Dua Dekade Pengembangan, Sistem AEW&C Netra Buatan India Resmi Raih Izin Tempur Akhir

Angkatan Udara India (Indian Air Force – IAF) secara resmi memberikan izin operasional tempur akhir (final combat clearance) bagi sistem peringatan dini dan kendali udara (Airborne Early Warning and Control – AEW&C) “Netra”. Langkah ini menandai keberhasilan besar bagi industri pertahanan domestik India setelah melewati proses pengembangan intensif selama dua dekade.
Baca juga: Analisa Foto Satelit, Korea Utara Diduga Kembangkan AWACS dari Pesawat Il-76
Sebagai “mata di langit” bagi militer India, platform Netra mengintegrasikan jet tempur, pesawat tanpa awak (drone), sistem pertahanan udara, dan pusat komando darat ke dalam satu jaringan visual yang terpadu secara real-time. Kehadiran izin tempur akhir ini mengukuhkan status Netra sebagai simpul komando-dan-kendali udara yang telah teruji dalam medan operasi aktual, serta siap dikerahkan dalam intensitas pertempuran tertinggi.
Program Netra pertama kali diinisiasi oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (Defence Research and Development Organisation – DRDO) melalui lembaga risetnya, Centre for Airborne Systems (CABS), pada pertengahan dekade 2000-an. Proyek ini lahir sebagai upaya India untuk mengejar ketertinggalan dan mengurangi ketergantungan pada platform AEW&C impor, menyusul kebutuhan mendesak akan pengawasan wilayah perbatasan yang dinamis dengan Pakistan dan Cina.
Prototipe pertama yang berbasis pada platform jet regional Embraer ERJ-145 buatan Brasil berhasil melakukan penerbangan perdana pada tahun 2011. Setelah melalui serangkaian pengujian sistem sensor yang rumit, sistem Netra pertama diserahkan kepada IAF dengan status izin operasional awal (initial operational clearance) pada ajang Aero India 2017. Selama masa evaluasi operasional, Netra membuktikan nilai strategisnya secara nyata ketika dikerahkan sebagai pos komando udara dalam operasi serangan udara Balakot yang kritis pada tahun 2019.
📹from the Final Operational Clearance (#FOC) certificate ceremny of indigenous #Netra Airborne Early Warning and Control (AEW&C) system. pic.twitter.com/tMfSibgYJX
— Defence Decode® (@DefenceDecode) June 25, 2026
Secara teknis, sistem AEW&C Netra mengusung platform pesawat jet bisnis Embraer ERJ-145 yang dimodifikasi khusus untuk membawa struktur radar menonjol di atas badan pesawat (fuselage). Jantung dari sistem pertahanan ini adalah radar berbasis Active Electronically Scanned Array (AESA) pita frekuensi C (C-band) hasil pengembangan mandiri. Sensor canggih ini mampu mendeteksi dan melacak jet tempur, rudal, maupun ancaman udara konvensional lainnya dari jarak hingga 375 kilometer dengan cakupan sudut pengawasan radar sebesar 240 derajat, yang dibagi ke dua sisi masing-masing 120 derajat.
Untuk mendukung pertempuran modern, Netra dilengkapi dengan sistem tautan data taktis terenkripsi yang mendukung komunikasi suara dan data ke elemen tempur darat, laut, dan udara secara instan. Pesawat ini juga dibekali pertahanan penangkalan elektronik (electronic counter-measures) untuk menghadapi perang elektronika, serta tautan satelit (satellite communication – SATCOM) terintegrasi untuk jangkauan komunikasi yang lebih luas.
A ceremony for the declaration of Final Operational Clearance (FOC) of Netra Airborne Early Warning and Control (AEW&C) System is planned on 25 June 2026 at Centre for Airborne Systems (CABS), DRDO, Bengaluru. The FOC is a major milestone achieved for an indigenous system of… pic.twitter.com/wD90TAEyTO
— DRDO (@DRDO_India) June 12, 2026
Salah satu keunggulan paling krusial dari Netra dibandingkan dengan sistem AEW&C impor—seperti sistem Phalcon berbasis Il-76 buatan Rusia-Israel yang juga dioperasikan India—terletak pada aspek perangkat lunak (software). Seluruh kode sumber (source codes) dan arsitektur perangkat lunak Netra dikembangkan dan dikendalikan sepenuhnya oleh para insinyur India.
Keunggulan kedaulatan digital ini memastikan kerahasiaan operasional tingkat tinggi yang tidak dapat diintervensi atau disabotase oleh pihak asing. Selain itu, IAF memiliki kebebasan penuh untuk melakukan pembaruan (upgrade) sistem, integrasi senjata baru, maupun modifikasi algoritma enkripsi secara mandiri tanpa memerlukan izin atau ketergantungan pada manufaktur luar negeri.
Today! “Netra Mk-1”, the Indian platform of Airborne Early Warning & Control (AEW&C) system, received Final Operational Clearance (FOC) at the Centre for Airborne Systems (CABS) in Bengaluru on Thursday.
Other major AEW&C platforms are “Boeing E-7A”, “Saab Global Eye”, “Northrop… pic.twitter.com/F7t4I89soc
— FL360aero (@fl360aero) June 25, 2026
Saat ini, Angkatan Udara India baru mengoperasikan tiga unit platform AEW&C Netra berbasis Embraer-145. Namun, dengan keluarnya izin tempur akhir ini, Kementerian Pertahanan India bersama DRDO telah menyusun rencana ekspansi ambisius untuk memperluas dan mengoperasikan hingga total 18 platform peringatan dini sejenis di masa depan.
Proyek lanjutan tersebut mencakup pengembangan varian “Netra Mk2” yang rencananya akan diintegrasikan pada platform pesawat komersial berukuran lebih besar, seperti Airbus A321 bekas yang dimodifikasi, guna memberikan cakupan radar penuh 360 derajat serta ketahanan terbang yang jauh lebih lama di udara. (Bayu Pamungkas)
Spesial untuk Korea Selatan, Saab Tawarkan “WatchEye”: AEW&C dari Varian GlobalEye


