Singapura Luncurkan Kapal Perang MRCV Kedua, RSS Valour Tiga Bulan Lebih Cepat dari Jadwal

Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy/RSN) kembali menunjukkan efisiensi industri pertahanannya dengan meluncurkan unit kedua kapal perang Multi-Role Combat Vessel (MRCV) Victory class, yaitu RSS Valour (89), di galangan ST Engineering Benoi pada 23 Juli 2026.
Peluncuran ini dilakukan hanya sembilan bulan setelah kapal pertama, RSS Victory (88), diluncurkan pada21 Oktober 2025. Yang menarik, waktu pengerjaan RSS Valour dari pemotongan baja pertama hingga peluncuran hanya memakan waktu 455 hari, atau tiga bulan lebih cepat dari proyeksi awal.
Direktur Eksekutif ST Engineering, Vincent Chong, mengungkapkan bahwa percepatan ini terwujud berkat evaluasi serta integrasi langsung dari proses pembangunan kapal pertama yang dipadukan dengan pemanfaatan pemodelan digital skala penuh.
Meskipun tetap menyandang nama dan nomor lambung dari korvet Victory class lama yang bertugas sejak era 1990-an, RSS Valour dan lima saudaranya adalah kapal yang sama sekali berbeda secara konseptual. Victory class yang lama adalah kapal pemukul cepat berbobot 595 ton, dan Victory class saat ini adalah kapal perang berukuran 8.000 ton dengan panjang 150 meter. Peningkatan tonase hingga belasan kali lipat ini mengubah fungsi utama kapal, dari sekadar kapal perusak rudal menjadi pusat komando tempur sekaligus kapal induk (mothership) bagi berbagai armada otonom di udara, permukaan, dan bawah laut.
Leonardo OTO Strales 76mm: Meriam Utama di Multi-Role Combat Vessel (MRCV) Angkatan Laut Singapura
Di balik ukurannya yang masif, RSS Valour dirancang untuk beroperasi secara sangat efisien. Kapal ini ditargetkan hanya membutuhkan kurang dari 100 personel awak, berkat penerapan otomatisasi masif pada sistem navigasi, manajemen tempur, hingga pemantauan kerusakan. Dengan daya jelajah melebihi 7.000 mil laut dan ketahanan di laut lebih dari 21 hari, kapal ini mengandalkan sistem propulsi listrik terpadu (Integrated Full Electric Propulsion) berdaya 30 Megawatt buatan GE Vernova. Singapura secara sengaja memilih konfigurasi berbasis generator diesel tanpa turbin gas untuk menjaga keseragaman bahan bakar serta menyederhanakan rantai logistik perawatan dengan kapal-kapal RSN lainnya.
Dari sektor persenjataan dan penginderaan, MRCV dibekali teknologi mutakhir untuk menghadapi ancaman udara dan permukaan secara simultan. Kapal ini mengusung radar Active Electronically Scanned Array (AESA) Thales Sea Fire empat panel tetap pada tiang utama untuk pemantauan 360 derajat secara konstan.
Pertahanan udaranya disokong oleh 32 sel peluncur vertikal (Vertical Launch System) yang memadukan rudal pencegat VL MICA NG dan Aster 30 Block 1 NT. Untuk pertempuran jarak dekat dan menengah, RSS Valour mengandalkan meriam utama Leonardo 76 mm STRALES beramunisi DART serta kanon sekunder Rafael Typhoon 30 mm. Kapal ini juga dilengkapi fasilitas penerbangan yang mampu menampung helikopter tempur hingga bobot 15 ton, serta kompartemen internal untuk membawa modul misi dinamis dan belasan kargo kontainer.

Pembangunan armada MRCV ini turut mencerminkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri Singapura yang berkolaborasi secara global. Sementara ST Engineering memegang kendali atas pembangunan lambung dan integrasi akhir, Saab Kockums dari Swedia dipercaya memproduksi struktur atas (superstructure) berbasis material komposit yang 50 persen lebih ringan dari baja.
Dikombinasikan dengan pemesanan pesawat patroli maritim P-8A Poseidon, hadirnya RSS Valour yang diproyeksikan aktif penuh pada 2029 semakin memperkuat posisi Singapura dalam menjaga stabilitas dan keamanan di jalur pelayaran vital Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan. (Gilang Perdana)
Pemerintah AS Setujui Penjualan 4 Unit P-8A Poseidon dan Torpedo Ringan MK54 ke Singapura


