Citra Satelit Singkap Kapal Selam Misterius Cina Tanpa Menara Komando di Jiangnan

Peta persaingan kekuatan bawah air global kembali memanas seiring munculnya temuan intelijen terbaru dari fasilitas galangan kapal Cina. Citra satelit komersial yang baru dirilis berhasil menangkap penampakan sebuah kapal selam dengan desain radikal yang tengah menjalani pengujian di Galangan Kapal Jiangnan, Shanghai.

Baca juga: Mewarisi DNA Type 039 Cina, Kapal Selam Baru Pakistan PNS Hangor Unjuk Gigi dan Transit di Malaysia 

Kapal selam misterius ini langsung mencuri perhatian para analis pertahanan global karena mengusung profil hidrodinamis yang sangat tidak lazim, yaitu lambung mulus tanpa struktur menara komando (conning tower/sail) atau sirip atas yang biasanya menonjol di punggung kapal.

Peluncuran diam-diam ini menjadi sinyal kuat betapa masif dan agresifnya ekspansi armada bawah air Angkatan Laut Cina (PLA Navy), di saat negara-negara Barat dan sekutunya justru tengah terseok-seok untuk menggenjot tingkat produksi galangan kapal mereka sendiri.

Berdasarkan analisis visual dari citra satelit, kapal selam misterius ini memiliki dimensi panjang yang masif, yakni mencapai sekitar 120 meter. Selain hilangnya struktur menara komando konvensional—yang biasanya berfungsi sebagai rumah bagi periskop fisik, tiang komunikasi, dan sistem snorkel—kapal selam ini memiliki lebar lambung (beam) yang tampak lebih ramping dibandingkan kelas kapal selam serang Cina saat ini.

Karakteristik teknis lain yang berhasil teridentifikasi adalah penggunaan sirip kendali buritan berbentuk huruf ‘X’ (X-shaped stern control surfaces) serta sistem pendorong yang diduga kuat mengadopsi teknologi pumpjet propulsor.

Kombinasi desain lambung yang super mulus tanpa hambatan menara serta sistem pendorong pumpjet ini dirancang secara sengaja untuk memangkas hambatan air, meningkatkan kecepatan selam, serta mereduksi jejak akustik secara drastis, sehingga membuat kapal selam ini menjadi jauh lebih senyap dan sangat sulit dilacak oleh sonar musuh.

Mengingat ukurannya yang mencapai hampir 400 kaki, para pakar meyakini bahwa kapal selam ini terlalu ramping jika dikategorikan sebagai kapal selam peluncur rudal balistik (SSBN), karena rudal balistik JL-3 terbaru milik Cina membutuhkan kompartemen peluncur yang jauh lebih besar dan tebal. Alhasil, teka-teki terbesar kini bergeser pada sistem penggerak yang digunakannya.

Berdasarkan skala lambung, penggunaan reaktor nuklir konvensional menjadi opsi yang paling masuk akal. Namun, para analis tidak mencoret kemungkinan lain, termasuk penerapan teknologi “nuclear-AIP” terbaru Cina—sebuah konsep hibrida yang menggabungkan reaktor nuklir berdaya rendah dengan prinsip Air-Independent Propulsion (AIP) untuk mendongkrak ketahanan selam tanpa kompleksitas penuh dari sebuah kapal selam serang nuklir (SSN) murni, mirip dengan cetak biru yang sempat terlihat pada kapal selam Kelas Zhou (Type-041) di Wuhan.

Kemunculan mahakarya tanpa menara komando ini di Jiangnan juga mengungkap babak baru strategi industrialisasi militer Beijing yang kian mengerikan bagi Barat. Pasalnya, dalam jendela waktu yang hampir bersamaan, sebuah kapal selam baru juga dilaporkan meluncur dari Galangan Kapal Huludao—fasilitas utama pembangunan kapal selam nuklir Cina. Jika kedua kapal selam tersebut terbukti berasal dari kelas baru yang sama, hal ini menandakan bahwa Cina telah berhasil menjalankan jalur produksi paralel di dua galangan berbeda untuk program kapal selam tingkat lanjut.

Ketika galangan kapal Barat kerap kesulitan membangun lebih dari satu kapal selam nuklir dalam satu waktu, Cina justru berhasil meluncurkan sekitar 15 hingga 20 kapal selam dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Meski otoritas Cina memilih bungkam seribu bahasa tanpa merilis informasi resmi apa pun, pesan yang dikirimkan lewat citra satelit sudah sangat jelas: Cina tengah memacu inovasi bawah airnya ke level ekstrem yang belum pernah dicapai sebelumnya.(Gilang Perdana)

Australia Batal Beli Kapal Selam Nuklir Baru dan Pilih Borong 3 Unit Virginia Class Bekas Pakai

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *