
Dengan mulai beroperasinya kapal selam Type 218SG (Invincible class) buatan Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), maka Angkatan Laut Singapura (RSN) juga akan memensiunkan jenis kapal selam yang usianya telah menua. Dan pada 25 November 2024, Angkatan Laut Singapura secara resmi menonaktifkan dua unit terakhir kapal selam Challenger class. (more…)

Ada kebanggaan tersendiri bagi TNI AL dalam menjalani latihan bersama dengan Angkatan Laut Singapura (RSN) kali ini. Dalam tajuk Joint Minex Pandu 2024 di Batam, Kepulauan Riau (13 – 19 Mei 2024), TNI AL mengerahkan kapal perang dari jenis pemburu/sapu ranjau yang secara teknologi lebih baru daripada kapal sejenis yang dioperasikan oleh RSN. (more…)

Pada tanggal 8 Maret 2024, ST Engineering Marine mengadakan upacara pemotongan baja untuk unit perdana Mult Role Combat Vessel (MRCV). Pemotongan baja tersebut dilakukan secara seremonial oleh KSAL Singapura Laksamana Muda Sean Wat, yang didampingi perwakilan dari Defence Science and Technology Agency (DSTA). (more…)

Meski luas perairannya sangat terbatas, namun otoritas keamanan dan pertahanan Singapura menjadi yang terdepan dalam melindungi teritori laut, yang salah satunya diperlihatkan dengan akuisisi kapal patroli yang tercanggih di kelasnya. Seperti belum lama ini Kementerian Pertahanan Singapura – (Mindef) telah menandatangani kontrak dengan pembuat kapal Jerman Fassmer untuk pengadaan empat unit kapal patroli lepas pantai – offshore patrol vessel (OPV) generasi terbaru. (more…)

Setelah diluncurkan oleh Galangan Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS) di Kiel, Jerman, pada 13 Desember 2022, saat ini unit perdana dari kapal selam Invincible class – yaitu RSS Impeccable, dikabarkan telah tiba di RSS Singapura – Changi Naval Base, pada 20 Juli 2023. RSS Impeccable tidak dilayarkan dari Jerman, melainkan dibawa ke Singapura dengan digendong oleh Rolldock Storm – jenis Semi Submersible Heavy Lift Vessel dari Kiel pada 18 Mei 2023. (more…)

Setelah menyabet gelar sebagai pemilik kapal selam (Invicible class/Type 218SG) dan kapal perang permukaan (frigat Formidable class) tercanggih di Asia Tenggara, ada kabar lanjutan yang bakal membuat Angkatan Laut Singapura kian tampil kekar dan tak tertandingi di kawasan. Yakni Singapura telah mencanangkan pembangunan kapal kombatan terbesar di Asia Tenggara, yakni Multi Role Combat Vessels (MRCV) yang beratnya mencapai 10.000 ton. (more…)

Sebagai negara makmur di Asia Tenggara, Brunei Darussalam pernah menghibahkan kapal patroli Badau class – KRI Badau 841 Dan KRI Selawaku 842 kepada TNI AL. Meski dihibahkan tanpa rudal, sejatinya kedua kapal patroli buatan Inggris itu dapat dipasangi rudal anti kapal MM38 Exocet. Namun, belum lama ada kabar yang sedikit membuat heran, pasalnya Brunei Darussalam justru menerima kapal patroli bekas pakai Angkatan Laut Singapura. (more…)

Bila negara tetangga punya keunggulan pada teknologi kapal selam, maka sudah seharusnya Indonesia punya elemen AKS (anti kapal selam) yang memadai. Maklum saja, kekuatan kapal selam Indonesia kini tertinggal baik dari segi kualitas maupun kuantitas dibanding Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara pesanan kapal selam baru, dari kelas Changbogo Class diperkirakan baru akan diterima pada tahun 2015, itu pun kalau jadwal produksi dan penyerahan tidak molor. (more…)