Antisipasi Perang Elektronik, Exail Luncurkan Advans Vega SL: Sistem Navigasi Mandiri Anti-Jamming untuk Operasi Amfibi

Produsen teknologi pertahanan asal Perancis, Exail, secara resmi meluncurkan Advans Vega SL, sebuah sistem navigasi inersia (Inertial Navigation System/INS) presisi tinggi generasi terbaru yang dirancang khusus untuk menjaga kontinuitas navigasi pada fase kritis operasi amfibi.
Baca juga: Persiapan Operasi Amfibi ke Taiwan? Cina Uji Sistem Pembersih Ranjau Darat Xi-Ray 233
Kehadiran perangkat taktis ini menjadi jawaban atas tantangan persaingan sengit di lingkungan pesisir (littoral), di mana pasukan pendarat kerap menghadapi risiko kehilangan sinyal akibat taktik perang elektronik musuh. Dalam skenario serangan amfibi modern, fase transisi dari laut ke darat merupakan momentum paling rawan karena hilangnya akurasi posisi dapat berakibat fatal bagi koordinasi pasukan serta kesiapan kendali tembakan baterai artileri kavaleri.
Di tengah meluasnya penggunaan sistem pengacau sinyal satelit (Global Navigation Satellite System/GNSS jamming) dan manipulasi koordinat (spoofing) dalam peta pertempuran modern, Advans Vega SL hadir dengan kemampuan beroperasi secara mandiri penuh tanpa bergantung pada sinyal eksternal apa pun sejak kapal pendarat bertolak hingga pasukan menyentuh bibir pantai.
Penggunaan sistem tunggal terintegrasi ini sekaligus mendobrak keterbatasan arsitektur multi-sistem konvensional yang biasanya mengharuskan personel militer melakukan rekonfigurasi ulang perangkat atau melakukan transfer data navigasi yang rumit saat kendaraan tempur beralih dari mode berenang di air ke mode merayap di daratan.
Berdiri di atas fondasi teknologi Fiber Optic Gyroscope (FOG) mutakhir milik Exail, Advans Vega SL menembus batas akurasi navigasi tertinggi dengan menghasilkan tingkat akurasi arah hingga 0,05° RMS pada fase maritim dan mencapai 0,5 mils RMS ketika beroperasi di medan darat. (Gilang Perdana)
Jelang Pendaratan Amfibi, AL Australia Kerahkan Schiebel Camcopter S-100 dengan Sensor LiDAR


