Gebrakan Skunk Works: Lockheed Martin Pamer Model Full Scale Drone Siluman Vectis

Divisi pengembangan rahasia Skunk Works milik Lockheed Martin resmi memamerkan model full-scale dari Collaborative Combat Aircraft (CCA) terbarunya yang diberi nama Vectis. Dipamerkan dalam ajang Air, Space & Cyber Conference di dekat Washington, D.C, ini menjadi penampilan perdana Vectis ke publik untuk menunjukkan wujud nyata drone tempur otonom masa depan.

Baca juga: McLaren Gandeng Lockheed Martin Skunk Works, Adopsi Teknologi Pesawat ke Supercar

Bersamaan dengan debut tersebut, Lockheed Martin mengumumkan langkah berani dengan membiayai sendiri (self-funding) pembuatan empat prototipe tambahan di luar satu unit yang sedang diproduksi, sehingga total armada uji awal Vectis kini genap berjumlah lima pesawat.

Dari desain dan arsitektur aerodinamis, Lockheed Martin Vectis mengusung konfigurasi tanpa ekor (tailless design) yang dilengkapi saluran masuk udara mesin di bagian atas badan pesawat (submerged top-mounted engine inlet). Pendekatan rancangan ini mengoptimalkan tingkat pendaratan penampang radar yang sangat rendah (low-observable stealth) untuk menembus ruang udara musuh yang dilindungi sistem pertahanan bernilai tinggi.

Drone otonom ini juga dilengkapi ruang senjata internal (internal weapons bay) serta dirancang fleksibel untuk mengemban beragam misi multikelas, mulai dari serangan presisi (strike), pengawasan dan pengintaian (surveillance), hingga pertempuran elektronik (electronic warfare).

Keunggulan utama Vectis terletak pada kemampuannya untuk berintegrasi secara mulus dengan jet tempur berawak generasi kelima seperti F-35 Lightning II. Sebagai “loyal wingman” berbasis kecerdasan buatan, Vectis bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) yang memperluas jangkauan sensor, menciptakan opsi taktis baru, dan mengeksekusi misi berisiko tinggi tanpa membahayakan nyawa pilot manusia.

Pengembangan program ini berjalan sangat cepat berkat investasi manufaktur digital canggih Skunk Works, di mana tim berhasil melangkah dari gambar draf awal ke pengujian terowongan angin (wind tunnel) dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, serta merilis komponen fisik pertamanya hanya dalam delapan bulan.

Keputusan Lockheed Martin untuk membiayai sendiri lima prototipe sekaligus menegaskan komitmen penuh pabrikan dalam mempercepat fase pengujian demi mengejar target penerbangan perdana (first flight) pada akhir tahun 2027.

Langkah agresif ini mencerminkan tingginya keyakinan industri terhadap program drone otonom Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), sekaligus menjawab dinamika medan pertempuran modern yang membutuhkan alutsista otonom berdaya tahan tinggi, adaptif, serta siap diproduksi dalam tempo cepat untuk AS dan para sekutunya. (Gilang Perdana)

Lockheed Martin Skunk Works Tampilkan Rendering Pesawat Tanker Stealth KC-Z Baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *