Sistem THAAD Kebobolan, Serangan Rudal Iran Hancurkan Hanggar dan Armada Pesawat AS di Yordania

Pasca runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington, kini Timur Tengah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan bagi militer Amerika Serikat. Laporan mendalam dari Wall Street Journal (WSJ) dan New York Times (NYT) mengungkap dampak mengerikan dari serangan rudal Iran yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada 17 Juli lalu.
Baca juga: Rudal Balistik Kheibar Shekan Iran Hantam Shelter Jet Tempur F-35 AS di Yordania
Serangan tersebut tidak hanya menewaskan dua tentara AS, melukai 29 personel lainnya, dan menyebabkan satu prajurit dinyatakan hilang, tetapi juga berhasil meluluhlantakkan hanggar serta menghancurkan sejumlah besar aset udara strategis milik Pentagon, baik pesawat berawak maupun pesawat nirawak (drone).
Berdasarkan analisis citra satelit, kerusakan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti tergolong masif. Kompleks hanggar dilaporkan hancur total dengan puing-puing armada pesawat yang berserakan di sepanjang area apron. Laporan internal militer menyebutkan bahwa Iran berhasil menghancurkan sejumlah helikopter multiperan UH-60 Black Hawk serta berbagai varian unmanned aerial vehicle (UAV) yang terparkir di jalur penerbangan (flight lines).
Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, merupakan salah satu hub paling vital bagi komando militer AS di kawasan tersebut, menjadi rumah bagi ratusan personel dan puluhan jet tempur yang selama ini dikerahkan untuk melancarkan serangan udara balasan ke wilayah Iran.
Iranian IRBM strike apparently hit the troop billeting area at Muwaffaq Al Salti Air Base in Jordan.
The shelters there are just concrete culverts behind Texas barriers — meant to contain fragments and fire, not stop direct missile hits.
The base hosts US forces.
Potential… pic.twitter.com/YLYbsd3R04
— Clash Report (@clashreport) July 18, 2026
Detail paling mengkhawatirkan yang membuat para pejabat pertahanan di Washington terkejut adalah fakta bahwa serangan salvo rudal ini berhasil menembus benteng pertahanan paling canggih milik Amerika Serikat. Pangkalan Muwaffaq Salti sebenarnya dipagari oleh Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), sistem perisai rudal paling mutakhir milik Angkatan Darat AS yang dirancang khusus untuk mencegat rudal balistik.
Iran’s recent attacks on U.S. bases in Jordan have caused mounting damage.
Over four strikes in five days, missiles and drones wounded dozens of U.S. troops, damaged multiple Black Hawk helicopters, and struck key military facilities.
The deadliest attack came Friday at…
— Clash Report (@clashreport) July 18, 2026
Namun, rudal-rudal Iran tetap mampu lolos dan menghantam langsung barak hunian tentara serta area hanggar. Intelijen AS mengonfirmasi bahwa Iran telah mengadaptasi teknologi rudalnya; mereka kini meluncurkan rudal yang melaju dengan kecepatan ekstrem dan memiliki kemampuan bermanuver tinggi saat melakukan fase deselerasi menuju target (maneuvering reentry vehicle). Muncul dugaan kuat dari para pejabat AS bahwa Teheran mendapatkan bantuan teknis pemetaan target (targeting assistance) dari raksasa global seperti Cina atau Rusia.
Mengenal Khorramshahr-4: Rudal Balistik “Kheibar” Iran yang Dirancang Menembus Arrow 3 dan THAAD
Menanggapi bobolnya sistem THAAD dan hancurnya armada udara mereka, Washington langsung mengambil langkah darurat dengan mengirimkan penguatan militer secara masif ke Timur Tengah. Angkatan Udara AS bergegas mengerahkan tambahan jet tempur F-16 dari pangkalan di Jerman, jet tempur siluman generasi kelima F-35 dari Inggris, serta armada pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara untuk memastikan kesiapan patroli tempur jangka panjang.
Langkah penguatan tersebut diambil seiring kawasan tersebut bersiap menghadapi perang terbuka yang lebih besar, menyusul keputusan resmi Iran pada hari Sabtu untuk menarik diri dari nota kesepahaman (MoU) keamanan, disertai ancaman dari petinggi militer Iran, Mojtaba, yang menjanjikan “pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan” jika AS nekat melanjutkan serangan udara ke wilayah mereka. (Bayu Pamungkas)
Rusia Klaim Sistem Hanud Barat, Termasuk THAAD dan Arrow-3, Tak Berdaya Hadapi Rudal Oreshnik



Iran dikira amerika sama venezuela, amerika menganggap enteng Iran dan tdk pernah belajar bahwa sebelumnya berkali-kali mau menyerang Iran selalu kandas dan gagal, akhirnya mereka sendiri terjebak perang panjang dgn Iran, mundur malu, maju terus babak belur aset dan keuangan amerika.