
Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi mengakhiri masa tugas aktif salah satu kapal selam serang cepat bertenaga nuklir andalannya, USS Alexandria (SSN-757), melalui upacara inaktivasi yang khidmat di Pangkalan Laut Point Loma, San Diego pada 29 Juni 2026. (more…)

Peta persaingan perang bawah air (underwater warfare) di kawasan Samudra Hindia memasuki babak baru yang krusial. Guna mengantisipasi lonjakan kehadiran kapal selam Angkatan Laut Cina dan Pakistan, India mengambil langkah strategis dengan menanam “mata dan telinga” elektronik di dasar laut. (more…)

Kabar mengejutkan datang dari kekuatan pemukul bawah air Angkatan Laut Imperium Inggris (Royal Navy). Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh media pertahanan global, Royal Navy saat ini berada dalam kondisi rentan yang mengkhawatirkan setelah dilaporkan tidak memiliki satu pun kapal selam serang bertenaga nuklir (SSTN) dari Astute class yang berada dalam status siap tempur (combat-ready). (more…)

Peta kekuatan bawah air di kawasan Indo-Pasifik kembali memancing perhatian seiring dengan kemunculan perdana kapal selam terbaru milik Angkatan Laut Pakistan (PN), PNS Hangor. Kapal selam diesel elektrik mutakhir ini dilaporkan tengah berlayar dalam rute pelayaran perdananya dari galangan kapal di Sanya, Cina—tempat ia resmi dikomisioning pada 30 April 2026—menuju pangkalan utamanya di Pakistan. (more…)