ruang konferensi dan staf, lengkap dengan stasiun kerja modular, kursi putar, dan monitor komunikasi besar.
Untuk fungsi operasional, kontainer komando ini terhubung ke sistem pesawat melalui palet komunikasi khusus Steel Eagle. Begitu terhubung, kapsul ROCC langsung menyediakan akses komunikasi data, suara terenkripsi, hingga fasilitas video teleconferencing (VTC) tingkat tinggi berbasis satelit broadband (X/Ku/Ka-band).
Dengan teknologi ini, para pejabat tinggi militer AS tetap dapat mengendalikan operasi militer global secara real-time dari dalam kapsul terbang yang sangat fleksibel ini. (Gilang Perdana)
Kontainer Medik Udara TNI AU: Dari Operasi “Top Secret” Hingga Kesiapan Menghadapi Virus Corona


