Leonardo OTO Strales 76mm: Meriam Utama di Multi-Role Combat Vessel (MRCV) Angkatan Laut Singapura

Diproyeksi sebagai kapal kombatan terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara, Multi-Role Combat Vessel (MRCV) Angkatan Laut Singapura (RSN) yang akan meluncur di tahun 2028  ini akan dibekali dengan racikan persenjataan papan atas yang berharga mahal. Selain rudal hanud jarak sedang dan jauh VL Mica NG/Aster B1 NT dan rudal anti kapal Blue Spear, menarik perhatian adalah MRCV bakal menjadi kapal perang pertama di kawasan ini yang dibekali meriam Leonardo 76/62 mm naval gun dalam varian Strales.

Baca juga: Thales Sea Fire – Radar 4D AESA di Multi-Role Combat Vessel (MRCV) Singapura, Standar Radar pada Frigat FDI (Belharra class)

Meriam buatan Italia, Leonardo (populer disebut OTO Melara) 76/62 mm banyak diadopsi oleh banyak kapal perang. Indonesia sendiri menggunakan merek meriam ini pada empat jenis kapal perang, korvet Diponegoro class, korvet Bung Tomo class, frigat Van Speijk (Ahmad Yani) class dan frigat RE Martadinata class, khusus yang disebut terakhir mengadopsi varian terbaru, Super Rapid Gun dengan bentuk kubah yang berbeda.

Meski Leonardo Strales tidak meninggalkan ciri khas meriam OTO Melara klasik, namun Strales tampil dengan integrasi sistem senjata yang lebih canggih, dan lebih siap untuk mengatasi berbagai ancaman udara berkat amunisi baru.

Sistem OTO Strales merupakan evolusi yang luar biasa untuk artileri angkatan laut di kaliber 76/62 yang mencakup tiga komponen utama, yaitu meriam 76/62, amunisi berpemandu OTO Dart, dan radio frequency guidance system dengan perangkat elektronik terkait.

Leonardo dalam lembar fakta menyebut OTO Strales merupakan respons paling efektif terhadap kebutuhan yang muncul untuk meriam angkatan laut kaliber sedang, yang menuntut tingkat mematikan tertinggi dalam skenario yang berkembang di mana beberapa target manuver harus diatasi secara bersamaan, dalam peran anti serangan udara dan anti seragan permukaan.

OTO Strales merupakan solusi yang diklaim hemat biaya dengan mempertahankan keunggulan pada teknologi meriam dan meningkatkan kinerja dengan meningkatkan akurasi sistem amunisi ke level akurasi rudal.

Dirancang sebagai perangkat tambahan yang dapat diintegrasikan ke dalam dudukan meriam OTO Melara 76/62 yang sudah beroperasi, OTO Strales mencakup radio frequency guidance system (sistem pemandu frekuensi radio) yang dilengkapi dengan rangka mekanis dan dihubungkan ke struktur dudukan senjata.

Pelindung senjata baru dilengkapi dengan penutup kedap air yang dapat dilepas secara otomatis untuk memasang antena pemandu; unit kontrol elektronik yang diperlukan ditempatkan di dalam slot yang sesuai di dalam OTO 76/62 New Control Cabinet. Setelah posisi target aktual dan data stabilisasi tersedia, OTO Strales beroperasi sebagai sistem yang berdiri sendiri.

Dirancang agar kompatibel dengan Combat Management System (CMS) yang ada, OTO Strales memungkinkan fungsi dan operasional di segala cuaca. Yang khas dari sistem senjata kapal ini, yaitu mengadopsi Proyektil OTO Dart yang dilengkapi dengan sekering multifungsi Dart yang dapat diprogram gelombang mikro baru.

Sistem pemuatan amunisi Multiple-Feeding (MF) baru untuk 76/62 mm juga tersedia sebagai perangkat terpisah; kit ini berasal dari OTO Strales Double Feeding (DF), dan dapat memilih amunisi apa pun yang terdapat di branches terlepas dari posisinya. Hingga 20 jenis amunisi yang dapat dipilih, dan dapat diganti dengan amunisi standar 76 mm dan amunisi ganda. Secara total terdapat 89 butir amunisi siap tembak dalam sistem meriam ini.

Meriam Leonardo OTO Strales dapat melontarkan proyektil hingga jarak 8.000 meter pada kecepatan awal 1.100 meter per detik. Amunisi OTO Darti disebut punya tolerasi sampai manuver 40g. Berat proyektil saat berada di dalam laras 4,2 kg, dan berat proyektil saat meluncur ke sasaran 3,5 kg. Fuse functions peledakan amunisi dapat meledak dalam beberapa skenario, seperti anti-air proximity, surface proximity, Impact dan delay impact. Proyektil OTO Dart dilengkapi self destruction ketika tidak mengenai sasaran. (Gilang Perdana)

OTO Melara 76mm Super Rapid Gun: Meriam Reaksi Cepat KRI Martadinata 331 SIGMA Class 10514 TNI AL

4 Comments