Cetak Ekspor Perdana, Korps Marinir Filipina Resmi Borong Ranpur Amfibi Chaiseri AWAV 8×8 Buatan Thailand

Geliat industri pertahanan di Asia Tenggara kembali menunjukkan taji di pasar ekspor regional lewat pencapaian terbaru dari negeri Gajah Putih. Perusahaan pertahanan terkemuka asal Thailand, Chaiseri, secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah memenangkan kontrak dari Angkatan Laut Filipina untuk memasok kendaraan tempur (ranpur) lapis baja amfibi roda ban yang dikenal sebagai Armoured Wheeled Amphibious Vehicle (AWAV) 8×8.
Kontrak senilai 389 juta Peso Filipina atau setara dengan US$6,8 juta mencakup pengadaan batch pertama sebanyak lima unit kendaraan. Berdasarkan surat pemberitahuan pemenang dokumen lelang (notice of award) yang diterbitkan otoritas Filipina, kelima ranpur amfibi ini nantinya akan ditempatkan di bawah kendali Korps Marinir Filipina, khususnya pada Peacekeeping Operations Group yang bermarkas di Fort Bonifacio, Manila, guna menunjang misi penjaga perdamaian PBB serta tugas-tugas pengamanan taktis lainnya.
Keberhasilan kesepakatan ini sekaligus menandai sejarah baru bagi Chaiseri karena menjadi penjualan ekspor perdana untuk platform AWAV 8×8 setelah sebelumnya platform tersebut hanya dioperasikan secara eksklusif oleh Korps Marinir Thailand (RTMC). Di negara asalnya, Chaiseri tercatat telah mengantongi dua kali kontrak pengadaan dari militer Thailand, di mana kontrak pertama pada tahun 2023 senilai 448 juta Baht untuk tujuh unit pertama telah tuntas dikirimkan pada September 2024 lalu.
Korps Marinir Thailand Terima AWAV 8×8: “Dukungan Nyata pada Ranpur Amfibi Produksi Dalam Negeri”
Tren positif kemudian berlanjut pada tahun 2026 dengan penandatanganan kontrak kedua senilai 504 juta Baht untuk pemesanan tujuh unit tambahan. Dalam operasionalnya oleh militer Thailand, ranpur amfibi canggih ini biasa dideploy dari hanggar helikopter maupun well deck kapal perang berjenis Landing Platform Dock (LPD) Type 071E buatan Cina, yang memberikan kemampuan serbu amfibi mandiri dari kapal langsung ke bibir pantai secara cepat dan masif.
Thai Marine Corps AWAV 8×8 and BTR-3E during Combined Arms Live Fire Exercise in May 2026 pic.twitter.com/eANNFzIaoL
— Нем🥖 (@wuthi11_) May 25, 2026
Jika kilas balik ke masa pengembangannya, prototipe Chaiseri AWAV 8×8 ini pertama kali diperkenalkan ke publik global dalam ajang pameran kedirgantaraan dan pertahanan bertajuk Defense & Security 2023 di Bangkok. Ranpur ini lahir dari hasil kolaborasi riset dan pengembangan yang sangat erat antara tim insinyur Chaiseri dengan Korps Marinir Thailand yang menginginkan kendaraan angkut personel berkemampuan amfibi murni.
Desain bodi dan lambung AWAV dirancang khusus menyerupai bentuk perahu (V-shaped hull) untuk meminimalkan hambatan air saat berenang sekaligus memberikan proteksi tinggi dari efek ledakan ranjau darat atau Improvised Explosive Device (IED) di medan tempur. Sebagai kendaraan amfibi roda ban modern, Chaiseri AWAV juga dilengkapi dengan sepasang mesin jet air (waterjet) pada bagian belakang belahan lambungnya, yang menjamin stabilitas navigasi dan kecepatan tinggi saat bermanuver menerjang ombak di laut lepas sebelum merayap naik ke daratan.
Langkah berani Filipina meminang alutsista buatan sesama negara ASEAN mengonfirmasi bahwa kiblat pengadaan kendaraan lapis baja di Asia Tenggara kini kian mandiri dan kompetitif. Bagi Chaiseri, kontrak ekspor dari Filipina ini menjadi pembuka jalan yang sangat strategis untuk memasarkan platform AWAV ke negara-negara kepulauan lain di kawasan maritim, termasuk potensi ketertarikan dari negara tetangga sekitar.
Di sisi lain, kehadiran lima unit ranpur amfibi baru ini akan meningkatkan mobilitas taktis dan daya deteren Korps Marinir Filipina secara signifikan dalam menjalankan penugasan multilateral. Keberhasilan integrasi operasional di dua korps marinir berbeda ini ke depannya akan menjadi pembuktian nyata atas keandalan teknologi pertahanan besutan Chaiseri di medan operasi yang sesungguhnya. (Gilang Perdana)


