
Rangkaian serangan udara dan rudal yang dilancarkan Iran membuka tabir kerentanan nyata dari pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sejak dimulainya Operation Epic Fury oleh AS dan sekutunya pada 28 Februari 2026, Berdasarkan analisis The Wall Street Journal (WSJ), Iran dilaporkan telah melepaskan lebih dari 2.000 serangan balasan yang menghantam sedikitnya 20 instalasi militer AS di delapan negara kawasan. (more…)

Dinamika geopolitik di kawasan Tanduk Afrika dan Laut Merah kian memanas seiring rampungnya perluasan pangkalan militer rahasia di Bandara Berbera, Somaliland. Proyek ekspansi masif selama sepuluh bulan yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab (UEA) ini mengubah lapangan udara sipil menjadi pos pertahanan strategis regional. (more…)

Ancaman terhadap pangkalan udara garis depan di kawasan Timur Tengah kian terbukti nyata. Berdasarkan analisis citra satelit terbaru, hanggar pesawat di Pangkalan Udara King Faisal, Yordania, mengalami kerusakan parah akibat serangan rudal balistik berpresisi tinggi yang dilancarkan oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). (more…)

Dinamika hubungan politik dan pertahanan antara Amerika Serikat dan Turki menunjukkan sinyal pemulihan yang signifikan pasca diselenggarakannya KTT NATO di Ankara. Setelah sempat memicu polemik terkait kepemilikan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia—yang berujung pada dikeluarkannya Turki dari program F-35—pemerintahan Donald Trump kini memberikan lampu hijau atas penjualan lisensi ekspor mesin jet turbofan General Electric (GE) F110. (more…)

Program modernisasi armada bawah laut Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) resmi memasuki babak baru yang krusial. Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa proses pemotongan baja pertama (steel cutting) untuk kapal selam serang bertenaga nuklir generasi terbaru, SSN-AUKUS, akan dimulai pada tahun depan (2027). Langkah ini menandai dimulainya konstruksi fisik armada yang diproyeksikan berjumlah hingga 12 unit untuk menggantikan kapal selam serang Astute class. (more…)

Pasca runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington, kini Timur Tengah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan bagi militer Amerika Serikat. Laporan mendalam dari Wall Street Journal (WSJ) dan New York Times (NYT) mengungkap dampak mengerikan dari serangan rudal Iran yang menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada 17 Juli lalu. (more…)

Perubahan taktis yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik ternyata melahirkan tantangan baru bagi strategi pertahanan Beijing. Sadar akan pekatnya payung rudal Anti-Access/Area-Denial (A2/AD) milik Cina di sepanjang Laut Cina Selatan dan Asia Timur, Angkatan Laut AS (US Navy) secara diam-diam mulai menarik mundur aset-aset tempur paling berharga mereka menjauhi garis pantai Asia. (more…)

Jagad militer tengah menyaksikan pergeseran paradigma peperangan yang radikal, di mana alat tempur sekali pakai bertransformasi menjadi jaringan tempur otonom yang mematikan. Badan Riset Pertahanan AS, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) melalui Tactical Technology Office, secara resmi telah merilis permintaan informasi (RFI) berkode DARPA-SN-26-33 pada April 2026. (more…)

Menghadapi eskalasi ketegangan geopolitik yang kian memanas di berbagai belahan dunia, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) telah mengambil langkah revolusioner dalam sejarah pengadaan militernya. (more…)

Setelah Iron Dome (Israel) dan Steel Dome (Turki), nama “Golden Dome” baru-baru ini mencuat, merujuk pada sebuah proposal kerangka arsitektur pertahanan rudal dan udara terintegrasi yang ambisius, yang ditujukan untuk memperkuat keamanan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, terutama dalam menghadapi ancaman rudal balistik, jelajah, dan hipersonik dari Cina, Rusia dan Korea Utara. (more…)