Pertama Kali Terlihat Bawa Rudal Anti Kapal Supersonik YJ-15, Shenyang J-15T Dongkrak Daya Gentar Angkatan Laut Cina

Langkah modernisasi kekuatan penerbangan Angkatan Laut Cina (PLANAF) kembali mencatatkan tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, beredar foto dan video yang memperlihatkan jet tempur berbasis kapal induk (carrier-based fighter) Shenyang J-15T mengudara dengan membawa dua unit rudal anti-kapal supersonik generasi terbaru, Yingji-15 (YJ-15).
Penampakan perdana ini menandai peningkatan signifikan dalam doktrin penyerangan maritim militer Cina, di mana kombinasi antara varian J-15 berkemampuan peluncuran ketapel (catapult-assisted takeoff) dan amunisi supersonik berdaya hancur tinggi secara otomatis menaikkan level efek gentar (deterrence) armada kapal induk Beijing di kawasan regional maupun global.
Sistem rudal anti-kapal Yingji-15 (YJ-15) sendiri dikembangkan dan dirancang oleh raksasa industri pertahanan negara tersebut, China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC), yang selama ini memimpin silsilah pembuatan rudal jelajah keluarga Yingji (Eagle Strike).
Dirancang sebagai persenjataan pemukul jarak jauh khusus target permukaan bernilai tinggi seperti armada kapal induk atau kapal perusak (destroyer) lawan, YJ-15 memadukan keunggulan kecepatan supersonik dengan profil terbang sangat rendah di atas permukaan laut (sea-skimming). Desain aerodinamisnya yang ramping dipadu dengan sistem pendorong ramjet memungkinkan rudal ini melaju pada kecepatan ekstrem melebihi Mach 2,5 hingga Mach 3, sehingga memangkas waktu reaksi sistem pertahanan udara berbasis kapal musuh secara drastis.
J-35 and J-15T with the J-15T carrying 2 Supersonic YJ-15 Anti-Ship Missiles pic.twitter.com/i892FwourK
— PLA Military Updates🇨🇳 (@PLA_MilitaryUpd) September 14, 2026
Latest image showing a J-15 fighter carrying two Supersonic YJ-15 Anti-Ship Missiles, these missiles can travel up to MACH 5 at Terminal, and has a range of 500-800km
The YJ-15 can be armed by J-10, J-11 and mainly J-15 and J-16 Flankers pic.twitter.com/nbwUcvqmA8
— PLA Military Updates🇨🇳 (@PLA_MilitaryUpd) February 5, 2026
Dari spesifikasi, YJ-15 mengusung sistem pemandu canggih berupa navigasi satelit terpadu/INS yang dikombinasikan dengan active radar seeker berkinerja tinggi serta ketahanan terhadap pertempuran elektronik (anti-jamming). Untuk kapasitas angkut, satu unit pesawat jet tempur J-15T dikonfigurasi untuk mampu membawa hingga dua unit rudal YJ-15 pada gantungan senjata di bawah sayap (underwing hardpoints).
Konfigurasi dua rudal per pesawat ini dinilai sangat ideal karena memberikan keseimbangan optimal antara daya gempur presisi tinggi dan batas bobot maksimum peluncuran (maximum takeoff weight) pesawat saat lepas landas dari katapel elektromagnetik (EMALS) kapal induk Type 003 Fujian.
Kehadiran YJ-15 pada pylon senjata J-15T mengubah secara fundamental kapabilitas serangan anti-akses/penolakan wilayah (Anti-Access/Area Denial / A2/AD) yang diproyeksikan dari kapal induk Cina. Dengan jangkauan jelajah rudal yang diperkirakan mencapai ratusan kilometer, jet tempur J-15T kini sanggup menetralisir ancaman armada kapal tempur musuh dari luar jangkauan tembak efektif sistem rudal pertahanan udara lawan (stand-off distance).
Penggelaran kombinasi J-15T dan YJ-15 ini mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut Cina tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan teknologi penerbangan kapal induk dari negara-negara Barat, melainkan telah secara aktif membangun kekuatan pemukul maritim supersonik yang mandiri dan highly lethal. (Gilang Perdana)
Jet Tempur Shenyang J-15T Cina Pamer Lepas Landas dari Kapal Induk dengan 4 Rudal Anti Kapal YJ-83K
Related Posts
-
Perang Harga Minyak Berakhir, Produksi Sukhoi Su-57 Bakal Berlanjut
50 Comments | Apr 7, 2020 -
Lima Unit Rafale Pesanan India Telah Diterbangkan Secara Ferry Flight dari Perancis
40 Comments | Jul 27, 2020
-
Intelijen AS Ketar-ketir, Hotel Rössli di Swiss Milik Warga Cina Berlokasi Hanya 100 Meter dari Pangkalan F-35
4 Comments | May 18, 2024 -
Sejarah Northrop YF-23 – Salah Satu Tolak Ukur Mode Stealth Pesawat Tempur
1 Comment | Sep 29, 2024


