Helikopter Serang Mi-28NM Rusia Luncurkan Rudal Jelajah Mini S8000 Banderol, Taktik Baru Serangan Jarak Jauh

Penggunaan helikopter serang (attack helicopter) sebagai platform peluncur rudal jelajah (cruise missile) merupakan fenomena yang sangat langka dan tidak lazim dalam doktrin pertempuran udara modern. Namun, laporan terbaru dari sumber militer Ukraina mengungkapkan bahwa Rusia mulai mengintegrasikan helikopter serang Mi-28N/NM Havoc untuk meluncurkan rudal jelajah ringan (mini cruise missile) terbaru bertajuk S8000 Banderol.

Baca juga: Bukan Rumor! Helikopter Serang Mi-28NE Kiriman dari Rusia Mulai Mengudara di Langit Iran

Sebuah helikopter Mi-28NM dilaporkan meluncurkan beberapa unit rudal Banderol dari atas ruang udara Laut Azov menuju target di wilayah Odesa, serta aksi serupa di kawasan Kursk. Penggelaran ini menjadi lonjakan taktis penting, mengingat rudal S8000 Banderol sebelumnya dikembangkan sebagai amunisi udara utama untuk drone tempur (Unmanned Combat Aerial Vehicle/UCAV) MALE berukuran besar seperti Kronshtadt Orion (Inokhodets).

Secara taktis, pengintegrasian rudal jelajah berjangkauan ratusan kilometer pada helikopter serang memberikan keuntungan fleksibilitas tinggi bagi militer Rusia. Berbeda dengan pesawat tempur sayap tetap (fixed-wing) yang membutuhkan landasan pacu formal dan rentan terdeteksi saat take-off, helikopter seperti Mi-28NM dapat beroperasi secara nap-of-the-earth (terbang sangat rendah menyusuri kontur bumi) untuk menghindari deteksi radar pertahanan udara lawan.

Dengan terbang rendah di atas perairan atau daratan, Mi-28NM dapat mendekati titik pelepasan (release point), meluncurkan rudal S8000 Banderol tanpa terendus, lalu segera kembali ke pangkalan tanpa harus masuk ke dalam jangkauan sistem rudal pertahanan udara (SAM) jarak menengah atau jauh musuh.

Rudal S8000 Banderol sendiri dirancang dan diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan asal Rusia, Kronshtadt Group. Pengembangan rudal ini mengusung konsep amunisi presisi berbiaya rendah (low-cost precision munition) yang menjembatani celah antara drone kamikaze (seperti Shahed/Geran) dengan rudal jelajah strategis berukuran besar (seperti Kalibr atau Kh-101).

Banderol memiliki dimensi yang terbilang ramping dengan panjang sekitar 5 meter, diameter bodi 30 cm, serta sayap lipat dengan bentang sekitar 2,2 meter. Dapur pacunya mengandalkan mesin turbojet mikro asal pabrikan Swiwin (tipe SW800Pro) yang memiliki bobot ringkas 8,5 kg. Mesin ini sanggup menyemburkan kecepatan jelajah hingga 520–560 km/jam serta kecepatan maksimal 620–650 km/jam, dengan perkiraan jarak tempuh operasional mencapai 400 hingga 500 kilometer.

Rusia Pamer Drone Tempur Orion Gendong Rudal Jelajah Banderol, Perluas Jangkauan Serang Tanpa Awak

Meskipun berukuran mini, daya hancur dan sistem pemandu S8000 Banderol terbilang mematikan. Rudal ini dibekali hulu ledak high-explosive fragmentation OFBCh-150 dengan total bobot sekitar 114,3 kg (berisi sekitar 49,5 kg bahan peledak HMX berbantu serbuk aluminium) yang cukup untuk merusak sasaran bernilai tinggi seperti infrastruktur pelabuhan, depot amunisi, atau markas logistik.

Untuk navigasi, Banderol mengombinasikan sistem inersia (INS) dan satelit (GNSS) yang diperkuat dengan antena controlled-reception-pattern (CRPA) Kometa-M8. Antena canggih ini membuat rudal tetap memiliki akurasi presisi tinggi meskipun diterjang gangguan peperangan elektronika (jamming) yang masif.

Rudal Banderol di Drone Orion (foto: istimewa)

Melihat dimensi Banderol yang relatif kecil dan ringan jika dibandingkan dengan rudal anti-tank konvensional, helikopter Mi-28NM dapat membawa rudal ini dalam jumlah yang memadai. Berdasarkan kapasitas beban angkut (payload) pada gantungan senjata di stub wings (sayap samping) Mi-28NM yang biasanya mengusung rel pilon multi-peluncur, helikopter serang ini diperkirakan mampu membawa antara 2 hingga 4 unit rudal S8000 Banderol dalam sekali terbang, tergantung pada kombinasi tangki bahan bakar eksternal yang diusung.

Kehadiran kombinasi Mi-28NM dan Banderol ini membuktikan adopsi taktik perang udara yang makin dinamis, di mana platform helikopter kini menjelma menjadi armada peluncur rudal jelajah berjangkauan jauh. (Bayu Pamungkas)

Kh-39 LMUR: Rudal ‘Stand-off’ untuk Helikopter Serang Rusia Mi-28NM dan Ka-52M

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *