
Geliat industri pertahanan di Asia Tenggara kembali menunjukkan taji di pasar ekspor regional lewat pencapaian terbaru dari negeri Gajah Putih. Perusahaan pertahanan terkemuka asal Thailand, Chaiseri, secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah memenangkan kontrak dari Angkatan Laut Filipina untuk memasok kendaraan tempur (ranpur) lapis baja amfibi roda ban yang dikenal sebagai Armoured Wheeled Amphibious Vehicle (AWAV) 8×8. (more…)

Angkatan Laut Filipina dipastikan akan menerima suntikan kekuatan militer yang signifikan melalui akuisisi lima kapal perang jenis destroyer escort (perusak kawal/fregat ringan) Abukuma class yang baru saja dipensiunkan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF). (more…)

Seperti halnya saat peluncuran fregat Merap Putih KRI Balaputradewa 322 pada 18 Desember 2025, maka PAL mengambil momen launching ceremony Landing Dock (LD)-603 pesanan Philippine Navy (Angkatan Laut Filipina) dihelat pada malam hari, yakni Selasa malam, 30 Juni 2026. (more…)

Setelah sukses mencuri perhatian global lewat peluncuran Fregat Merah Putih sepanjang 140 meter pada penghujung Desember 2025 lalu, PT PAL Indonesia kini tengah bersiap melakukan peluncuran kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) atau Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026. (more…)

PT PAL Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung kancah maritim internasional dengan meraih penilaian “Very Satisfactory” dari Philippine Navy (Angkatan Laut Filipina). Penghargaan tertinggi ini diberikan atas keberhasilan galangan kapal pelat merah tersebut dalam menyelesaikan proyek Docking, Drydocking, Operational Readiness and Repair (DDORR) untuk kapal perang BRP Tarlac 601. (more…)

Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy) baru saja menandai tonggak sejarah baru dalam modernisasi armadanya dengan kedatangan BRP Rajah Sulayman (PS-20). Kapal ini merupakan unit pertama dari enam kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) Rajah Sulayman class yang dipesan dari galangan kapal Korea Selatan, HD Hyundai Heavy Industries (HHI). (more…)

Sebagai rudal anti kapal pesisir (coastal missile defence), nama rudal Brahmos sudah lekat sebagai arsenal alutsista Korps Marinir Filipina. Dan setelah beberapa gelombang (batch) pengiriman dari India, untuk pertama kali Korps Marinir Filipina meresmikan baterai atau kompi pertama rudal anti kapal Brahmos. (more…)

Angkatan Laut Filipina (PN) membuat terobosan dalam kemampuan serang rudal udara ke permukaan, sesuatu yang tak dimiliki TNI AL, yakni untuk pertama kalinya helikopter anti kapal selam (AKS) AW159 Wildcat PN berhasil meluncurkan rudal Spike NLoS dan menghancurkan target secara telak dalam latihan tembak langsung di San Antonio, Zambales, perairan yang menghadap Laut Filipina Barat pada 9 September 2025. (more…)

Punya peran vital bagi lalu lintas kapal selam, Selat Luzon sebagai choke point menjadi salah satu dari sedikit jalur yang cukup dalam dan lebar bagi kapal perang besar dan kapal selam, termasuk kapal selam nuklir Cina, untuk keluar-masuk Laut Cina Selatan dengan Samudera Pasifik. Namun, ketenangan Cina sebagai pengguna Selat Luzon boleh jadi mulai terusik, kenapa? (more…)

Dalam joint sail dan Maritime Partnership Exercise (MPX) 2025 bersama Angkatan Laut India, untuk pertama kalinya Angkatan Laut Filipina memperkenakan jenis senjata baru pada kapal perang permukaan. Jenis senjata yang dimaksud adalah kanon laras ganda Gokdeniz kaliber 35 mm di fregat BRP Miguel Malvar (FFG-06), sekaligus memperkenalkan jenis CIWS (Close In Weapon System) pertama yang diadopsi Angkatan Laut Filipina. (more…)