Jet Mungil James Bond di Film Octopussy Ternyata Terbang Perdana Hari Ini 55 Tahun Lalu

Siapa sangka, pesawat jet super mungil yang pernah bikin heboh lewat aksi meloloskan diri Agen 007 James Bond di film Octopussy (1983) mengawali jejak sejarahnya tepat pada hari ini, 12 September. Tepat 55 tahun lalu pada 1971, burung besi berdesain futuristik bernama Bede BD-5 itu pertama kali mengudara di langit Amerika Serikat.

Baca juga: Rusia Rilis “Drozd,” Rantis Amfibi Super Cepat Berdesain ala Mobil James Bond

Dirancang oleh insinyur penerbangan berbakat Jim Bede bersama perusahaannya Bede Aircraft Corporation, pesawat satu awak ini lahir dari mimpi liar untuk menghadirkan sensasi menerbangkan “jet tempur mini” bagi penerbang sipil dengan biaya yang terjangkau. Pada uji terbang perdananya, prototipe ber-registrasi N500BD sukses membuktikan ketangguhan aerodinamisnya meski saat itu baru didorong mesin dua tak Polaris berdaya 36 hp.

Secara teknis, Bede BD-5 menawarkan inovasi desain yang sangat radikal pada zamannya dengan menggunakan kemudi side-stick di konsol kanan—layaknya jet tempur modern. Memiliki panjang bodi sekitar 4 meter dan rentang sayap 5 hingga 6 meter, pesawat ini hadir dalam dua varian utama, yaitu varian berbaling-baling (BD-5B) dan varian bermesin mikrojet (BD-5J).

Varian BD-5J dibekali mesin turbojet Microturbo TRS-18 yang sanggup mendorong pesawat berbobot kosong sekitar 162 kg ini melaju hingga kecepatan maksimum 514 km/jam (275 knot). Dimensinya yang amat ringkas bahkan sukses mencatatkan varian BD-5J ke dalam rekor Guinness World Records sebagai pesawat jet operasional terkecil di dunia.

Popularitas BD-5 mencapai puncaknya di panggung budaya populer global ketika varian BD-5J Microjet tampil memukau pada adegan pembuka film James Bond legendaris, Octopussy (1983). Dalam adegan aksi tersebut, aktor Sir Roger Moore yang memerankan Agen 007 mengendalikan BD-5J yang disembunyikan di balik trailer kuda untuk meloloskan diri dari kejaran musuh.

Mengandalkan keahlian stunt-pilot ternama John William “Corkey” Fornof, pesawat jet mini ini memperagakan manuver aerobatik ekstrem, menghindari tembakan rudal pencari panas, hingga melintas masuk menembus ruang hanggar sempit sebelum akhirnya melakukan pendaratan darurat di jalan umum.

Sayangnya, kesuksesan konsep dan kepopuleran BD-5 di layar lebar tidak berbanding lurus dengan perjalanan bisnis manufakturnya. Meskipun Bede Aircraft berhasil mengantongi lebih dari 5.000 pesanan paket rakitan (kit) dan ribuan pemesanan unit pabrikan, proyek ini dihantam krisis pasokan mesin yang parah akibat kebangkrutan vendor utama asal Jerman, Hirth.

Ketidakmampuan perusahaan mengirimkan mesin yang stabil dan andal, ditambah tingginya tingkat kesulitan perakitan serta sensitivitas kendali yang membutuhkan kualifikasi pilot sangat terampil, memaksa Bede Aircraft Corporation gulung tikar dan dinyatakan bangkrut pada pertengahan 1970-an. Kini, sisa-sisa armada Bede BD-5 yang masih bertahan diabadikan sebagai koleksi bernilai tinggi di berbagai museum kedirgantaraan serta menjadi simbol keberanian eksperimen penerbangan sipil modern. (Bayu Pamungkas)

Kamov Ka-56 Osa: Helikopter Lipat ini Dapat Diluncurkan dari Tabung Torpedo Kapal Selam

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *