Rusia Pamer Drone Tempur Orion Gendong Rudal Jelajah Banderol, Perluas Jangkauan Serang Tanpa Awak

Melalui rekaman video terbaru yang dirilis di saluran media sosial Vladimir Solovyov dan disiarkan ulang oleh stasiun televisi Vesti, Rusia secara eksplisit memamerkan drone UCAV MALE (Medium-Altitude Long-Endurance) Orion (Inokhodets) yang kini telah dipersenjatai dengan rudal jelajah kompak bernama S8000 “Banderol”.

Baca juga: Direktorat Intelijen Ukraina Ungkap S8000 Banderol: Rudal Jelajah Terbaru Rusia yang Diluncurkan dari UCAV Orion

Menariknya, nama rudal “Banderol” ini punya keunikan tersendiri khususnya bagi masyarakat Indonesia yang membacanya. Di Indonesia, istilah banderol sangat lekat dengan arti label harga atau tarif acuan sebuah barang. Secara kebetulan, arti tersebut sangat pas menjadi “bumbu” pelengkap yang menggambarkan esensi dari rudal ini, karena proyek Banderol memang sengaja diciptakan Rusia sebagai opsi serangan presisi yang menekankan efisiensi biaya (cost-effective) di medan tempur.

Integrasi taktis antara drone Orion dan rudal Banderol dirancang untuk menjembatani celah kosong di antara drone kamikaze sekali pakai berbiaya murah sekelas Geran dan rudal jelajah strategis berukuran besar yang jauh lebih mahal.

S8000 Banderol diproduksi oleh JSC Kronstadt, perusahaan yang sama yang merancang drone Orion. Rudal jelajah udara kompak ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 5 meter, diameter badan 30 sentimeter, dan diklaim mampu menjangkau target hingga jarak 500 kilometer.

Dengan kecepatan jelajah di angka 520–560 km/jam serta kecepatan maksimal mencapai 620–650 km/jam, Banderol memberikan kemampuan serang jarak jauh (stand-off strike) yang membuat drone pembawanya tetap aman di luar jangkauan pertahanan udara pendek musuh. Berat hulu ledak Banderol ditaksir sekitar 150 kilogram, yang digambarkan sebagai jenis fragmentasi berdaya ledak tinggi, yang cocok untuk menghancurkan posisi yang dibentengi, infrastruktur, atau konsentrasi personel.

Dalam rekaman video yang beredar, drone Orion terlihat beroperasi sebagai missile carrier spesialis yang menggendong satu unit rudal Banderol di bawah perutnya. Pesawat tanpa awak ini diduga merupakan varian yang mengandalkan komunikasi satelit (Satcom) untuk beroperasi melampaui cakrawala radio, tanpa adanya kubah kamera elektro-optik eksternal yang terlihat jelas. Hal ini mengindikasikan bahwa drone Orion berfungsi murni sebagai platform peluncur udara, di mana koordinat target instalasi tetap seperti pusat komando, depo logistik, atau posisi radar telah diunggah terlebih dahulu berdasarkan data pengintaian pihak luar.

Penggunaan rudal Banderol bukan merupakan peristiwa isolasi, melainkan sudah beberapa kali terdeteksi dalam gelombang serangan gabungan Rusia di Ukraina, termasuk di wilayah Kharkiv. Dengan meluncurkan Banderol bersamaan dengan drone kamikaze dan rudal balistik dari berbagai arah, Rusia berhasil mengacaukan kalkulasi dan alokasi sistem pertahanan udara musuh. (Gilang Perdana)

Rusia Tampilkan Perdana Kh-BPLA: Rudal Udara ke Permukaan untuk Drone Tempur (UCAV) Orion

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *