Mengenal CNS Honghe (523), Fregat Type 054A Cina Mitra Latihan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 di Sisi Timur Taiwan

CNS Honghe (523) dengan latar KRI I Gusti Ngurah Rai 332.

Kegiatan latihan lintas laut (passage exercise atau passex) yang melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 milik TNI AL dengan armada Angkatan Laut Cina (PLAN) di perairan Pasifik Barat, tepatnya di sebelah timur Taiwan, telah menarik perhatian publik internasional. Kehadiran unsur tempur permukaan PLAN dalam latihan bersama KRI I Gusti Ngurah Rai 332 ini diwakili oleh CNS Honghe (523), sebuah fregat berpeluru kendali (guided-missile frigate) modern dari Type 054A (kode NATO: Jiangkai II-class).

Baca juga: Di Antara Beijing dan Taipei: Dilema Pelayaran KRI di Timur Taiwan seputar Latihan Bersama Angkatan Laut Cina

Kapal perang ini berada di bawah kendali komando operasional Komando Teater Timur PLAN (Eastern Theater Command Navy) dan merupakan salah satu tulang punggung pertahanan maritim garis depan Cina.

CNS Honghe (523) termasuk dalam jajaran batch produksi terbaru dari keluarga Type 054A. Kapal ini dibangun di galangan kapal terkemuka —antara Hudong-Zhonghua Shipbuilding di Shanghai atau Huangpu Shipyard di Guangzhou—yang memproduksi seri fregat tersebut secara massal.

Selesai dirakit dan diluncurkan ke laut pada kisaran tahun 2022, CNS Honghe resmi masuk ke jajaran dinas aktif (commissioning) PLAN pada awal tahun 2023. Meski terbilang sangat muda dalam usia pengabdian militer, kapal ini langsung diterjunkan dalam berbagai misi operasional laut jauh, termasuk pernah ditugaskan dalam Gugus Tugas Pengawalan Navigasi PLAN ke-47 di Teluk Aden hingga melakukan kunjungan diplomasi ke kawasan Afrika.

CNS Honghe mengusung desain lambung siluman (stealth hull) yang dirancang untuk memperkecil penampang radar (Radar Cross Section/RCS) dan jejak inframerah. Kapal ini memiliki bobot kompensasi standar sekitar 3.600 ton dan mencapai 4.050 ton pada beban penuh. Dengan panjang keseluruhan 134,1 meter, lebar 16 meter, serta sarat air (draft) 4,5 meter, platform ini menawarkan stabilitas luar biasa untuk navigasi di laut lepas.

Sistem pendorongnya mengandalkan konfigurasi Combined Diesel and Diesel (CODAD) yang ditenagai oleh empat mesin diesel Shaanxi/Pielstick 16PA6V-280STC. Konfigurasi ini memungkinkan kapal melaju hingga kecepatan maksimum 27–28 knot dan memiliki jarak jelajah ekonomis mencapai 4.000 mil laut pada kecepatan 18 knot, didukung oleh sekitar 180 awak kapal.

Dari paket persenjataan, CNS Honghe membawa sistem persenjataan serbaguna untuk peperangan anti-udara, anti-kapal permukaan, dan anti-kapal selam. Pada bagian haluan, tertanam sistem peluncur vertikal (Vertical Launching System/VLS) H/AKJ-16 sebanyak 32 sel. VLS ini dikhususkan untuk menembakkan rudal pertahanan udara jarak menengah HHQ-16 (HQ-16) serta roket anti-kapal selam Yu-8.

Di tengah geladak, terdapat dua unit peluncur kotak (box launcher) yang memuat delapan rudal jelajah anti-kapal permukaan subsonik presisi tinggi YJ-83 (C-802). Untuk meriam utama di haluan, kapal ini dibekali satu meriam serbaguna H/PJ-26 berkaliber 76mm yang efektif menggempur sasaran udara maupun permukaan.

Sebagai kapal dalam kelompok produksi belakangan, CNS Honghe diyakini telah mendapatkan peningkatan pada sistem pertahanan titik (Close-In Weapon System/CIWS) dengan memasang dua unit meriam kanon putar H/PJ-11 (Type 1130) berkaliber 30mm 11-laras yang bertengger di atas hangar dan geladak utama. Sistem kanon ini memiliki kecepatan tembak luar biasa untuk merontokkan rudal anti-kapal yang datang.

Pertahanan bawah air dilengkapi dengan dua peluncur torpedo tiga tabung 324mm untuk torpedo Yu-7, serta dua peluncur roket anti-kapal selam Type 87. Sementara itu, geladak penerbangan dan hangar di bagian buritan dirancang untuk mengoperasikan satu unit helikopter medium anti-kapal selam, baik tipe Harbin Z-9C maupun Kamov Ka-28 Helix.

Type 054A: Intip Frigat Multirole Cina yang Sempat ‘Mampir’ di Laut Natuna Utara

Kelengkapan sensor dan avionik CNS Honghe mencakup radar pencari udara 3D Type 382 (H/LJQ-382) di puncak mast utama, radar kontrol tembakan rudal Type 345, serta radar pencari sasaran permukaan. Kemampuan peperangan anti-kapal selam (Anti-Submarine Warfare/ASW) kapal ini disokong oleh kombinasi sonar hull-mounted pada haluan dan towed-array sonar (sonar tarik) di bagian buritan.

Perpaduan antara stabilitas lambung, jangkauan jelajah yang jauh, serta kepadatan sistem persenjataan dan sensor menjadikan CNS Honghe salah satu unsur penggempur yang sangat adaptif untuk mendukung latihan taktis passex bersama KRI I Gusti Ngurah Rai 332 maupun pengawalan armada di wilayah perairan Pasifik. (Gilang Perdana)

Sering Digelar TNI AL, Apa Itu Passex dan Bagaimana Aturan Mainnya di Laut?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *