Citra Satelit Bidik 4 Kapal Selam Nuklir Cina Muncul Bersamaan di Bohai Shipyard, Sinyal Bahaya Bagi AS dan Sekutu?

Pengamatan citra satelit pada 12 Juli mencatat momen penting di Galangan Kapal Bohai, Cina, saat empat armada kapal selam Angkatan Laut Cina (PLAN) terlihat bersandar secara bersamaan di dermaga outfitting. Penampakan ini menarik perhatian pengamat militer global karena seluruh armada tersebut berada dalam tahap akhir konstruksi dan siap menjalani pengujian, menegaskan lonjakan kapasitas produksi alutsista bawah air Cina secara masif.
Keempat armada yang teridentifikasi memiliki spesifikasi dan peran strategis yang berbeda. Armada pertama adalah kapal selam bertenaga nuklir kelas baru sepanjang 120 meter. Kapal selam ini memiliki desain lambung yang ramping serta diduga kuat dilengkapi sistem peluncuran rudal vertikal (VLS) dan pendorong pump-jet untuk meminimalkan jejak akustik.
Armada kedua adalah Type 095, kapal selam penyerang bertenaga nuklir (SSN) generasi terbaru yang dirancang khusus untuk memburu kapal permukaan dan kapal selam musuh dengan tingkat keheningan operasi yang jauh melebihi generasi sebelumnya. Armada ketiga merupakan Type 094A (Jin class SSBN), kapal selam pengangkut rudal balistik antarbenua (ICBM) bertenaga nuklir yang menjadi pilar utama kemampuan penangkal nuklir berbasis laut Cina.
Sementara itu, armada keempat adalah kapal pendukung semi-submersible berdesain trimaran yang berfungsi sebagai sarana penyelamatan, perbaikan, serta pengujian dok mengapung bagi operasi bawah air.
The Bohai Shipyard, China’s primary facility for building nuclear-powered submarines, has expanded massively over the past 5 or 6 years. The expansion has largely occurred in the reclaimed land on the eastern side of the shipyard, where new assembly halls, module fabrication… pic.twitter.com/zgglfREc1P
— Eurasia Naval Insight (@EurasiaNaval) June 14, 2025
A new class of Chinese nuclear powered attack submarine (SSN) has shown up in satellite imagery after recently moving to a launch bay at the Bohai Shipyard in Huludao.
The new submarine’s nomenclature is Type 09V, or also commonly referred to as the Type 095. Partially… pic.twitter.com/eoyVn0TjqV
— Netram Defence Review (@NetramDefence) February 25, 2026
Galangan Kapal Bohai (Bohai Shipyard), yang berlokasi di Kota Huludao, Provinsi Liaoning, di pesisir Laut Bohai, merupakan pusat manufaktur utama dan satu-satunya galangan kapal di Cina yang didedikasikan khusus untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.
Berada di bawah naungan China State Shipbuilding Corporation (CSSC), fasilitas ini telah mengalami perluasan sarana perakitan tertutup (indoor assembly bays) secara masif dalam beberapa tahun terakhir. Perluasan tersebut memungkinkan Bohai Shipyard merakit beberapa lambung kapal selam secara simultan dan terhindar dari pemantauan satelit hingga kapal siap dipindahkan ke area dermaga.
Citra Satelit Singkap Kapal Selam Misterius Cina Tanpa Menara Komando di Jiangnan
Secara analitis, keberadaan keempat kapal tersebut di satu lokasi dermaga dalam waktu yang sama memberikan sinyal kuat mengenai pesatnya modernisasi Angkatan Laut Cina. Penampakan simultan ini menunjukkan bahwa Cina tidak hanya meningkatkan kuantitas armadanya, tetapi juga melakukan lompatan teknologi dalam hal daya tembus stealth, jangkauan serang rudal jelajah, dan ketahanan navigasi di samudra luas.
Perkembangan ini berpotensi menggeser keseimbangan kekuatan maritim di kawasan Indo-Pasifik, memperketat persaingan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat beserta sekutunya, sekaligus memperkuat postur pertahanan deterensi nuklir Cina di jalur perairan strategis dunia. (Gilang Perdana)
Cina Salip Rusia: Kini Jadi Operator Kapal Selam Nuklir Terbesar Kedua Dunia



Soal kapal selam, program pengadaan kapal selam interim kita jadi nggak ya ? Semoga aja jadi ngambil Oyashio class. Butuhnya 3 biji. Lumayan kalo bisa dipakai selama 10-15 tahun lagi atau lebih. Kalo Scorpene, u212nfs dan DGK kayaknya bukan masuk interim.