Arungi 1 Juta Mil Laut, Kapal Selam Nuklir AS USS Alexandria Pensiun Setelah 35 Tahun Mengabdi

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi mengakhiri masa tugas aktif salah satu kapal selam serang cepat bertenaga nuklir andalannya, USS Alexandria (SSN-757), melalui upacara inaktivasi yang khidmat di Pangkalan Laut Point Loma, San Diego pada 29 Juni 2026.
Setelah mengabdi selama 35 tahun, kapal selam berbobot 7.640 ton ini akan segera memasuki proses penonaktifan bertahap sebelum dijadwalkan pensiun sepenuhnya (decommissioning) pada 4 Agustus 2026 mendatang. Langkah pemensiunan ini merupakan bagian dari strategi modernisasi US Navy yang tengah memfasekeluarkan kapal selam generasi tua untuk digantikan oleh armada kapal selam bertenaga nuklir Virginia class yang jauh lebih modern.
Sepanjang karier operasionalnya, USS Alexandria telah menuntaskan 14 kali penempatan di luar negeri dan menempuh jarak fantastis lebih dari 1 juta mil laut (setara 1.852.000 kilometer), melintasi berbagai dinamika geopolitik global mulai dari era pasca Perang Dingin, misi kontra terorisme, hingga meningkatnya kompetisi kekuatan di kawasan Indo Pasifik.
Sebagai bagian dari sejarahnya, USS Alexandria mulai dibangun pada musim semi 1987 dan resmi diluncurkan ke permukaan pada 23 Juni 1990, sebelum akhirnya bertugas penuh (commissioned) pada 29 Juni 1991. Kapal selam ini merupakan unit ke-46 dari total keluarga besar Los Angeles class yang memasuki masa pensiun.
OTD in 1990: Los Angeles-class (688i) submarine USS Alexandria (SSN-757) was launched
๐๐ธ๐ช๐ค๐ฆ ๐ข๐ด ๐๐ต๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ pic.twitter.com/391sXC8oGLโ ๐บ๐ธ๐ข๐น๐ฑ ๐ฆ๐๐ฏ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ป๐ฒ๐ฟโ๏ธ (@USN_Submariner) June 23, 2026
Secara spesifik, USS Alexandria masuk ke dalam sub-kelas Improved Los Angeles-class (688i), sebuah varian pemutakhiran mumpuni dari Los Angeles class standar. Bagi pemerhati pertahanan, meskipun kapal selam jenis ini mulai dikurangi, armada sejenisnya masih eksis dan sangat mematikan, di mana saat ini masih ada 23 unit kapal selam Los Angeles class yang dioperasikan secara aktif oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di berbagai samudra.
Menilik spesifikasi teknis dan keunggulan persenjataannya, sub-kelas 688i seperti USS Alexandria dirancang dengan berbagai cetak biru yang jauh lebih superior dibanding pendahulunya. Ditenagai oleh reaktor air bertekanan S6G (S6G pressurized-water reactor), kapal selam ini mampu melaju senyap di bawah air dengan kecepatan tinggi yang didukung oleh sistem permesinan yang jauh lebih kedap suara (quieter machinery).
US Navy Los Angeles-class nuclear-powered fast-attack submarine USS Alexandria (SSN-757) departs the floating dry dock ARCO (ARDM 5) at Naval Base Point Loma on April 5 after completing a regularly scheduled maintenance period. pic.twitter.com/iLZ5K1CeyX
โ Ryan Chan ้ณๅฎถ็ฟน (@ryankakiuchan) April 5, 2023
Salah satu keunggulan taktis utamanya adalah adopsi sirip selam haluan yang dapat ditarik masuk (retractable bow planes), sebuah fitur krusial yang memungkinkannya memecah es dan beroperasi dengan aman di bawah lapisan es tebal Samudra Arktik. Keunggulan ini terbukti secara nyata ketika pada tahun 2004, USS Alexandria sukses melakukan pelayaran keliling dunia menembus jalur Arktik yang ekstrem.
Di sektor ofensif, kapal selam ini dilengkapi dengan tabung peluncur torpedo 533mm untuk meluncurkan torpedo kelas berat Mk-48, serta sistem peluncuran vertikal (VLS) yang mampu memuntahkan rudal jelajah Tomahawk untuk menyerang target darat maupun permukaan dengan akurasi tinggi, menjadikannya momok menakutkan di empat wilayah komando tempur global termasuk Laut Mediterania, Teluk Persia, hingga Indo Pasifik.
USS Alexandria pic.twitter.com/PTWMNA21Zf
โ nate (@refueled) February 10, 2026
Kini, setelah upacara penghormatan terakhir yang dihadiri oleh para mantan komandan dan kru orisinalnya, USS Alexandria akan berlayar menuju Puget Sound Naval Shipyard and Intermediate Maintenance Facility untuk memulai proses daur ulang nuklir (nuclear recycling) yang kompleks.
Berbeda dengan kapal perang konvensional, pembuangan kapal selam nuklir memakan waktu bertahun-tahun di bawah pengawasan ketat Prosedur Reaktor Nuklir. Tim teknisi khusus terlebih dahulu akan melucuti dan menonaktifkan seluruh persenjataan, elektronik rahasia, sistem sonar, serta perangkat kontrol tempur. Selanjutnya, bahan bakar dari reaktor S6G akan dikosongkan, sistem propulsi dimatikan secara permanen, dan kompartemen reaktor akan dipotong serta dipisahkan dari badan kapal (pressure hull) untuk diamankan sesuai regulasi kontrol radiologis. (Gilang Perdana)
Torpedo MK48 Mod 7: Andalan Kapal Selam AS dan Australia dalam Menghadapi Armada Laut Sang Naga


