Sukses Tuntaskan MRO BRP Tarlac 601, PT PAL Raih Predikat “Very Satisfactory” dari AL Filipina

PT PAL Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung kancah maritim internasional dengan meraih penilaian “Very Satisfactory” dari Philippine Navy (Angkatan Laut Filipina). Penghargaan tertinggi ini diberikan atas keberhasilan galangan kapal pelat merah tersebut dalam menyelesaikan proyek Docking, Drydocking, Operational Readiness and Repair (DDORR) untuk kapal perang BRP Tarlac 601.

Baca juga: Landing Craft Utility: “Kepanjangan Tangan” Gelar Operasi Amfibi LPD TNI AL

Penilaian prestisius tersebut didasarkan pada hasil evaluasi pasca-proyek yang melibatkan berbagai unit pengguna serta end-user kapal, di mana PT PAL Indonesia berhasil mengantongi nilai impresif sebesar 3,90 dari skala maksimal 4,00.

Keberhasilan ini mempertegas kapabilitas komprehensif PT PAL yang tidak hanya andal dalam membangun armada baru, tetapi juga piawai dalam mempertahankan siklus hidup kapal perang melalui layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang kompeten. Proyek pemeliharaan dan perbaikan berskala besar ini dilaksanakan di fasilitas galangan kapal utama PT PAL, Surabaya, sejak pertengahan tahun 2025. Melalui surat resmi yang dikirimkan kepada manajemen PT PAL Indonesia, Commander Naval Shipyard Philippine Navy, CAPT Julius Preyes PN(GSC), menyatakan secara tertulis bahwa seluruh rangkaian pekerjaan teknis berhasil dirampungkan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.

Selain ketepatan waktu, pihak Philippine Navy juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kompetensi teknis, profesionalisme personel, efektivitas manajemen proyek, serta implementasi ketat dari prosedur quality assurance dan keselamatan kerja (K3) selama kapal berada di dalam dok. Pasca-pelaksanaan program DDORR ini, tingkat keandalan dan kesiapan operasional BRP Tarlac-601 dilaporkan meningkat secara signifikan.

Kapal pendarat strategis ini kini siap diterjunkan kembali secara optimal untuk mengemban berbagai misi penting Angkatan Laut Filipina, mulai dari mobilisasi pasukan dan logistik, operasi militer utama, hingga misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di kawasan.

BRP Tarlac 601 merupakan kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) pertama dari dua unit yang dipesan oleh Departemen Pertahanan Nasional Filipina dari PT PAL Indonesia. Pembangunan kapal ini didasarkan pada desain kapal Landing Platform Dock (LPD) Makassar class yang telah sukses dioperasikan oleh TNI AL.

Inggris Jual Dua Unit LPD Albion Class ke Brasil, Kemampuan Serbu Amfibi Royal Marines Dipertaruhkan

Proses pembuatan kapal ini ditandai dengan peletakan batu pertama (keel laying) pada bulan Januari 2015, hingga akhirnya resmi diluncurkan (launching) ke laut dari fasilitas galangan PT PAL Surabaya pada tanggal 17 Januari 2016. Setelah melewati serangkaian uji coba laut yang ketat, kapal ini diserahkan kepada pemesan dan resmi masuk kedinasan (commissioning) dalam armada Philippine Navy pada tanggal 1 Juni 2016 di Dermaga Selatan, Manila South Harbor.

Dari spesifikasi teknis, BRP Tarlac 601 memiliki profil dimensi yang kokoh untuk mendukung operasi proyeksi kekuatan maritim jarak jauh. Kapal ini dirancang dengan panjang keseluruhan (Length Overall – LOA) mencapai 123 meter, lebar 21,8 meter, serta sarat air (draft) sedalam 5 meter.

Dalam kondisi muatan penuh, BRP Tarlac 601 memiliki bobot mati atau perpindahan tempat (displacement) mencapai 11.583 ton. Untuk urusan dapur pacu, kapal pendarat strategis ini dibekali dengan sistem propulsi yang mengandalkan dua unit mesin diesel ekonomis berkekuatan masing-masing 2.920 kW, yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan maksimum hingga 16 knot, kecepatan jelajah 13 knot, serta memiliki radius operasional maksimum hingga 9.360 mil laut dengan daya tahan berlayar di laut lepas (endurance) hingga 30 hari secara mandiri.

Punya ‘Stern dan Side Ramp’: Fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321 Ideal Untuk Operasi Khusus

Sebagai kapal pengangkut logistik dan pendarat amfibi, BRP Tarlac 601 memiliki kapasitas angkut yang sangat masif guna menunjang operasi militer selain perang maupun perang konvensional. Kapal ini mampu mengakomodasi total hingga 500 personel termasuk kru kapal, pasukan pendarat (marines), serta kru penerbang. Dek internalnya yang luas dirancang tangguh untuk membawa berbagai jenis kendaraan tempur, mulai dari truk logistik, kendaraan taktis, hingga tank tempur utama.

Pada bagian buritan, terdapat fasilitas well deck yang mampu menampung dua unit kapal pendarat pasukan jenis Landing Craft Utility (LCU) serta dua unit Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) untuk operasi cepat. Sementara pada bagian dek penerbangan (flight deck), kapal ini dirancang dengan area luas yang mampu mengoperasikan dua unit helikopter ukuran sedang secara bersamaan, serta dilengkapi hanggar tertutup untuk perawatan satu unit helikopter guna mendukung mobilitas udara terintegrasi. (Gilang Perdana)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *