Pasca Kandas di Kanada, Korea Selatan Amankan Proyek Kapal Selam Strategis di Peru

Galangan kapal terkemuka asal Korea Selatan, Hyundai Heavy Industries (HHI), resmi menyelesaikan tahapan desain dasar (basic design) untuk program kapal selam generasi terbaru Angkatan Laut Peru yang diberi kode HDS-MGP. Kepastian ini terungkap usai HHI menggelar pengarahan akhir (final briefing) bersama militer Peru dan galangan kapal milik negara setempat, SIMA Shipyard, tepat sebelum pelantikan pemerintahan baru Peru.

Baca juga: Kanada Akhirnya Pilih Type 212CD TKMS Jerman untuk 12 Kapal Selam Baru, Hanwha Ocean Gigit Jari

Dalam paparan teknis tersebut, HHI menyoroti keunggulan fitur senyap (stealth) serta sistem penginderaan sonar terintegrasi yang telah dioptimalkan secara khusus untuk menghadapi karakter perairan Samudra Pasifik di pesisir Peru yang bergelombang dan berarus kuat.

Secara spesifikasi teknis, HDS-MGP dirancang sebagai kapal selam konvensional berbobot mati saat menyelam (submerged displacement) sebesar 1.850 ton. Salah satu keunggulan utama dari kapal selam ini terletak pada penggunaan teknologi baterai lithium-ion terbaru yang mampu memberikan efisiensi daya, masa penyelaman lebih lama, serta tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah dibandingkan baterai asam-timbal tradisional.

Dengan jumlah awak yang sangat efisien yakni 40 personel, HDS-MGP mampu menjalankan misi operasional secara mandiri hingga 50 hari di laut. Untuk sistem persenjataan, paket kapal selam ini beserta kapal tempur permukaan Peru lainnya akan dibekali integrasi rudal, torpedo, dan ranjau buatan produsen pertahanan Korea Selatan, LIG Nex1. HHI dan SIMA dijadwalkan akan memulai tahap konstruksi untuk dua unit kapal selam pertama pada tahun depan.

Pengembangan di Peru ini menjadi sangat krusial bagi peta kekuatan industri galangan kapal Korea Selatan. Keberhasilan HHI mengekspor kapal selam modern berbaterai lithium-ion lebih dulu ketimbang pesaing domestiknya, Hanwha Ocean, menjadi bukti sahih penetrasi teknologi pertahanan Seoul di kawasan Amerika Latin.

Terlebih lagi, Peru bukanlah pemain baru dalam armada bawah air; negara ini merupakan pengguna setia kapal selam kelas Type 209 buatan Jerman sejak dekade 1970-an. Keputusan Angkatan Laut Peru untuk bermitra dengan Korea Selatan dalam menggantikan atau mendampingi armada Type 209 menandai pergeseran kepercayaannya terhadap teknologi maritim Asia, sekaligus membuka peluang dominasi baru Korea Selatan di pasar pengganti Type 209 global.

Momentum positif ini juga diperkirakan menjadi pemicu semangat baru bagi industri pertahanan Korea Selatan setelah sebelumnya harus menghadapi dinamika keras dan kegagalan pada proses penawaran kapal selam di Kanada. Keberhasilan HHI membuktikan bahwa strategi pendekatan lokal—seperti kolaborasi erat dengan galangan kapal domestik SIMA di Peru—merupakan formula sukses yang efektif untuk menembus pasar internasional.

Efek domino dari kerja sama ini bahkan sudah mulai terlihat di pesisir Atlantik. Pemerintah Uruguay dikabarkan telah secara resmi menyampaikan niatnya untuk membeli kapal patroli lepas pantai (OPV) tipe HDP-2200, yang juga merupakan hasil desain bersama antara HHI dan SIMA Shipyard.

Gagal di Kanada, Galangan Kapal Korea Selatan Bidik Pasar Angkatan Laut AS Lewat Inisiatif MASGA

Dengan rencana pembangunan dua unit kapal selam yang dimulai tahun depan serta potensi efek berantai ke negara-negara tetangga di kawasan Amerika Selatan, HHI tidak hanya memperkuat posisi Peru di kawasan Pasifik, tetapi juga menegaskan kembali taring ekspor alutsista Korea Selatan di panggung maritim global.

Saat ini, kekuatan armada bawah air Angkatan Laut Peru (Marina de Guerra del Perú) mengandalkan enam unit kapal selam kelas Type 209 buatan galangan HDW Jerman, yang terbagi dalam dua varian utama. Empat unit di antaranya merupakan varian Type 209/1200 (kelas Angamos) yang dipesan pada akhir 1970-an, yakni BAP Angamos, BAP Antofagasta, BAP Pisagua, dan BAP Chipana, yang sebagian besar telah melalui program modernisasi pertengahan masa pakai (mid-life upgrade).

Sementara dua unit sisanya adalah varian Type 209/1100 (Islay class) yang berukuran lebih kecil dan berumur lebih tua. Mengingat usia pakai armada tersebut yang sudah melampaui empat dekade, kehadiran program kapal selam HDS-MGP berteknologi baterai lithium-ion buatan Korea Selatan ini menjadi langkah krusial bagi Peru untuk melakukan regenerasi alutsista secara bertahap sekaligus mempertahankan penangkal strategisnya di kawasan Pasifik Selatan. (Bayu Pamungkas)

Extensive Upgrade di Dalam Negeri, Peru Relaunching BAP Chipana – Kapal Selam Type 209/1200 Sejenis Cakra Class TNI AL

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *