Sasar Target Laut, Pembom Siluman B-2 Spirit Pertama Kalinya Luncurkan Rudal Jelajah Anti Kapal LRASM

Komando Angkatan Udara Amerika Serikat di Pasifik (Pacific Air Forces/PACAF) sukses mencatatkan pencapaian strategis baru dalam taktik pertempuran laut modern. Pada 27 Juni, di sela-sela rangkaian latihan berskala besar Valiant Shield 2026 yang digelar di kawasan utara Kepulauan Mariana, pembom stealth B-2 Spirit yang dikerahkan dari 509th Bomb Wing asal Missouri berhasil meluncurkan Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh AGM-158C LRASM (Long Range Anti-Ship Missile) dengan sasaran langsung kapal transport amfibi Austin class yang telah dinonaktifkan, eks USS Juneau.
Uji coba penembakan amunisi terpandu secara langsung dalam skenario penenggelaman kapal operasional (Sinking Exercise / SINKEX) ini menjadi demonstrasi nyata dari peningkatan signifikan kemampuan militer Amerika Serikat dalam memproyeksikan kekuatan udara untuk menghalau ancaman maritim di wilayah Pasifik yang kian dinamis.
Sistem persenjataan LRASM merupakan rudal anti kapal mutakhir berkemampuan siluman yang dirancang khusus untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan kapal sasaran bernilai tinggi milik musuh pada jarak yang sangat jauh. Senjata ini bekerja secara mandiri dengan kecerdasan buatan terintegrasi untuk menembus payung pertahanan udara berlapis yang padat.
Dikembangkan sebagai elemen kunci dalam strategi operasi serangan kontra-maritim Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, integrasi penuh rudal LRASM ke dalam kompartemen senjata internal pesawat pembom B-2 Spirit memberikan keunggulan taktis yang bersifat menentukan (decisive edge) di teater komando regional.
The @PACAF successfully conducted a live-fire Sinking Exercise using the B-2 Spirit north of the Mariana Islands. Deploying the Long Range Anti-Ship Missile – demonstrating enhanced ability to achieve strategic objectives within range of potential threats.https://t.co/8PPP7bT3Pb pic.twitter.com/t2c0XTjfeo
— Air Force Global Strike Command (@AFGlobalStrike) June 29, 2026
Pelaksanaan latihan dalam rangkaian Valiant Shield 2026 ini sekaligus menandai sebuah tonggak sejarah baru yang sangat krusial bagi kedirgantaraan militer, di mana peristiwa ini menjadi momen pertama kalinya pembom siluman B-2 Spirit secara resmi menguji coba dan meluncurkan sebuah rudal jelajah khusus anti-kapal jarak jauh di skenario dunia nyata. Kemampuan ini secara dramatis mengubah doktrin pertempuran laut, mengingat B-2 Spirit awalnya didesain pada era Perang Dingin murni sebagai pembom penetrasi strategis berbasis darat untuk menjatuhkan bom nuklir maupun konvensional di wilayah daratan musuh.
Meskipun Angkatan Udara AS sebelumnya pernah melibatkan B-2 dalam misi maritim, uji coba di tahun-tahun terdahulu hanya mengandalkan senjata berpemandu vertikal seperti bom QUICKSINK pada tahun 2024. Teknologi QUICKSINK, yang merupakan modifikasi berbasis sistem navigasi GPS pada bom konvensional Joint Direct Attack Munition (JDAM), menuntut pesawat pembom untuk terbang relatif dekat dan melintas langsung di atas area cakupan radar kapal target agar bom dapat jatuh secara akurat. Prosedur tersebut menempatkan pesawat pada risiko tinggi ketika menghadapi armada kapal modern yang dilengkapi sistem pertahanan udara jarak jauh yang agresif.
Makin Sangar, Boeing P-8A Poseidon Kini Bisa Gotong Rudal AGM-158C LRASM
Kini, melalui integrasi taktis rudal jelajah anti kapal LRASM, B-2 Spirit mampu melepaskan hantaman mematikan dari jarak aman yang berada jauh di luar jangkauan deteksi sistem rudal pertahanan udara musuh (stand-off range). Kombinasi antara karakteristik siluman tingkat tinggi yang dimiliki oleh B-2 Spirit dengan karakteristik penyamaran serta jangkauan ratusan mil laut dari rudal LRASM menciptakan sebuah platform ofensif maritim yang hampir mustahil untuk dicegat oleh armada tempur laut musuh saat ini.
Secara teknis, rudal AGM-158C LRASM buatan Lockheed Martin ini memiliki spesifikasi tempur yang sangat mengerikan dengan jangkauan operasional resmi yang diperkirakan melampaui 200 hingga 300 mil laut (sekitar 370 hingga 560 kilometer). Rudal seberat sekitar 1.250 kilogram ini dibekali dengan hulu ledak fragmentasi penetrasi blast-fragmentation seberat 450 kilogram (1.000 pon) yang mampu melumpuhkan kapal perang bertonase besar dalam sekali hantam.
Mengandalkan mesin turbojet Williams International F107-WR-105, LRASM melaju pada kecepatan subsonik tinggi yang dipadukan dengan pemandu multi-mode canggih—termasuk sensor inframerah pencari sasaran (imaging infrared/IIR), tautan data taktis, serta sistem navigasi anti-jamming GPS/INS—sehingga memungkinkannya beroperasi secara otonom di lingkungan peperangan elektronik yang pekat tanpa ketergantungan penuh pada radar eksternal. (Gilang Perdana)
Luncurkan Dua Rudal Harpoon, P-8A Poseidon Selandia Baru Hancurkan Target Permukaan di Guam
Related Posts
-
Drone Intai Saebyeol-4 “RQ-4B Global Hawk” Korea Utara Gunakan Landing Gear Jet Tempur Chengdu J-7
No Comments | Jan 18, 2024 -
Cina Gerah, Bersiap Jatuhkan Objek Udara Tidak Dikenal yang Mengintai Markas Armada Laut Utara
11 Comments | Feb 13, 2023 -
Kemhan Taiwan Cemas pada DF-100, Inilah Rudal Jelajah ‘Supersonik-Hipersonik’ Jarak Jauh
2 Comments | Oct 19, 2023 -
Bukti Pertama Sukhoi Su-27 Ukraina Mampu Luncurkan Bom Pintar AASM-250 HAMMER
2 Comments | Apr 14, 2024


