Kontrak Raksasa US$76,6 Miliar: General Dynamics Kantongi Pembuatan 14 Kapal Selam Nuklir Angkatan Laut AS

General Dynamics Electric Boat, anak perusahaan dari General Dynamics, resmi mengamankan porsi kontrak jumbo dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Dalam pengumuman paket kontrak Angkatan Laut bernilai total US$76,6 miliar, Electric Boat mengantongi dana sebesar US$29,5 miliar untuk pembuatan lima unit tambahan kapal selam rudal balistik Columbia class dan US$42,1 miliar untuk penambahan sembilan unit kapal selam serang nuklir Virginia class, beserta dukungan anggaran bagi pengembangan infrastruktur galangan kapal.

Baca juga: Australia Batal Beli Kapal Selam Nuklir Baru dan Pilih Borong 3 Unit Virginia Class Bekas Pakai

Langkah ini menjadi bagian dari strategi modernisasi armada kapal selam nuklir Amerika Serikat guna menjaga superioritas bawah laut di tengah meningkatnya kompetisi geopolitik global. Kapal selam Columbia class diproyeksikan untuk menggantikan armada kapal selam pengusung rudal balistik (SSBN) Ohio class sebagai benteng utama pertahanan pencegah nuklir (strategic deterrent).

Sementara itu, Virginia class disiapkan untuk memperkuat jajaran kapal selam serang cepat (SSN) yang mampu mengemban beragam misi, mulai dari perang anti-kapal selam, penyerangan target darat dengan rudal jelajah Tomahawk, hingga operasi intelijen khusus.

Dari segi kapabilitas teknis dan target pembangunan, kapal selam Columbia class memiliki bobot benaman raksasa mencapai 20.810 ton dengan panjang 171 meter, ditenagai reaktor nuklir yang dirancang beroperasi selama 42 tahun tanpa perlu pengisian ulang bahan bakar (refueling), serta dibekali 16 tabung rudal balistik antarbenua (ICBM) Trident II D5. Pembangunan unit pertamanya telah dimulai sejak 2020 dengan target penyerahan ke US Navy pada 2027 guna bersiap melakukan patroli pencegahan strategis perdana pada 2031.

Sementara itu, Virginia class (khususnya Block V) hadir dengan dimensi panjang 140 meter dan bobot 10.200 ton yang dilengkapi modul lambung tambahan Virginia Payload Module (VPM), memungkinkan peningkatan kapasitas angkut hingga 40 rudal jelajah Tomahawk atau amunisi hipersonik. Target penyelesaian dan penyerahan bertahap bagi kesembilan unit Virginia class ini dijadwalkan berlangsung sepanjang dekade 2020-an hingga awal 2030-an untuk menjaga kesinambungan masa pakai armada SSN AS.

Presiden General Dynamics Electric Boat, Mark Rayha, menegaskan bahwa modifikasi kontrak skala besar ini memberikan kepastian permintaan (demand certainty) yang sangat krusial bagi galangan kapal dan ekosistem rantai pasok industri pertahanan mereka. Menurutnya, kepastian anggaran ini memfasilitasi investasi berkelanjutan pada peningkatan kapasitas produksi serta perekrutan tenaga kerja ahli guna memastikan aset pertahanan strategis nasional tersebut dapat diserahterimakan tepat waktu sesuai jadwal.

Angkatan Laut AS Pensiunkan Kapal Selam Nuklir (SSGN) Ohio Class di Tahun 2028

General Dynamics Electric Boat yang berbasis di Groton, Connecticut, memiliki rekam jejak panjang dalam merancang, membangun, memperbaiki, dan memodernisasi armada kapal selam nuklir bagi Angkatan Laut AS dengan mempekerjakan lebih dari 27.000 tenaga ahli.

Sebagai induk perusahaan yang bermarkas di Reston, Virginia, General Dynamics mengoperasikan portofolio luas di bidang kedirgantaraan, pembuatan dan perbaikan kapal perang, kendaraan tempur darat, hingga sistem teknologi informasi militer, dengan total lebih dari 120.000 karyawan secara global serta mencatatkan pendapatan mencapai US$52,6 miliar pada tahun 2025. (Gilang Perdana)

Senat AS Beri Lampu Hijau ‘Penjualan’ Tiga Unit Kapal Selam Nuklir Virginia Class Block IV dan VII ke Australia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *