Duel Udara di Sudan: Drone Propeller Akinci Jatuhkan Drone Tempur Buatan Cina, Bukti Dominasi Pasar UCAV Turki

Pasar pesawat tanpa awak (drone) global saat ini sedang menyaksikan persaingan sengit antara dua raksasa Asia, yaitu Cina dan Turki. Secara umum, industri dirgantara Cina memang merajai pasar drone komersial maupun pengintai berkat kapasitas produksi massal dan efisiensi biaya yang masif.

Baca juga: Sukses Pecundangi Cina, Ini Alasan Turki Dominasi Ekspor Drone Tempur (UCAV) Global 

Namun, jika mengerucut pada segmen Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) atau drone tempur bersenjata, Turki secara de facto telah mengambil alih takhta kepemimpinan global. Portofolio UCAV buatan Turki dinilai jauh lebih dinamis dan tangguh di medan laga nyata, memicu pergeseran preferensi geopolitik banyak negara yang kini lebih memilih memborong teknologi militer Turki ketimbang beralih ke Beijing. Ketegangan persaingan pasar ini baru saja berwujud nyata dalam sebuah insiden pertempuran udara perdana di dunia yang melibatkan produk andalan dari kedua negara tersebut di langit Afrika.

Sebuah tonggak sejarah baru dalam doktrin perang modern (drone warfare) tercatat di Sudan pada hari Senin, 13 Juli 2026. Angkatan Udara Sudan (SAF) yang mengoperasikan UCAV kelas berat buatan Turki, Bayraktar Akinci, dilaporkan berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai dan penyerang canggih buatan Cina, FH-95 (atau dikenal juga sebagai varian dari seri CH-95).

Insiden menegangkan ini terjadi di wilayah udara bagian barat laut El-Obeid, ibu kota negara bagian Kordofan Utara. Keberhasilan ini tidak hanya memutus rantai serangan udara kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang diduga mendapatkan pasokan drone tersebut dari Uni Emirat Arab (UEA), tetapi juga menjadi pembuktian superioritas teknologi taktis Turki langsung di atas aset pertahanan udara rancangan Cina.

Pertempuran ini menjadi sangat dramatis karena menandai pertama kalinya sebuah UCAV menjatuhkan drone kombatan lain di udara menggunakan rudal khusus udara-ke-udara (air-to-air missile) dalam konflik aktif. Berdasarkan rekaman optik internal (onboard) milik Akinci, drone penyerang bermesin ganda tersebut melakukan pengejaran dari arah belakang (tail chase) sebelum akhirnya mengunci posisi lawan.

Roketsan (Turki) Pamerkan “Levent,” Sistem Hanud Kapal Perang Berbasis Rudal MANPADS Sungur

Para analis militer dan pengamat Open Source Intelligence (OSINT) mengindikasikan kuat bahwa rudal yang dilepaskan oleh Akinci adalah rudal Sungur buatan Roketsan, pabrikan pertahanan terkemuka asal Turki. Rudal berpemandu pencari jejak inframerah (Imaging Infrared Seeker / IIR) yang terkenal kebal terhadap kecohan flare tersebut meluncur dengan trajektori melambung (lofted) dan sukses menghancurkan target dalam waktu singkat, sekitar 15 hingga 16 saja sejak momen peluncuran dari jarak tembak yang diperkirakan mencapai 6,8 hingga 8,9 kilometer.

Arab Saudi Borong UCAV Turki Bayraktar Akinci, Disebut Sebagai Kontrak Terbesar Baykar Makina

Bagi Turki, pembaptisan Akinci dalam pertempuran udara ini mengukuhkan dominasi mereka di segmen UCAV kelas atas yang mandiri, adaptif, dan berstatus battle-proven. Keberhasilan mengintegrasikan sistem rudal pertahanan udara jarak pendek seperti Sungur ke dalam platform pesawat tanpa awak merupakan lompatan teknologi yang belum mampu direplikasi secara efektif oleh para pesaingnya di pasar ekspor, termasuk Cina.

Di sisi lain, jatuhnya FH-95 milik RSF ini menjadi pukulan telak bagi rekam jejak drone militer Beijing yang dalam satu bulan terakhir dilaporkan telah kehilangan empat unit varian serupa di Sudan akibat intersepsi pertahanan udara. Konflik Sudan secara tidak langsung telah berubah menjadi laboratorium hidup sekaligus etalase dunia yang memperlihatkan bahwa dalam urusan supremasi taktis jet tanpa awak, taji industri pertahanan Turki saat ini berada selangkah di depan dominasi kuantitas Cina. (Bayu Pamungkas)

Kamera Termal dari Drone Akinci Berhasil Temukan ‘Titik Panas’ di Lokasi Jatuh Helikopter Presiden Iran

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *