Bakal Tanggalkan Radar Longbow, Boeing Jajaki Pemasangan Radar AESA pada Helikopter Serang Apache

Boeing tengah menjajaki langkah revolusioner untuk mengintegrasikan sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) pada helikopter serang AH-64 Apache. Langkah ini diambil bersama dengan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) guna memperluas kesadaran situasional (situational awareness) armada Apache di medan laga modern.
Evaluasi potensi pemasangan radar canggih ini telah berjalan selama sekitar 18 bulan terakhir. Meskipun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan US Army selaku pengguna, Boeing menilai integrasi ini memiliki urgensi yang sangat kuat bagi masa depan operasional Apache.
Kehadiran radar AESA diproyeksikan akan mendongkrak kemampuan deteksi target helikopter Apache hingga beberapa kali lipat jika dibandingkan dengan radar milimeter AN/APG-78 Longbow buatan Lockheed Martin/Northrop Grumman yang digunakan saat ini. Dengan jangkauan deteksi yang jauh lebih luas, tingkat kelangsungan hidup (survivability) Apache otomatis meningkat karena kru dapat mengambil posisi stand-off yang lebih aman saat membidik sasaran.
Kemampuan ini menjadi kian mematikan apabila dipadukan dengan persenjataan jarak jauh modern, seperti rudal Spike buatan Rafael. Selain itu, keandalan radar AESA dinilai sangat krusial untuk menunjang peran baru Apache sebagai platform penumpas drone (anti-UAS), sebuah misi yang belakangan ini gencar diemban oleh Apache dalam konflik di Timur Tengah.
AN/APG-78 Longbow: Radar Pengendali Tembakan di Helikopter AH-64E Apache Guardian
Menariknya, Boeing mempertimbangkan untuk memasang radar AESA ini langsung pada bagian badan pesawat (fuselage), bukan lagi di atas tiang baling-baling utama (rotor-mast) seperti posisi radar Longbow tradisional. Secara historis, radar Longbow ditempatkan di atas rotor-mast agar helikopter bisa bersembunyi di balik kontur bumi, bukit, atau bangunan sembari mengintip target.
Namun, dengan daya jangkau radar AESA yang masif, taktik bersembunyi jarak dekat tersebut dinilai tidak lagi menjadi hal yang kritikal. Penghapusan kubah radar Longbow di atas baling-baling dan pemindahannya ke badan helikopter juga diklaim akan meningkatkan efisiensi aerodinamika pesawat secara signifikan.
Borong 67 Rudal Hellfire II Terbaru, Singapura Pertajam Taji Armada Helikopter Serang Apache!
Sebagai gambaran perbandingan, radar milimeter AN/APG-78 Longbow yang digunakan saat ini memiliki keterbatasan pada jarak jangkauan efektif yang berkisar di angka 8 kilometer serta hanya mampu melacak target dalam sektor pemindaian yang terbatas. Sebaliknya, radar AESA (Active Electronically Scanned Array) menawarkan lompatan teknologi yang masif dengan jangkauan deteksi yang meningkat beberapa kali lipat—memungkinkan deteksi target dari jarak puluhan kilometer sebelum helikopter memasuki zona bahaya.
Selain jarak jangkauan yang jauh lebih superior, radar AESA bekerja dengan cara memancarkan ribuan sinyal radar kecil secara simultan pada frekuensi yang berbeda, yang membuatnya jauh lebih lincah dalam melacak banyak target sekaligus (termasuk target kecil dan cepat seperti drone), memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap sistem pengacau sinyal (jamming), serta lebih sulit dilacak balik oleh sistem pertahanan udara musuh.
AH-64E Apache Guardian Belanda Bakal Menjadi yang Pertama di Luar AS Gunakan Rudal AGM-179 JAGM
Selain penjajakan radar AESA, Boeing saat ini juga tengah bergerak maju dengan pembaruan perangkat lunak sistem misi Apache versi terbaru, yakni v6.5. Perangkat lunak ini mengadopsi arsitektur sistem terbuka (open systems integration), yang memungkinkan integrasi sensor, muatan efek luncur (launched effects), serta persenjataan baru menjadi jauh lebih cepat dan efisien.

Guna mendukung efektivitas misi anti-drone, Boeing pun tengah mengintegrasikan amunisi baru untuk meriam internal 30mm Apache, yaitu peluru XM1225 Aviation Proximity Explosive (APEX) yang dilengkapi dengan sumbu picu jarak dekat (proximity fuse). Berbagai peningkatan ini, bersama dengan upaya peningkatan daya listrik helikopter untuk mengakomodasi potensi senjata energi terarah (directed energy weapons), membuktikan bahwa Apache terus adaptif dalam berevolusi menghadapi dinamika pertempuran abad ke-21. (Gilang Perdana)
Changhe Z-21: Jawaban Serius Cina Tandingi Helikopter Serang AH-64E Apache AS


