Mewarisi DNA Type 039 Cina, Kapal Selam Baru Pakistan PNS Hangor Unjuk Gigi dan Transit di Malaysia

Peta kekuatan bawah air di kawasan Indo-Pasifik kembali memancing perhatian seiring dengan kemunculan perdana kapal selam terbaru milik Angkatan Laut Pakistan (PN), PNS Hangor. Kapal selam diesel elektrik mutakhir ini dilaporkan tengah berlayar dalam rute pelayaran perdananya dari galangan kapal di Sanya, Cina—tempat ia resmi dikomisioning pada 30 April 2026—menuju pangkalan utamanya di Pakistan.
Dalam perjalanan jarak jauh lintas lautan tersebut, kapal selam berkemampuan siluman ini tertangkap kamera tengah melakukan transit dan kunjungan operasional di Pangkalan Angkatan Laut Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada tanggal 8 hingga 11 Mei 2026. Kehadiran PNS Hangor di perairan Asia Tenggara, yang dikawal oleh kapal perang permukaan PNS Taimur, menjadi pesan kuat akan meningkatnya ambisi blue-water navy dan kemampuan proyeksi kekuatan jarak jauh Islamabad.
PNS Hangor merupakan kapal selam pertama dari total delapan unit kapal selam Hangor class yang dipesan oleh Pakistan dalam paket modernisasi armada bawah airnya. Berdasarkan kesepakatan kontrak kerja sama militer yang masif antara Islamabad dan Beijing, proyek pengadaan ini dibagi rata dalam dua fase manufaktur.
Sebanyak empat unit kapal selam pertama dibangun dan diselesaikan langsung di Cina oleh galangan kapal China Shipbuilding & Offshore International (CSOC). Sementara itu, empat unit kapal selam sisanya akan dibangun secara mandiri di dalam negeri oleh Pakistan melalui transfer teknologi (ToT) di galangan kapal Karachi Shipyard & Engineering Works (KS&EW).
Pakistan’s first Chinese-built Hangor-class submarine, was photographed during a stop at Malaysia’s Kota Kinabalu naval base during its transit to Pakistan.
The submarine was delivered in Sanya, Hainan, on April 30 and is being escorted by the Type 054A/P frigate PNS Taimur. pic.twitter.com/X3Zbkl6VYg
— Defense Dagger (@DefenseDagger) May 15, 2026
Strategi pembagian produksi ini sengaja diambil oleh militer Pakistan guna mendongkrak kapasitas industri pertahanan domestik mereka dalam menguasai teknologi pembuatan wahana bawah air secara mandiri di masa depan.
Dari spesifikasi teknis dan kemampuan tempur, Hangor class memiliki panjang lambung sekitar 76 meter dengan bobot perpindahan (deplasemen) saat menyelam mencapai 2.800 ton. Angka ini menjadikannya sedikit lebih pendek namun memiliki bobot yang lebih padat dan berat dibandingkan platform dasarnya.
🇵🇰🇲🇾🇨🇳⚓️#PakistanNavy @PakistanNavy 1st Hangor class #Submarine PNS/M Hangor arrived Kota Kinabalu Naval Base #Malaysia on 8 MAY 2026.
not sure if next port to be visited is #Thailand?#Navy #RMN #Warship #China https://t.co/mmzLh1vTgn pic.twitter.com/P8Yslx9tjC— AAG_th (@aag_th) May 9, 2026
Keunggulan utama yang membuat Hangor class menjadi momok menakutkan bagi armada lawan adalah adopsi teknologi Air Independent Propulsion (AIP). Berkat sistem propelan independen ini, kapal selam dapat bertahan di bawah permukaan air dalam durasi yang jauh lebih lama tanpa perlu sering naik ke permukaan untuk mengisi ulang baterai.
Ditopang oleh empat mesin diesel CSOC CHD620, monster bawah laut ini mampu melaju hingga kecepatan 20 knot, memiliki radius operasional sejauh 2.000 mil laut, serta daya tahan misi di laut lepas hingga 65 hari berturut-turut. Untuk urusan daya hancur, Hangor class dilengkapi dengan sistem manajemen tempur modern dan tabung peluncur torpedo yang mampu melepaskan torpedo berat serta rudal jelajah peluncur kapal selam siluman jarak jauh Babur-3.

Para analis pertahanan internasional menyebutkan bahwa Hangor class pada dasarnya mewarisi fitur-fitur utama dan DNA desain dari kapal selam serang andalan Angkatan Laut Cina (PLAN), yakni Type 039 series (terutama varian Type 039A/B Yuan class). Sebagai pembanding, Type 039 milik Cina merupakan tulang punggung armada kapal selam konvensional tirai bambu yang terkenal dengan desain lambung berbentuk tetesan air (teardrop hull) yang sangat hidrodinamis dan senyap.
Kemiripan arsitektur struktural, penggunaan baja berkekuatan tinggi 921A, serta penataan ubin anechoic penolak sonar pada sekujur lambung Hangor class membuktikan bahwa Cina telah menurunkan standar teknologi domestik terbaiknya untuk sang sekutu.
Melalui transfer teknologi Type 039 yang masif ini, Pakistan kini resmi mengantongi kemampuan Anti-Access/Area Denial (A2/AD) bawah air yang mumpuni, memungkinkannya mengunci jalur-jalur komunikasi laut strategis di Samudera Hindia dan Laut Arab dari potensi intervensi armada laut musuh sepadannya. (Bayu Pamungkas)


