Lepas dari Rantai Pasok Cina, Taiwan Resmikan Kawasan Industri Drone dan Kampus Riset NCSIST

Taiwan secara resmi memulai pembangunan kawasan industri kedirgantaraan dan pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) di Kabupaten Chiayi. Langkah strategis ini diawali dengan prosesi groundbreaking yang dipimpin langsung oleh Presiden Taiwan Lai Ching-te, bertepatan dengan peresmian kampus baru Minxiong milik National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST)—lembaga riset pertahanan yang memproduksi mayoritas rudal dan drone militer Taiwan.

Baca juga: Tren ‘Shahed-136’ Pantang Surut, Taiwan Kembangkan Drone Kamikaze ‘Papa Delta’ dari Desain LUCAS AS

Di balik konflik geopolitik dan ketegangan militer yang terus meningkat dengan Cina daratan, Taiwan selama ini justru menghadapi kenyataan pahit, industri drone domestik dan instansi publiknya masih sangat bergantung pada rantai pasokan komponen dari Cina.

Dominasi Cina yang menguasai lebih dari 70 persen pasar drone global membuat berbagai komponen krusial—seperti motor listrik, pengontrol kecepatan elektronik (ESC), baterai, hingga mikroprosesor murah—hampir seluruhnya diimpor dari produsen Cina. Ketergantungan ekonomi dan manufaktur ini menjadi celah kerentanan keamanan nasional yang sangat berbahaya bagi Taipei.

Fasilitas anyar Minxiong Campus milik NCSIST yang memakan waktu pembangunan selama tiga tahun dilengkapi dengan gedung riset, hangar, laboratorium canggih, hingga fasilitas uji integrasi. Di kampus ini, para insinyur NCSIST mampu menggarap seluruh tahapan pengembangan drone, mulai dari perancangan rangka udara (airframe), sistem propulsi, kendali penerbangan (flight-control), hingga pengujian akhir. Tak hanya itu, fasilitas ini menyerap teknologi digital twin yang mampu menciptakan salinan virtual pesawat untuk diuji coba dalam simulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan virtual reality (VR) sebelum prototipe fisik diterbangkan.

Kawasan industri yang dibangun tepat di sebelah kampus Minxiong dirancang untuk menyatukan manufaktur swasta, lembaga pemerintah, universitas, dan peneliti dalam satu ekosistem digital terpadu. Tujuan utamanya adalah membangun rantai pasokan non-Cina (non-red supply chain) guna memastikan seluruh komponen maupun sistem drone terbebas dari material buatan Cina. Pemerintah Kabupaten Chiayi memproyeksikan kawasan seluas ini mampu menampung sekitar 100 perusahaan teknologi dan kedirgantaraan.

Langkah masif Taiwan dalam memacu kemandirian teknologi drone meningkat tajam pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Pengalaman perang di Eropa Timur membuktikan betapa krusialnya peran drone, sekaligus menyadarkan bahaya ketergantungan pada produk Cina seperti DJI yang berisiko dilacak, diretas, maupun diputus pasokannya secara mendadak.

Halau Invasi Cina, Taiwan Siap Kucurkan Dana Rp118,8 Triliun Guna Produksi 210.000 Drone

Atas dasar kerentanan keamanan tersebut, pemerintah Taiwan kini memperketat regulasi dan mewajibkan seluruh instansi publik serta militer untuk hanya membeli drone yang berasal dari rantai pasok non-Cina.

Perkembangan industri drone di Taiwan sendiri menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan mencatat nilai produksi drone domestik melonjak hingga NT$12,9 miliar (sekitar US$407 juta) pada tahun 2025, atau naik 2,5 kali lipat dibandingkan capaian tahun 2024, dengan nilai ekspor mencapai NT$2,95 miliar (US$93 juta).

Bersiap Perang Asimetris, Taiwan Produksi Drone Kamikaze Berbahan Kayu Lapis yang Hemat Biaya

Untuk menopang pertumbuhan tersebut, Kabinet Taiwan (Executive Yuan) merilis program jangka panjang senilai NT$44,2 miliar (US$1,39 miliar) untuk kurun waktu enam tahun dengan target menembus nilai produksi tahunan melebihi NT$40 miliar (US$1,26 miliar) pada tahun 2030.

Secara doktrin dan strategi pertahanan, penyediaan drone Taiwan bersandar pada tiga pilar utama, mengimpor drone militer kelas berat dari Amerika Serikat, menyerahkan pengembangan drone militer kelas menengah kepada NCSIST, serta menyerap drone komersial ganda (dual-use) berukuran kecil dari sektor swasta domestik.

Kehadiran kompleks industri Minxiong di Chiayi diposisikan sebagai jembatan krusial yang mengintegrasikan riset militer canggih milik NCSIST dengan kapasitas produksi massal industri swasta Taiwan demi memutus total bayang-bayang rantai pasok Cina. (Gilang Perdana)

Pecahkan Rekor Pembelian Terbesar di Dunia, Taiwan Borong 280 Unit Drone VTOL Shield AI V-Bat Varian Terbaru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *