
Konsorsium industri pertahanan lintas negara yang melibatkan perusahaan asal Jerman, Amerika Serikat, dan Ukraina resmi memulai produksi massal secara komersial untuk lebih dari 5.000 unit drone serang (kamikaze) jarak jauh (long-range strike drones). Proyek bernilai 300 juta Euro yang didanai penuh oleh pemerintah Jerman ini ditujukan untuk memperkuat armada udara tak berawak Ukraina dalam menembus benteng pertahanan serta jaringan Perang Elektronik Rusia. (more…)

Kabar mengenai rencana operasional MAZ-5316 oleh TNI AD dan Korps Marinir TNI AL menambah warna baru dalam dinamika modernisasi rantis (kendaraan taktis) di Indonesia. Kehadiran truk militer kelas berat berkonfigurasi 4×4 ini sekaligus membuktikan bahwa partisipasi Minsk Automobile Plant (MAZ) dari Belarus dalam ajang pameran pertahanan Indo Defence 2025 tidak sia-sia. (more…)

Menjawab maraknya ancaman drone di garis depan, Rusia mengambil langkah taktis yang cukup mengejutkan dengan mengadaptasi helikopter serang Ka-52 Alligator menjadi platform pencegat drone bergerak (mobile drone interceptor). Pengalihan peran yang dipublikasikan oleh Kalashnikov Group ini diwujudkan melalui modifikasi rudal berpenuntun Vikhr yang kini dibekali kemampuan duel udara. (more…)

Kalashnikov Group tengah melakukan perombakan dan peningkatan kemampuan (upgrade) pada kapal angkut dan pendarat cepat BK-16 (Project 02510), yang populer disebut high-speed assault combat boat. Modifikasi ini dilakukan berdasarkan evaluasi serta pengalaman tempur langsung Angkatan Laut Rusia selama operasi militer di Ukraina. (more…)

Sebuah rekaman video pertempuran malam hari yang memperlihatkan aksi nekat prajurit Rusia menembaki drone kamikaze First-Person View (FPV) milik Ukraina menggunakan senapan serbu jarak dekat viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat kobaran api dan asap tebal membubung di medan pertempuran yang gelap gulita ketika para prajurit mengarahkan tembakan small arms ke arah suara raungan drone yang terbang cepat. (more…)

Rheinmetall, raksasa industri pertahanan asal Jerman yang selama ini mendominasi pasar amunisi dan kendaraan tempur berat, kembali membuat kejutan di industri militer global. Setelah sempat menghebohkan publik lewat kemunculan desain kapal perang denga fregat GMF 140, pabrikan legendaris tersebut kini membuktikan daya jangkau bisnisnya yang makin luas dengan menembus pasar perlengkapan kesehatan militer. (more…)

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem drone telah bergeser dari sekadar pengujian eksperimental menjadi doktrin operasional di medan tempur. Berdasarkan artikel ilmiah terbaru berjudul ‘Ways of Increasing the Effectiveness of Using Unmanned Aerial Vehicles Through the Use of Artificial Intelligence’ yang dipublikasikan dalam majalah resmi Kementerian Pertahanan Rusia, Military Thought, kawanan (swarm) drone kamikaze Geran yang dibekali algoritma AI mampu secara masif menjenuhkan hingga melumpuhkan sistem pertahanan udara Ukraina (Air Defense Overload) hingga 400 persen dalam satu gelombang serangan. (more…)

Memanasnya dinamika keamanan di Eropa Utara serta adaptasi doktrin militer Rusia di Ukraina memaksa Angkatan Udara Swedia (Svenska flygvapnet) untuk menajamkan taktik operasi terdesentralisasi (dispersed basing/operations). Dalam pameran kedirgantaraan Farnborough Airshow 2026 di Inggris, Kepala Staf Angkatan Udara Swedia, Mayor Jenderal Jonas Wikman, mengungkapkan target ambisius untuk memangkas waktu turnaround atau persiapan isi ulang bahan bakar dan amunisi jet tempur Saab Gripen di pangkalan darurat menjadi di bawah 10 menit. (more…)

Dinamika pertempuran di teater Ukraina telah memaksa industri pertahanan Rusia untuk terus memutar otak demi menjaga kelangsungan hidup armada kavaleri mereka. Menjawab tingginya ancaman dari serangan udara, korporasi teknologi negara Rusia, Rostec, melalui produsen tank terbesar mereka, Uralvagonzavod Group, resmi memperkenalkan konfigurasi zirah berat terbaru untuk tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) T-90M. (more…)

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) bersiap menjadi salah satu pemilik jaringan satelit terbesar di planet ini, tepat di bawah posisi Starlink milik Elon Musk. Berlin menargetkan peluncuran hingga 1.200 satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) pada tahun 2030. (more…)